250111 XL Modernisasi Jaringan di Sumatera

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) melakukan modernisasi jaringan di Sumatera mulai 16 Januari hingga 1 Februari 2011 untuk mengantisipasi kian tingginya trafik komunikasi di area itu.

”Kota Medan dan beberapa kabupaten di Sumatera Barat menjadi prioritas dari modernisasi,” ungkap VP West Region XL AXiata  Agus Simorangkir di Jakarta, Senin (24/1).

Dijelaskannya, modernisasi perlu dilakukan seiring berubahnya pola berkomunikasi pelanggan dari dulunya hanya suara dan SMS menjadi keranjingan akses data.  ”Di Medan  permintaan layanan datanya  bertumbuh sangat cepat. Anak TK saja sudah pegang BlackBerry,” katanya.

Diyakininya, teknologi BTS terbaru yang dimiliki  akan membuat kapasitas bertambah 50 persen dan  menekan konsumsi energi hingga 60 persen.  Modernisasi jaringan yang dilakukan antara lain mencakup penggantian perangkat RBS (Radio Base Station] dan BSC [Base Station Controler] dengan perangkat yang lebih baru dari sisi penghematan penggunaan ruang, konsumsi daya dan teknologi yang mampu beradaptasi dengan evolusi penggunaan gadget ke masa yang datang. Proses modernisasi ini melengkapi modernisasi jaringan sebelumnya yakni dengan antara lain penggunaan softswitch, dan IP Transmission.

Hingga saat ini jumlah pelanggan di seluruh Sumatera sebanyak 9 juta, sedangkan khusus di Sumatera Utara sekitar 2,3 juta dan Sumatera Barat 570 ribu. Layanan XL di Sumatera didukung oleh antara lain BTS 4.836 (2G/3G), termasuk 2.733 (2G/3G) BTS di antaranya di Sumatera Bagian Utara (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep Riau).

Selain itu, jaringan XL juga ditopang dengan Backbone Microwave dan 4 ring kabel serat optik teresterial dan submarine yang telah menjangkau sebagian besar Sumatera dan kepulauan dan sekaligus terhubung dengan jaringan di Jawa dan pulau-pulau lainnya, termasuk ke jalur internasional.

Diharapkannya, adanya modernisasi akan meningkatkan pangsa pasar XL di Sumatera. ”Saat ini diperkirakan ada 35-37 juta pelanggan selular di area itu. Kami perkirakan pangsa pasar  XL sekitar 22-23 persen  di Sumatera alias naik dibandingkan sebelumnya sekitar 14.5 persen. Kita harapkan tahun ini semakin naik jadi 30 persen,” jelasnya.[dni]

250111 Garuda Dapatkan Kepercayaan Calon Investor

JAKARTA–PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil mendapatkan kepercayaan calon investor dari dalam dan luar negeri dalam rangka aksi korporasinya untuk “melantai” di bursa saham.

“Hasil roadshow yang kami lakukan hingga Senin (24/1) direspons dengan positif sekali oleh calon investor. Mereka senang dengan paparan, manajemen, dan potensi perkembangan perusahaan  ke depannya,” ungkap Direktur IT dan Strategis Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan kepada Koran Jakarta, Senin (24/1).

Untuk diketahui, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dalam rangka go public ke bursa selama dua pekan lalu melakukan roadshow ke dalam dan luar negeri untuk menarik calon investor membeli sahamnya.

Kota-kota yang didatangi oleh manajemen Garuda diantaranya  Surabaya, Makassar, Bandung, Palembang, Padang, Banda Aceh, Balikpapan dan Singapura, Hong Kong, London, Boston, dan New York. Roadshow ditutup berakhir pada Senin (24/1) ini. Rencananya  perseroan akan  melepas total 9,36 miliar lembar saham yang terdiri dari sekitar 7,4 miliar saham baru dan 1,9 miliar merupakan saham divestasi PT Bank Mandiri Tbk.

Dijelaskannya, tentang book building belum bisa diungkapkan karena batas akhir adalah hari ini. “Book building mungkin baru besok bisa diketahui. Begitupun juga tentang harga. Mudah-mudahan besok sore akan ditentukan oleh pemegang saham. Sedangkan soal penjatahan tidak ada. Dibuka untuk semuanya,” katanya.

