250111 Antisipasi Hadirnya Tsunami Android

Lembaga riset  Canalyst memperkirakan  angka pertumbuhan sistem operasi Android akan  tumbuh lebih dari dua kali lipat digunakan oleh  ponsel pintar pada 2011.

Canalyst memperkirakan Android  akan memiliki 25 persen dari pasar ponsel pintar global, dengan lebih dari 20 juta pengiriman  ke seluruh dunia.

Lembaga riset lainnya,  Nielsen menyebutkan 40 persen dari pembeli smartphone baru yang dibeli di AS menggunakan ponsel Android selama periode  Juni sampai dengan November 2010.

Pasar Amerika Serikat sendiri  dikuasai tiga sistem operasi yang terdiri dari Android, iOS dan BlackBerry. Dari ketiganya, Android tumbuh paling signifikan, sedangkan BlackBerry paling buruk.

Sedangkan Gartner memperkirakan dua tahun mendatang, platform terbuka untuk smartphone dari open handset alliance berbasis pada  Linux dan Java itu akan berada di posisi nomor dua digunakan di dunia.

Kondisi di Indonesia pun mulai menunjukkan akan munculnya tsunami Android pada tahun ini. Hal itu bisa dilihat dengan  adanya sekitar 200 ribu penggunanya,  serta disambut positifnya kehadiran komputer tablet berbasis android, Samsung Galaxy Tab, pada tahun lalu.

“Android akan menjadi sistem operasi yang diminati pada tahun ini di Indonesia. Apalagi variasi perangkatnya semakin banyak. Sekarang saja jumlah komunitas yang aktif di milis mencapai 6 ribu orang,” ungkap penggiat Komunitas Android Indonesia Agus Hanomongan di Jakarta, belum lama ini.

Agus menjelaskan, kendala bagi pengguna sistem operasi Android di Indonesia adalah tidak adanya jaringan internet yang stabil dan cepat, harga berlangganan yang masih mahal, belum tersedianya Access Point Name (APN) khusus, serta metode pembayaran aplikasi yang mudah dilakukan.

Sedangkan untuk para pengembang  aplikasi sendiri terkendala mengembangkan kreasi karena timpangnya pembagian ditengah makin derasnya konten gratis yang diminati oleh pengguna.

Manfaatkan
Retail Director Telesindo Shop David Tirta Wijaya mengungkapkan, sebagai penyedia  ponsel lokal ingin memanfaatkan gairah android di pasar lokal  dengan  meluncurkan layanan internet service terbaru, yakni TIS atau  Unlimited Internet Service.

Jasa ini dikhususkan  bagi pengguna internet mobile di Indonesia, terutama  pengguna ponsel Android. Layanan ini hasil kolaborasi dengan Telkomsel yang akan menjadi pipa penghantar data.

TIS bisa diibaratkan seperti berlangganan koneksi data ala BlackBerry Internet Service (BIS) dimana tidak hanya memberikan kenyamanan browsing seperti juga fitur lainnya seperti T- Market (Android Market Plus), T-Mail (Push Mail), T- Messenger dan T- Book (Facebook).

Harga paket layanan ini selama satu bulan berlangganan hanya 50 ribu rupiah. Harga layanan TIS tersedia mulai dari harian, mingguan dan bulanan.  Untuk berlangganan, caranya sangat mudah Tinggal tekan *253*5#. Masuk ke dalam  menu TIS, dan pilih berlangganan harian, mingguan dan bulanan.  Kehadiran TIS tak bisa dilepaskan dari munculnya dua produk Android milik anak usaha Telesindo, Tiphone, yakni, A85 dan A88.

David mengungkapkan,  perseroan telah menyiapkan server dengan kapasitas melayani dua juta pelanggan serta link dari Telkomsel sebesar 50 mbps. “Jasa ini terbuka digunakan oleh semua vendor ponsel berbasis Android, tidak hanya Ti-Phone. Kami sudah berbicara dengan Samsung dan LG,” ungkapnya.

David pun menegaskan, jika nantinya layanan yang disediakan oleh perusahaannya dianggap sebagai Sistem Komunikasi Data (Siskomdat) oleh regulator dan dikenakan kewajiban membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) telekomunikasi akan siap memeunuhi. “Kami sudah memberikan laporan ke regulator hadirnya jasa ini,” katanya.

Manager Device Customization & On Device Applications Telkomsel Ario Pudianingrat menegaskan, perseroan memiliki komitmen yang tinggi mendukung TIS, hal itu dibuktikan dengan menghadirkan infrastruktur pendukung ke server Telesindo.

“Akses melalui TIS akan berbeda dengan langganan data biasa. Kami menyediakan profile khusus yang menjadikan adanya semacam jalur dedicated ke server TIS. Kita harapkan ada sekitar 100 ribu pengguna Android menggunakan jasa ini,” jelasnya.

Secara terpisah, praktisi aplikasi Abul A’la Almaujudy menegaskan,  TIS tidak bisa disamakan dengan BIS secara apple to  apple. “TIS ini hanya bundling  produk yang didukung oleh Telkomsel. Produknya sendiri  cuma kepanjangan tangan Value Added Services (VAS) Telkomsel. Hal itu dipertegas dengan disediakannya  User Menu Browser (UMB),  bisa jadi ini TIS hanya penyedia konten,” katanya.

Menurutnya, TIS bisa sukses tergantung keahlian tim pemasaran Telesindo dengan dukungan produk  TiPhone, skema bundling layanan, aplikasi, dan positioning  di pasar.  “Bagi pelanggan itu produk harus gampang digunakan dan  user experience-nya mudah.  Ditunjang  akses internet gampang dan harga yang terjangkau, pasti bakalan hype,” jelasnya.

Masih menurutnya, sistem operasi Android untuk di Indonesia lebih banyak di perangkat untuk kelas menengah dan  low end gadget. Sedangkan untuk pasar  premiun, Android  diyakini tahun ini masih susah melawan  BlackBerry dan iPhone.
Sedangkan, Praktisi telematika Raherman Rahanan menyakini, penggunaan Android akan mampu menyaingi kompetitornya di Indonesia pada kuartal pertama 2011.
Pendorongnya adalah harga perangkat dan berlangganan yang murah,  adanya  aplikasi Instant Messaging  dan Social Networking Services seperti Facebook atau  Twitter.
Terakhir adalah, calon aplikasi pembunuh berupa VoIP Calls  mulai dari Skype, Fring hingga Google Voice dan Gizmo5 yang akhir-akhir ini menawarkan free call antar aplikasi serta free call atau Unlimited call (berlangganan bulanan US$ 10) ke negara tertentu.
“Kelemahan perangkat yang menggunakan sistem  Android itu hanya pada boros baterai. Jika ini bisa diperbaiki, pengguna akan makin setia,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s