120111 Perusahaan Pelayaran Ekspansi Operasi

JAKARTA—Salah satu perusahaan pelayaran yang baru saja tercatat di bursa saham, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) akan melakukan ekspansi operasi ke Asia Pasifik untuk meningkatkan pendapatan.

Managing Director Wintermar Sugiman Layanto mengungkapkan, wilayah operasi luar negeri yang dibidiknya adalah Malaysia, Myanmar, Vietnam, Thailand dan India.

“Wintermar akan aktif mengikuti tender kapal pengirim kargo dan kru pendukung operasi pengeboran lepas pantai di enam negara tersebut,” jelasnya di Jakarta, kemarin

Diungkapkannya, salah satu tujuan  berubah menjadi perusahaan terbuka agar bisa  dikenal di luar negeri, sehingga bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Selain ekspansi ke luar negeri, Wintermar juga terus aktif mengikuti tender pengadaan kapal di dalam negeri, mengingat semakin banyaknya blok migas yang dilelang pemerintah. Beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan tahun ini akan membuka tender untuk 50 wilayah kerja migas kepada perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKS).

Sugiman menjelaskan, umumnya setelah KKS memenangkan tender blok migas, dalam 2-3 tahun berikutnya perusahaan tersebut akan membuka tender kapal pendukung operasi pengeboran lepas pantai.

“Awalnya mereka mencari kapal seismik untuk menentukan lokasi pengeboran. Setelah itu membuka tender rig untuk pengeboran, saat pengeboran tersebut mereka juga membutuhkan kapal pendukung untuk mengirim logistik dan kru. Jadi ke depan bisnis kami akan tetap bagus,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, Wintermar menyiapkan belanja modal sebesar 100 juta tahun ini atau naik 42,8 persen dibanding 2010  sebesar 70 juta dollar AS. Sedangkan omset tahun ini ditargetkan sebesar  845 miliar rupiah  dengan laba bersih  140 miliar rupiah. Target pendapatan tersebut naik 30 persen dibandingkan perkiraan realisasi 2010 sebesar  650 miliar rupiah  dengan laba bersih  100 miliar rupiah.

Belanja modal rencananya  digunakan untuk pengadaan enam kapal kategori B pada 2010 dan enam kapal pada 2011.  Kapal yang dipesan Wintermar terdiri dari jenis accomodation barges, crew boat, fast utility vessel, anchor handling tugs, anchor handling tugs supply, ASD tug boats, platform supply vessels, construction vessels, crane barges, serta offshore tugs and barges dengan harga per unit  4 juta- 15 juta dollar AS.[dni]

120111 ANA Resmi Masuk Indonesia

JAKARTA—Maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA) resmi masuk ke Indonesia mulai pekan lalu untuk membawa masyarakat Jepang ke tanah air.

“ANA melayani rute Tokyo Jakarta setiap hari (PP). Maskapai ini tidak menggantikan  Japan Airlines (JAL) yang meninggalkan rute ini. ANA beroperasi sebagai designated airline dalam perjanjian udara Indonesia-Jepang,” ungkap Juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan, kepada Koran Jakarta, Selasa (11/1).

Diungkapaknnya, maskapai lokal yang melayani rute sama, Garuda Indonesia, sudah mengajukan izin untuk menambah frekuensi menerbangi tujuan tersebut.

Secara terpisah, Kasubdit Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Hemi Pamuraharjo mengungkapkan, hingga saat ini maskapai lokal yang melayani rute Tokyo-Jakarta masih Garuda Indonesia. “Belum ada yang mengajukan izin ke sana,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Agustus lalu ANA melalui siaran persnya mengungkapkan rencana membuka kembali rute penerbangan Jakarta-Narita satu kali sehari. Maskapai tersebut pernah melayani rute tersebut sekitar 12 tahun yang lalu.

Pertumbuhan Pesawat
Sementara itu,  Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca), Tengku Burhanuddin mengungkapkan,  tahun ini setidaknya jumlah pesawat di Indonesia akan bertambah 8 persen.

“Prediksinya minimal tumbuh sebesar 8 persen. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan penerbangan semakin besar mengikuti pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Dicontohkannya,  Sky Aviation, Selasa ini menambah lima unit Fokker-50. Sementara sejumlah maskapai berjadwal, yang belum menggenapi 10 unit pesawat harus menambah lagi tahun ini sebagai persyaratan yang ditetapkan oleh UU no 1 th 2009 tentang Penerbangan.

Pada 2010  jumlah pesawat naik sebesar 7,8 persen yaitu dari 766 unit menjadi  821 unit.
Dengan prediksi pertumbuhan  naik 8 persen, maka hingga akhir 2011, jumlah pesawat bisa mencapai hingga mendekati 900 unit.

Komite Ekonomi Nasional (KEN) pun memprediksi sektor telekomunikasi dan transportasi akan mengalami pertumbuhan dobel digit pada tahun ini yakni sekitar  12,4 persen.

Sementara Kementrian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi  kenaikan jumlah penumpang tahun pada 2011 sebesar 15 persen. Hingga akhir November 2010 ini, jumlah penumpang pesawat yang tercatat di BPS mencapai 48,05 juta penumpang yang terdiri dari penumpang rute domestik sebanyak 39,3 juta dan penumpang rute internasional sebanyak 8,7 juta jiwa.[dni]