Sebelumnya, kisaran harga saham  Garuda  ditawarkan sebesar 750 hingga 1.100 rupiah. Harga saham perdana Garuda akan ditetapkan pada 25 Januari 2011. Penetapan dilakukan setelah manajemen melakukan masa penawaran awal atau book-building yang akan dilakukan pada 13 hingga 24 Januari 2011.

Dari pelepasan saham ke pasar itu  perseroan berharap mendapatkan dana 500 juta dolar AS yang akan digunakan  sebanyak 80 persen  untuk pengembangan armada baru yakni 10 pesawat B737-800 NG, 10 B777 dan 6 A330-200, serta 5 pesawat tipe “narrow-body” untuk Citilink dan 5 tipe Sub-100. Sisanya sebesar 20 persen akan digunakan untuk membiayai modal Garuda yang diperlukan untuk pengembangan usaha.

Ekspansi Pasar
Pada kesempatan lain, EVP Operation  Garuda Indonesia  Capt. Ari Sapari mengungkapkan,perseroan akan berekspansi menggarap pasar penerbangan sub-100 seat atau  angkutan dengan kapasitas di bawah 100 penumpang guna melengkapi layanan yang ada selama ini. BUMN ini di dunia penerbangan selama ini bermain di pasar full service melalui Garuda dan Low Cost Carrier (LCC) dengan Citilink.

“Armada Sub 100 seat  untuk menghilangkan batasan antara feeder, regional, dan rute utama untuk melayani rute-rute high yield dengan low density,” jelasnya.

Diungkapkannya,  perseroan  sedang mengaji untuk menggunakan pesawat jenis ATR, Embraer, atau Bombardier untuk segmen tersebut. “Pesawat berkapasitas kursi kecil memberikan keuntungan dari sisi operasional sedangkan rute yang dilayani menjanjikan keuntungan yang besar,” jelasnya.

Elisa menjelaskan, segmen sub 100- seat digarap untuk mengakomodasi tiga hal. Pertama, untuk melayani  rute yang memiliki landasan pendek dan tidak terlalu keras. Kedua, mengakomodasi rute-rute yang selama ini belum memiliki hak bypass domestik seperti Medan-Denpasar yang selama ini harus dilewati melalui Jakarta.

Melalui layanan ini, maka akan terbuka peluang pasar baru karena penumpang bisa merasakan keuntunganlangsung, yakni kecepatan dan kemudahan dalam bepergian. Ketiga, tentunya menambah frekuensi di sejumlah slot kosong penerbangan. Selama ini ada sejumlah rute dengan frekuensi yang cukup tinggi masih memiliki jeda waktu atau slot kosong.  Contohnya, Jakarta-Surabaya, masih ada slot yang kosong sekitar 1,5 jam, tidak ada penerbangan.

Game Changer
Berkaitan dengan pengembangan layanan Citilink,  Ari Sapari  mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menimbang pemilihan pesawat jenis Airbus atau Boeing 737. “Citilink akan menjadi “game changer” di pasar LCC. Strategi Citilink berfokus pada peningkatan kapasitas kursi, frekuensi penggunaan pesawat, biaya distribusi yang rendah, dan bermain di rute dengan radius penerbangan 2 jam baik domestik maupun internasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar meengungkapkan,  bahwa armada Citilink memang akan ditambah sebanyak 19 unit dari 6 unit yang dimiliki. Pada  2010, Citilink pun telah mengangkut penumpang  sebanyak 1,2 juta orang.

Sementara Garuda, kata Emir, dalam waktu dekat berencana untuk membuka dua rute domestik baru, yakni Gorontalo dan Belitung, serta tiga rute internasional baru, yaitu Delhi, Mumbai, dan Taipei. Adanya tambahan dua rute domestik itu membuat  Garuda tahun ini  genap menerbangi seluruh nusantara.

Anggota Komisi V DPR RI Michael Watimmena meminta agar Garuda tidak hanya memiliki frekuensi tinggi pada rute-rute gemuk di wilayah Barat Indonesia.

