180111 Omset Telkomsel Hanya Rp 42 Triliun

JAKARTA—Telkomsel diperkirakan pada tahun lalu hanya mengantongi omset sebesar 42 triliun rupiah atau hanya tumbuh 5 persen dibandingkan 2008 sebesar 40 triliun rupiah.

“Kami akui suffer (menderita) pada tahun lalu. Tetapi 2011 kita tetap optimistis mengalami pertumbuhan sama dengan industri,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, pada 2010 Telkomsel tidak mencapai satupun target yang ditetapkan baik dari sisi pertumbuhan omset yang harusnya 10 persen atau pelanggan sebesar 21,9 persen. Pada 2010, Telkomsel gagal meraih 100 juta pelanggan alias terpatok di angka 95 juta pelanggan. Padahal, secara biaya operasional terjadi pembengkakan sebesar 5,4 persen dibandingkan 2009.

“Pada 2010 kami berhasil menghemat belanja modal sebesar dua triliun rupiah dari anggaran 13 triliun rupiah. Ini karena semakin murahnya belanja perangkat. Pada tahun ini belanja modal ditargetkan sekitar 10,5 triliun rupiah,” jelasnya.

Dijelaskannya, belanja modal digunakan untuk mencapai target 2011 yakni meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen dan meraih 115 juta pelanggan. “Salah satu bentuknya adalah membangun 40 kota broadband. Kita menargetkan kapasitas data menjadi 40 Gbps dari 25 Gbps,” katanya.

Sementara dari sisi pemasaran adalah memperbaiki jalur distribusi dan membuat penawaran paket yang lebih menarik bagi pasar. Bahkan kabar beredar mengatakan dalam rangka efisiensi Telkomsel akan menarik biaya untuk konsultasi dengan contact center mulai kuartal I 2011.

Sedangkan VP Corporate Account Management Telkomsel Irlamsyah Syam mengungkapkan, salah satu segmen yang akan dijadikan prioritas untuk meningkatkan omset adalah pasar korporasi. “Banyak perusahaan kecil yang membutuhkan solusi teknologi informasi. Kami ingin masuk ke pasar itu,” katanya.

Alat yang disiapkan untuk menggarap pasar tersebut adalah  Business Connect, yaitu solusi konektivitas bisnis berbasis Web untuk mengoperasikan email, instant messaging, calendar, office operation tools, serta document sharing secara lebih ringkas dan praktis.

Business Connect memanfaatkan Google Apps sebagai solusi bisnis bagi pelanggan korporat yang didukung jaringan mobile broadband terluas dan berkualitas Telkomsel.

Diharapkan, dari sekitar 720 ribu pelanggan korporat yang menjadi karyawan di 6.000 perusahaan, Telkomsel menyasar 100 ribu di antaranya pada tahap pertama. Dengan Google Apps, pelanggan bisa membuat domain dan ruang sendiri di Web berbasis komputasi awan. Biaya yang dikeluarkan untuk server, storage, dan infrastruktur dapat dipangkas.

Berbagai manfaat yang ditawarkan Business Connect adalah Complete, Organize, Networking, No Hassle, Economical, dan Telkomsel Broadband. Complete, di mana kebutuhan teknologi komunikasi dan informasi sudah tersedia dan terintegrasi. Collaboration apps memudahkan pengguna untuk mengorganisasi dokumen dengan lebih efektif.

Telkomsel menerapkan sistem pembayaran ‘pay as you grow’ untuk solusi Business Connect. Dengan metode ini, pelanggan korporat dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dengan perkembangan bisnisnya, sehingga dari sisi pembiayaan lebih efisien.

Dalam kurun waktu sebulan ke depan, pelanggan korporat Telkomsel dapat menikmati gratis Business Connect.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s