180111 Pengadaan Serat Optik MKCS Tidak Bermasalah

JAKARTA–Pengadaan serat optik Mataram Kupang Cable System (MKCS) dinilai tidak melanggar Undang-undang anti monopoli sehingga tidak merugikan negara.

“Tidak ada Pasal 19 huruf d dan Pasal 22 UU No 5/99 yang dilanggar oleh Telkom dan  Huawei Sansaine Consortium,” ungkap anggota  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tadjuddin Noersaid yang menjadi ketua tim pemeriksa di Jakarta, Senin (17/1).

Pasal 19 huruf d menyatakan pelaku usaha dilarang melakukan satu atau beberapa kegiatan, baik sendiri maupun bersama pelaku usaha lain, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, berupa  melakukan praktek diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu.

Sedangkan Pasal 22 menyatakan
Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

Namun, meskipun tidak menemukan kesalahan dalam tender, KPPU meminta Menteri Negara BUMN agar mengawasi pelaksanaan proyek tersebut agar terjamin realisasinya secara efektif dan optimal.

MKCS adalah  bagian dari proyek mercu suar Palapa Ring yang ingin membangun  serat optik di sepanjang kawasan Indonesia Timur.
MKCS sendiri membentang serat optik sepanjang 1.041 km yang menelan biaya 52 juta dollar AS.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sendiri pembangunan Palapa Ring terdiri dari submarine cable dan inland cable sepanjang 10.812 km yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Telkom memulainya dengan  membangun link yang menghubungkan Mataram – Kupang setelah menunjuk Huawei Marine sebagai penyedia jaringan.

Pembangunan awalnya  diperkirakan selesai pada akhir November 2010 tersebut dilakukan  melalui laut dengan kapasitas sampai dengan 300 Gbps dan 6 landing point.

Secara terpisah, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan, pemenang tender sudah memberikan harga termurah dalam pengadaan perangkatnya.

Pada kesempatan lain, PLH Biro Humas KPPU Zaki Zein mengungkapkan Telkomsel telah membayar denda sebesar 15 miliar rupiah terkait  Putusan KPPU No. 07/KPPU-L/2007 tentang Dugaan Pelanggaran oleh Kelompok Usaha Temasek.

“KPPU menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sikap Telkomsel yang telah melaksanakan putusan KPPU dan menghimbau bagi pihak – pihak yang belum melaksanakan Putusan KPPU tersebut agar secepatnya melaksanakan sebagaimana diperintahkan dalam Putusan,” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s