“Kawasan timur Indonesia juga harus diberikan perhatian. Masyarakat di kawasan itu juga ingin merasakan kenyamanan angkutan udara tetapi maskapai yang singgah bisa dihitung jari. Garuda sebagai flag carrier harus bisa menjawab permintaan masyarakat kawasan itu,” katanya.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono pun mengakui, angkutan udara memang menjadi andalan untuk menghubungkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

“Angkutan udara menjadi tulang punggung untuk Indonesia Connected. Pemerintah akan mendorong terus industri penerbangan untuk melayani tidak hanya pasar domestik tetapi juga luar negeri,” katanya.

Sedangkan Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay menilai, maskapai yang berhasil melantai di bursa saham sebagai cerminan kepercayaan pasar ke industri penerbangan. “Ini akan membuat maskapai itu terus berkembang dan kian giat berekspansi untuk melayani masyarakat,” katanya.[dni]

250111 Smartfren Hadirkan Kartu Lokal Plus

JAKARTA—PT Smart Telecom (Smart) dan Mobile-8 Telecom (Mobile-8) melalui sinergi Smartfren  menghadirkan kartu “Lokal Plus” dengan kelebihan  nomor lokal  dapat dibawa ke luar kota tanpa harus melakukan registrasi atau daftar terlebih dulu.

“Layanan ini gabungan jasa Fixed Wireless Access (FWA)  dengan selular dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan layanan gratis telpon selamanya tanpa syarat,” ungkap Deputy CEO Commercial Smart Telecom Djoko Tata Ibrahim di Jakarta (24/1).

Diungkapkannya, kartu Lokal plus diluncurkan serentak di 19 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon,  Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Madiun, Jember, Medan, Batam, Palembang, Lampung, Makassar, Manado, Denpasar dan Banjarmasin.

Dijelaskannya, Lokal Plus memungkinkan pelanggan dapat menikmati manfaat murah nomor lokal dengan kemampuan layanan seluler di dalam satu layanan secara bersamaan.  Kartu perdana ‘Lokal Plus’ dapat diperoleh masyarakat luas hanya dengan hargadua ribu rupiah  berisi pulsa sebesar seribu rupiah.  Keuntungan yang didapatkan diantaranya ditelpon super murah, bonus isi ulang pulsa hingga 50 ribu rupiah dan  gratis 6 bulan konten seru.

Secara terpisah, GM Device Bundling Telkomsel Heru Sukendro mengungkapkan, perseroan menggandeng  Huawei menyediakan 1 juta paket bundling modem untuk akses data melalui TelkomselFlash  sepanjang  2011. Kerjasama ini ditandai dengan peluncuran paket bundling mini router E5830 dan modem E153 Huawei yang memberikan unlimited akses internet TELKOMSELFlash secara gratis selama 3 bulan.

“Telkomsel telah melayani 1 juta pelanggan bundling modem TelkomselFlash yang merupakan bagian dari 4 juta pelanggan TELKOMSELFlash dan 24 juta pelanggan layanan data,” ungkapnya.

Dijelaskannya, modem Huawei E153 memiliki kemampuan mengakses internet dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Modem berdesain tipis nan elegan dengan balutan warna putih dan garis biru pada pinggir badan modem ini bisa diperoleh dengan harga  399 ribu rupiah.

Telkomsel mendukung akses data dengan kehadiran  37.000 Base Transceiver Station (BTS), termasuk 7.700 Node B (BTS 3G) di seluruh Indonesia.  Hingga akhir tahun 2011, diharapkan 40 kota di Indonesia sudah memperoleh full access layanan mobile broadband Telkomsel.[dni]

250111 BRTI Selidiki Kebocoran Data Pelanggan

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyelidiki isu kebocoran data pelanggan telekomunikasi sebanyak  25 juta nomor ke pihak di luar operator yang dilanggani.

“Isu kebocoran data pengguna telekomunikasi mengemuka setelah adanya klaim dari penjual produk pengiriman sms broadcast yang mengaku memiliki database 25 juta pengguna telepon aktif di Indonesia,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Senin (24/1).

Ditegaskannya,  penyelidikan  penting dilakukan mengingat  data pengguna adalah sesuatu yang bersifat rahasia dan dilindungi UU Telekomunikasi No. 36/1999.  “Jika isu ini benar, maka jelas hal itu pelanggaran,” tegasnya.

