180111 PKPU Mandala Dikabulkan

JAKARTA–Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sebesar 800 miliar rupiah  yang diajukan PT Mandala Airlines (Mandala) pada Kamis (13/1) pekan lalu. Dikabulkannya PKPU tersebut menjadikan maskapai tersebut  dapat sesegara mungkin merestrukturisasi bisnis dalam perusahaannya selama 45 hari kedepan.

“PKPU klien kami dikabulkan oleh Pengadilan Niaga. Nilai hutangnya sebesra 800 miliar rupiah kepada kurang lebih 200 kreditur diantaranya lessor, agen penjualan tiket, dan perbankan,” ungkap  Kuasa hukum Mandala Airlines Nien Rafles Siregar di Jakarta, Senin (17/1).

Namun, dia mengaku kurang  hapal berapa nilai utang masing-masing krediturnya. “Kami akan melakukan klasifikasi atas kreditur Mandala, sekaligus melakukan verifikasi utang dari para kreditur tersebut,” katanya.

Selanjutnya adalah  melakukan klasifikasi setelah putusan permohonan PKPU dikabulkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.  Klasifikasi tersebut untuk menentukan, kreditur mana yang diutamakan untuk dibayar utangnya, sekaligus melakukan verifikasi besaran dari hutang masing-masing kreditur dalam beberapa hari kedepan.

“Pihak kreditur juga bisa mengajukan tagihan piutang untuk mengurus proses pembayaran selama 45 hari setelah putusan permohonan PKPU disetujui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, namun yang pasti harus didukung dengan bukti,” katanya.

Hakim Ketua Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Pramudana menambahkan pihaknya telah mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan Mandala pada Kamis pekan lalu. Menurutnya, pihak maskapai tersebut sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan PKPU. “Pihak Mandala Airlines sudah mencantumkan syarat PKPU. Majelis hakim mempunyai cukup alasan untuk mengabulkan permohonan ini,” ujarnya.

Pengabulan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang itu, menurut Pramudana, dilakukan supaya Mandala dapat melakukan rencana restrukturisasi perusahaan. Maskapai itu diberikan waktu selama 45 hari untuk melaksanakan rencana tersebut.

Penasihat Hukum Mandala lainnya  James Purba menyatakan, putusan tersebut sekaligus memberikan jalan bagi Mandala untuk melaksanakan rencana restrukturisasi perusahaan.

“Putusan ini disambut baik oleh perusahaan. Setelah diputuskan, Mandala akan fokus untuk membuat rencana restrukturisasi perusahaan. Kami memiliki waktu 45 hari untuk fokus dalam restrukturisasi,” ungkap James.

Menurutnya, dengan keluarnya putusan tersebut pengadilan pun mengutus pengurus yang akan bertugas untuk melindungi aset dari kreditor dan juga pengajuan berbagai klaim dalam waktu 45 hari. Dengan begitu, manajemen Mandala pun diharapkan dapat fokus melakukan restrukturisasi.

Sementara itu, Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin menyambut baik putusan Pengadilan Niaga. Dia juga menyatakan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat ditutupnya operasi penerbangan Mandala.

“Kami mengerti dan menyesal atas ketidaknyamanan yang telah dialami oleh seluruh penumpang, agen, dan rekan bisnis kami lainnya, namun langkah restrukturisasi perusahaan merupakan cara yang terbaik bagi manajemen untuk memperbaiki kondisi perusahaan,”  katanya.

Berdasarkan catatan,  Mandala memiliki utang yang tercatat dalam beberapa mata uang. Jika dikonversi jumlah utang nilainya mencapai  800 miliar rupiah. Utang itu berasal dari sekitar 271 kreditur, dari perusahaan lokal maupun asing.

Kabar beredar mengatakan salah satu investor lokal yang tertarik untuk menyelamatkan Mandala adalah Barito Pacific yang berniat menjadikan maskapai tiu sebagai salah satu anak usahanya.

Diono sendiri menolak untuk menyebutkan secara pasti jumlah utang  atau investor yang akan menolong perusahaan . Namun dia mengaku, Mandala memiliki tunggakan kepada lessor pesawat dan perbankan nasional. Utang itulah yang kemudian membuat Mandala kian merugi.

Jika terus dibiarkan beroperasi, lanjut dia, Mandala akan tambah merugi. Namun demikian, ia optimistis perusahaan dapat menyelesaikan restrukturisasi dan maskapai akan kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 45 hari.

Secara terpisah, Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo menilai, waktu 45 hari yang diberikan PN Jakarta Pusat bagi Mandala Airlines untuk melakukan restrukturisasi perusahaan, terutama keuangan, adalah terlalu singkat. “Bercermin dari kasus Japan Airlines (JAL) yang juga pernah dinyatakan bangkrut atau pailit, butuh waktu lebih dari 100 hari untuk melakukan restrukturisasi keuangan hingga akhirnya bisa melunasi utang-utang maskapai asal Jepang tersebut,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s