260111 BPSDM Perhubungan Optimistis Penuhi Kebutuhan Industri

JAKARTA— Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) optimistis mampu memasok sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk memenuhi tantangan industri transportasi selama lima tahun mendatang.

“Kami optimistis mampu mencetak SDM yang berkompeten dan unggul untuk sektor transportasi. Sekolah dan badan diklat yang berada di bawah BPSDM terus memperbaiki diri baik dari sisi jumlah atau kualitas,” ungkap Kepala BPSDM Kementrian Perhubungan  Bobby R Mamahit di Jakarta, Selasa (25/1).

Diperkirakannya, untuk lima tahun mendatang sektor transportasi udara dan laut akan membutuhkan banyak SDM yang unggul. Kebutuhan SDM sektor udara untuk lima tahun mendatang sekitar 7.500 orang, dimana 4 ribu diantaranya penerbang dan seribu petugas Air Traffic Control (ATC). Sedangkan untuk pelayaran dibutuhkan 43.806 pelaut yang terdiri diantaranya  18.774 perwira.

“Kapasitas sekolah pelayaran yang dikelola bisa meluluskan 700-1000 pelaut tiap tahunnya, tetapi kita punya target pada tahun depan bisa meluluskan 3.000 pelaut. Sedangkan untuk penerbang setiap tahunnya ada lulusan sekitar 100-200 orang,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk meningkatkan jumlah SDM di sektor transportasi, BPSDM  berencana menambah jumlah sekolah. Rencananya tiga sekolah pelayaran akan dibuka pada tahun depan yang berada di Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Menado. Sedangkan pembangunan fisik Akademi Kereta Api di Madiun telah dimulai pada tahun ini. Selain itu juga ada rencana membangun Diklat  transportasi darat dan pelayaran di Kalimantan,  penerbangan di Papua dan Papua Barat.

Selanjutnya dijelaskan, tantangan menyediakan SDM yang bermutu adalah kemauan untuk bekerja di perusahaan nasional. Umumnya para lulusan mengincar perusahaan luar negeri karena struktur gaji yang lebih menjanjikan.

Guna menahan para SDM terbaik bekerja di perusahaan luar negeri biasanya untuk sektor penerbangan BPSDM bekerjasma dengan maskapai nasional untuk memperkerjakan dengan kompensasi mengganti sebagian  uang pendidikan pilot yang mencapai 500 juta rupiah hingga  lulus. “Model seperti ini juga akan diterapkan di pelayaran. Kita ingin perusahaan pelayaran itu mendapatkan SDM terbaik. Soalnya 75 persen pelaut lulusan dalam negeri itu bekerja di perusahaan asing karena gajinya 3-4 kali lebih tinggi ketimbang perusahaan lokal,” jelasnya.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. MOHON KEJELASAN Diklat transportasi darat dan pelayaran di Kalimantan tepatnya di kalimantan mana? mohon dikirim kejelasannya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s