Dijelaskannya, penyelidikan  juga terkait dengan maraknya pengiriman SMS broadcast yang bersifat spam dari bank-bank yang menawarkan kartu kredit maupun kredit tanpa aguna (KTA).

Dari laporan masyarakat, bank yang banyak mengirim sms spam adalah Standard Chartered Bank dan  ANZ. Selain perbankan, kini pola-pola seperti itu juga diikuti oleh penyelenggara telepon premium. “Dalam diskusi beberapa waktu lalu dengan perwakilan konsumen, ada protes  karena kata-kata yang digunakan dalam berpromosi tersebut sangat vulgar,” ketusnya.

Menanggapi hal itu, Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E.Marinto mendukung  penyelidikan terhadap dugaan kebocoran data tersebut.  “Namun perlu di perjelas yang dimaksud “data” disini, apakah sekadar digit MSISDN atau berikut  info pelanggan,” katanya.

Dijelaskannya, dari sisi operator nomor dan data informasi  pelanggan sangat  dilindungi sedangkan khusus nomor  MSISDN sangat tergantung pelanggan karena hal tersebut saat ini sudah jamak menjadi “identitas” seseorang sehingga  mudah untuk  dipertukarkan atau diberikan saat pelanggan melakukan suatu transaksi.

Menurutnya, terlepas bocornya data pelanggan,  kebijakan sender keep all terkait SMS membuka peluang pihak pengguna memanfaatkan dengan sangat leluasa. “Jika kebijakan sms interkoneksi diberlakukan maka dengan sendirinya penawaran operator akan terkoreksi sehingga mengecilkan peluang terjadinya sms spam,” katanya.

Head Of Corporate Communication XL Axiata Febriati Nadira menegaskan, jika pengiriman SMS dilakukan secara person to person tidak bisa dikontrol.”Namun, jika diketahui pengirimnya menggunakan nama XL atau layanan XL akan di-block nomornya agar tidak disalahgunakan dan  merugikan pelanggan,” tegasnya.

250111 Setelah Pornografi Disensor

Research In Motion (RIM) akhirnya memenuhi keinginan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menyensor konten pornografi melalui layanan BlackBerry secara bertahap  mulai  18 Januari lalu.

Sensor dilakukan secara bertahap karena banyaknya nama situs porno yang beredar di dunia maya dan harus disinkronkan dengan sistem.

Pernyataan tertulis RIM yang dikirimkan melalui surat elektronik membenarkan perseroan dalam proses melakukan filtering konten pornografi dalam rangka memenuhi aturan di Indonesia.

Masih dalam pernyataan tersebut dikatakan solusi teknis yang tersedia sesuai dengan persyaratan yang ditentukan pemerintah Indonesia dan digunakan sebelumnya oleh pelaku industri lokal.

Sensor memang telah dilakukan, pertanyaan berikutnya, sudah bersihkan layanan dari konten porno? Deputi Humas Yayasan Nawala Nusantara Irwin Day menengaskan,  software lokal Domain Name System (DNS)  Nawala yang digunakan oleh RIM telah terbukti mendapatkan kepercayaan di industri karena semua penyedia jasa internet (PJI) menggunakannya. “Ada satu juta situs porno yang berada di database Nawala,” katanya.

DNS Nawala  merupakan software yang digunakan pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif dan berbau pornografi. Perangkat lunak ini bisa menyaring konten-konten asusila, malicious software, dan phising.

Diakuinya, hingga kini beberapa situs porno masih bisa diakses melalui BlackBerry karena diperlukan update service book semua BlackBerry. “Jika dilakukan langsung bakal repot. Harus diakui, akses konten porno melalui BlackBery itu ternyata tinggi, berada di peringkat kedua,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, ada satu situs dengan 12.984 video streaming yang dapat dibuka melalui Blackberry dan dapat disebarkan ke berbagai link. Secara global, terdapat 10 miliar situs.

Namun, ada satu hal yang membuat Irwin khawatir yakni belum adanya kejelasan dari RIM untuk membayar secara komersial penggunaan Nawala.  “Hingga saat ini belum ada perjanjian komersial dengan RIM. Walau mereka terkesan mengulur-ulur kami akan tetap memberikan tagihan ke RIM,” tegasnya.

Dijelaskannya, RIM lebih efisien menggunakan  Nawala karena lebih murah. Software  lainnya yang digunakan untuk filterisasi  biayanya lebih mahal yakni sekitar 0,5 dollar AS per handset dan database-nya tidak semutakhir Nawala yang juga mengenal situs-situs porno lokal.

Sedangkan Pengamat Telematika  Abimanyu  Wachjoewidajat menilai, upaya menutup situs porno akan sia-sia  karena di dunia tidak ada kepastian jumlah dari situs porno.

“Domain itu sifatnya sangat dinamis, misal hari ini ada 20 juta situs porno, lusanya bisa menjadi 25 juta situs atau malah berkurang. Nah, apa Kemekominfo mau menghabiskan energi mengurus hal ini,” jelasnya.

Disarankannya, jika KemKominfo ingin menghadirkan konten internet sehat bagi masyarakat, maka hal yang diperkuat adalah edukasi kepada pengguna manfaat dari teknologi tersebut dan mendorong munculnya konten lokal.

Praktisi internet Onno W Purbo pun dalam berbagai kesempatan mengingatkan, terdapat potensi penyebaran konten porno yang lebih membahayakan di sektor pendidikan ketimbang layanan BlackBerry. “Harusnya pemerintah itu fokus pada satu masalah. Dunia pendidikan juga sudah terkoneksi internet. Puluhan juta anak didik harus dilindungi,” katanya.[Dni]

250111 Antisipasi Hadirnya Tsunami Android

Lembaga riset  Canalyst memperkirakan  angka pertumbuhan sistem operasi Android akan  tumbuh lebih dari dua kali lipat digunakan oleh  ponsel pintar pada 2011.

Canalyst memperkirakan Android  akan memiliki 25 persen dari pasar ponsel pintar global, dengan lebih dari 20 juta pengiriman  ke seluruh dunia.

Lembaga riset lainnya,  Nielsen menyebutkan 40 persen dari pembeli smartphone baru yang dibeli di AS menggunakan ponsel Android selama periode  Juni sampai dengan November 2010.

Pasar Amerika Serikat sendiri  dikuasai tiga sistem operasi yang terdiri dari Android, iOS dan BlackBerry. Dari ketiganya, Android tumbuh paling signifikan, sedangkan BlackBerry paling buruk.

Sedangkan Gartner memperkirakan dua tahun mendatang, platform terbuka untuk smartphone dari open handset alliance berbasis pada  Linux dan Java itu akan berada di posisi nomor dua digunakan di dunia.

Kondisi di Indonesia pun mulai menunjukkan akan munculnya tsunami Android pada tahun ini. Hal itu bisa dilihat dengan  adanya sekitar 200 ribu penggunanya,  serta disambut positifnya kehadiran komputer tablet berbasis android, Samsung Galaxy Tab, pada tahun lalu.

“Android akan menjadi sistem operasi yang diminati pada tahun ini di Indonesia. Apalagi variasi perangkatnya semakin banyak. Sekarang saja jumlah komunitas yang aktif di milis mencapai 6 ribu orang,” ungkap penggiat Komunitas Android Indonesia Agus Hanomongan di Jakarta, belum lama ini.

Agus menjelaskan, kendala bagi pengguna sistem operasi Android di Indonesia adalah tidak adanya jaringan internet yang stabil dan cepat, harga berlangganan yang masih mahal, belum tersedianya Access Point Name (APN) khusus, serta metode pembayaran aplikasi yang mudah dilakukan.

Sedangkan untuk para pengembang  aplikasi sendiri terkendala mengembangkan kreasi karena timpangnya pembagian ditengah makin derasnya konten gratis yang diminati oleh pengguna.

Manfaatkan
Retail Director Telesindo Shop David Tirta Wijaya mengungkapkan, sebagai penyedia  ponsel lokal ingin memanfaatkan gairah android di pasar lokal  dengan  meluncurkan layanan internet service terbaru, yakni TIS atau  Unlimited Internet Service.

Jasa ini dikhususkan  bagi pengguna internet mobile di Indonesia, terutama  pengguna ponsel Android. Layanan ini hasil kolaborasi dengan Telkomsel yang akan menjadi pipa penghantar data.

TIS bisa diibaratkan seperti berlangganan koneksi data ala BlackBerry Internet Service (BIS) dimana tidak hanya memberikan kenyamanan browsing seperti juga fitur lainnya seperti T- Market (Android Market Plus), T-Mail (Push Mail), T- Messenger dan T- Book (Facebook).

Harga paket layanan ini selama satu bulan berlangganan hanya 50 ribu rupiah. Harga layanan TIS tersedia mulai dari harian, mingguan dan bulanan.  Untuk berlangganan, caranya sangat mudah Tinggal tekan *253*5#. Masuk ke dalam  menu TIS, dan pilih berlangganan harian, mingguan dan bulanan.  Kehadiran TIS tak bisa dilepaskan dari munculnya dua produk Android milik anak usaha Telesindo, Tiphone, yakni, A85 dan A88.

David mengungkapkan,  perseroan telah menyiapkan server dengan kapasitas melayani dua juta pelanggan serta link dari Telkomsel sebesar 50 mbps. “Jasa ini terbuka digunakan oleh semua vendor ponsel berbasis Android, tidak hanya Ti-Phone. Kami sudah berbicara dengan Samsung dan LG,” ungkapnya.

David pun menegaskan, jika nantinya layanan yang disediakan oleh perusahaannya dianggap sebagai Sistem Komunikasi Data (Siskomdat) oleh regulator dan dikenakan kewajiban membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) telekomunikasi akan siap memeunuhi. “Kami sudah memberikan laporan ke regulator hadirnya jasa ini,” katanya.

Manager Device Customization & On Device Applications Telkomsel Ario Pudianingrat menegaskan, perseroan memiliki komitmen yang tinggi mendukung TIS, hal itu dibuktikan dengan menghadirkan infrastruktur pendukung ke server Telesindo.

“Akses melalui TIS akan berbeda dengan langganan data biasa. Kami menyediakan profile khusus yang menjadikan adanya semacam jalur dedicated ke server TIS. Kita harapkan ada sekitar 100 ribu pengguna Android menggunakan jasa ini,” jelasnya.

Secara terpisah, praktisi aplikasi Abul A’la Almaujudy menegaskan,  TIS tidak bisa disamakan dengan BIS secara apple to  apple. “TIS ini hanya bundling  produk yang didukung oleh Telkomsel. Produknya sendiri  cuma kepanjangan tangan Value Added Services (VAS) Telkomsel. Hal itu dipertegas dengan disediakannya  User Menu Browser (UMB),  bisa jadi ini TIS hanya penyedia konten,” katanya.

Menurutnya, TIS bisa sukses tergantung keahlian tim pemasaran Telesindo dengan dukungan produk  TiPhone, skema bundling layanan, aplikasi, dan positioning  di pasar.  “Bagi pelanggan itu produk harus gampang digunakan dan  user experience-nya mudah.  Ditunjang  akses internet gampang dan harga yang terjangkau, pasti bakalan hype,” jelasnya.

Masih menurutnya, sistem operasi Android untuk di Indonesia lebih banyak di perangkat untuk kelas menengah dan  low end gadget. Sedangkan untuk pasar  premiun, Android  diyakini tahun ini masih susah melawan  BlackBerry dan iPhone.
Sedangkan, Praktisi telematika Raherman Rahanan menyakini, penggunaan Android akan mampu menyaingi kompetitornya di Indonesia pada kuartal pertama 2011.
Pendorongnya adalah harga perangkat dan berlangganan yang murah,  adanya  aplikasi Instant Messaging  dan Social Networking Services seperti Facebook atau  Twitter.
Terakhir adalah, calon aplikasi pembunuh berupa VoIP Calls  mulai dari Skype, Fring hingga Google Voice dan Gizmo5 yang akhir-akhir ini menawarkan free call antar aplikasi serta free call atau Unlimited call (berlangganan bulanan US$ 10) ke negara tertentu.
“Kelemahan perangkat yang menggunakan sistem  Android itu hanya pada boros baterai. Jika ini bisa diperbaiki, pengguna akan makin setia,” katanya.[dni]