110111 Formula Perhitungan Subsidi Tarif KA Ekonomi Harus Diselesaikan

JAKARTA—Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta secepatnya formula perhitungan subsidi tariff kereta api (KA) ekonomi diselesaikan oleh pemerintah, DPR, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar tidak ada lagi penundaan implementasi tariff baru.

“Diskusi tripartrit  antara DPR-operator-pemerintah harus secepatnya tuntas. Begitu juga soal Standar Pelayanan Minimum. Jangan operator diminta menaikkan kualitas layanan tanpa ada parameter yang kelas,” tegas Ketua MTI Danang Parikesit di Jakarta, Senin (11/1).

Menurutnya, jika masalah tarik menarik implementasi tariff KA ekonomi masih berlangsung justru akan memberikan citra buruk bagi investasi di sektor kereta api walau sudah diperbolehkan oleh regulasi. “Tidak ada gunanya UU Perkeretapian jika implementasi di lapangan tidak tegas. Ini akan membuat investor di sektor operator angkutan penumpang maju-mundur,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta PT KAI untuk membuat kajian  untuk menerapkan tarif baru. “PT KAI harus membuat survei terlebih dahulu sebelum adanya implementasi,”katanya.

Dirjen Perkeratapian Tunjung Inderawan mengaku, tarif KA Ekonomi baru bisa diberlakukan tetapi menunggu waktu yang tepat.

Direktur Utama KAI  Ignasius Jonan mengungkapkan, tarif  ekonomi sudah tidak naik sejak tahun 2001. “Jika dihitung  inflasi, berapa total inflasi yang terjadi selama 10 tahun terakhir ini?,” katanya.

Ditegaskannya, perseroan sejak dua tahun terakhir sudah membenahi fasilitas KA Ekonomi. Namun, pihaknya meminta dilihat secara obyektif dengan tarif  lama yang berlaku. Misalnya,  tarif KA Jakarta-Bekasi (Rp 1000/pnp/sekali jalan)  Jakarta ke Bogor (Rp 2000/pnp/sekali jalan),  dan Jakarta – Surabaya (Rp 37000/pnp/sekali jalan), serta rata-rata  Public Service Obligation (PSO)  per penumpang sekali jalan jauh-dekat  3. 900 rupiah. “Apa itu seimbang untuk digunakan sebagai alat pembenahan,” keluhnya.

Menurutnya, tudingan PT KAI tidak efisien bisa diperdebatkan jika dibandingkan dengan moda angkutan darat lainnya. “Bandingkan tarif KA Ekonomi dengan bus yang sekelas pada jarak yang sama. Lihat saja kualitas layanan dan harganya,” tegasnya.

Sebelumnya,  Kementrian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan menunda kembali pemberlakuan tarif kereta api (KA) ekonomi baru berdasarkan KM 35 Tahun 2010 yang sempat mulai dilaksanakan pada 8 Januari 2011 karena  kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini belum memungkinkan.

Berdasarkan catatan, penundaan tarif  KA ekonomi  merupakan penundaan ketiga kalinya. Pada awal Juli 2010 Kementeri Perhubungan telah mengeluarkan KM 35 Tahun 2010 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Kelas Ekonomi. KM 35 tahun 2010 tersebut mengatur tarif angkutan orang dengan kereta api kelas ekonomi termasuk iuran wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang yang terbagi dalam jenis angkutan yaitu kereta antarkota dan kereta perkotaan yang terdiri dari kereta lokal, kereta Jabodetabek dan Jabodetabek AC.

Namun berdasarkan pertimbangan kondisi yang berkembang di masyarakat pada saat itu dan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan angkutan orang dengan kereta api kelas ekonomi yang ada maka pemberlakuan tarif tersebut ditunda sampai 1 Oktober 2010 melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2010. Selanjutnya karena kondisi yang berkembang di masyarakat masih belum memungkinkan diterapkannya tarif baru tersebut maka  pada tanggal 23 September dikeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 54 Tahun 2010 yang menunda kembali pemberlakuan tarif tersebut sampai dengan akhir bulan Desember 2010.

Dalam Keputusan Menteri Perhubungan KM 54 Tahun 2010 tersebut juga disebutkan bahwa pemberlakuan tarif setelah dilakukan terlebih dahulu evaluasi terhadap tarif. Selanjutnya setelah dilakukan evaluasi terhadap tarif bahwa dampak penundaan tarif menyebabkan tingkat pelayanan semakin menurun antara lain berkurangnya frekuensi dan fasilitas pelayanan maka dipandang perlu segera diberlakukan tarif sesuai KM 35 Tahun 2010 yang telah tertunda hampir 6 (enam) bulan tersebut.

Untuk itu dikeluarkan Surat Menteri Perhubungan kepada Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Nomor HK. 202/1/3PHB 2011 tanggal 5 Januari 2011 yang menyatakan tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api kelas Ekonomi dilaksanakan pada bulan Januari 2010.

Variasi kenaikan tariff pada kisaran 8-200 persen. Kenaikan rata-rata tertinggi terjadi pada KA perkotaan di wilayah Jabodetabek sebesar 62 persen dan kenaikan rata-rata terendah terjadi pada KA jarak jauh sebesar 16 persen.[dni]

110111 Indosat Gandeng ITB

JAKARTA–PT Indosat Tbk (Indosat)  menggandeng  Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan inovasi aplikasi, informasi, penelitian jaringan serta memunculkan ahli-ahli dalam industri dan teknologi mobile.

Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat Fadzri Sentosa mengatakan kehadiran Innovation Lab akan menjadi pusat pertemuan para inovator muda dalam melakukan eksperimen dalam mengembangkan aplikasi berbasiskan berbagai sistem handset yang ada di pasar.

“Di Lab ini juga tersedia sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan eksperimen bagi masyarakat khususnya generasi muda yang berminat dalam bidang pengembangan aplikasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/1).

Dijelaskannya,  kerja sama itu bertujuan untuk mengembangkan inovasi aplikasi, informasi, penelitian jaringan, serta memunculkan ahli-ahli dalam industri dan teknologi mobile yang dapat menciptakan nilai tambah bagi dunia kampus dan masyarakat secara luas.

Salah satu wujud implementasi kerja sama dengan ITB itu, kata dia, berupa pendirian Indosat Innovation Lab di Bandung, sebagai kelanjutan dari program operator itu dalam mengembangkan sistem inkubasi untuk membantu para pengembang aplikasi dan inovator muda serta memberikan wadah bagi mereka untuk bereksperimen dan berdiskusi secara intensif.

Kerjasama juga  dalam berbagai hal  meliputi program di bidang aplikasi mobile lainnya seperti tugas akhir serta inisiatif untuk membangun aplikasi mobile, program pascasarjana untuk mempromosikan pengembangan inovasi-inovasi dalam teori aplikasi mobile, konsep dan arsitektur serta optimisasi jaringan.

Secara terpisah,  Presiden Direktur Mobile-8 Merza Fachys dan Direktur Utama Smart Telecom Sutikno Widjaja memberikan  donasi sekitar  90.982 juta rupiah kepada korban bencana alam di Gunung Merapi dan Mentawai melalui  melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Donasi yang diberikan merupakan sumbangan yang terkumpul dari para pelanggan smartfren melalui SMS Donasi 5000, dengan nominal Rp 5000/sms.
”Kami membuka jalan bagi pelanggan smartfren melalui SMS Donasi untuk membantu saudara-saudara kami yang tengah berduka akibat bencana alam tersebut”, ungkap Merza.[Dni]

110111 RIM Bersedia Sensor Konten Porno

JAKARTA—Research in Motion (RIM) menegaskan akan memenuhi tuntutan dari Menkominfo Tifatul Sembiring untuk menyensor konten porno dari layanan BlackBerry dengan menggandeng operator yang menjadi mitranya.

“Kami memahami pentingnya amsalah sensor itu. Hal ini akan segera dipenuhi dengan mengajak operator mitra melakukan sensor.  Berbagai hal teknis sedang didiskusikan dengan pemerintah dan operator lokal,” ungkap keterangan tertulis RIM yang diterima Senin (10/1).

Group Head Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengatakan,  permintaan pemerintah kepada RIM untuk menutup akses yang bisa digunakan  melihat situs porno melalui BlackBerry didukung penuh oleh perseroan.

Menurutnya,  tidak semua fitur layanan dan aplikasi di BlackBerry harus dinonaktifkan dalam rangka menutup akses terhadap situs konten porno. karena fitur Blackberry yang berpotensi untuk mengakses situs porno ada pada fitur browser.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, karena sensor domain pemerintah, akan ikut menyukseskan. “Kami ikut saja. Tetapi jika blokir total itu ada kerugian karena selama ini BlackBerry tidak hanya digunakan untuk data,” katanya.

Sementara itu, Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan, masalah sensor konten porno hanya satu elemen yang harus diselesaikan RIM dengan  Kemenkominfo.

“Ini bukan hanya masalah sensor konten porno. Ada regulasi yaitu  UU 36/1999 (Telekomunikasi), UU 11/2008 (ITE),  dan UU 44/2008 (pornografi) yang harus dipenuhi oleh RIM,” tegasnya.

PLT Dirjen Sumber Daya Penyelenggaraan Perangkat Pos dan Informatika M. Budi Setyawan menambahkan, klarifikasi lain yang belum selesai dengan RIM adalah masalah pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.

Dijelaskannya, untuk penarikan BHP frekuensi, regulator menginginkan RIM dianggap sebagai penyelenggara multimedia berbasis Internet Service Provider (ISP). ” Jika sebagai ISP tentu kewajiban BHP tak bisa dihindari. Sayangnya, RIM ingin memanfaatkan celah sebagai penyelenggara multimedia dengan menyatakan sebagai pemain Sistim Komunikasi Data (Siskomdat) atau server center,” keluhnya.

Dijelaskannya, jika sebagai Siskomdat atau server center, maka RIM lolos dari kewajibannya membayar BHP frekuensi karena kewajiban itu dialihkan ke operator yang menjadi rekanan.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menambahkan,  hal utama yang harus dikejar adalah  agar RIM bangun server di Indonesia. Jika hal itu tercapai maka data pengguna bisa aman  sesuai UU 36/1999, serta tarif yang lebih murah bagi pengguna karena trafik Indonesia tidak perlu dibawa ke Kanada.

Kepala Pusat Informasi Kominfo Gatot S Dewa Broto, menjelaskan, masyarakat harus memahami cara kerja trafik yang dihantarkan oleh RIM dengan layanan sejenis.  “Saya akui akses konten porno bisa dengan ponsel biasa Tetapi aksesnya kan dari ISP (penyedia akses internet) yang jelas-jelas izinnya dari Kominfo,” jelasnya.

Gatot menjelaskan, BlackBerry berbeda dengan ponsel lain pada umumnyakarena menggunakan skema bisnis internet menggunakan jalur sendiri untuk koneksi internasionalnya. Sementara ponsel yang lain hanya mengandalkan jaringan yang disediakan operator.

Anggota Komite BRTI lainnya Nonot Harsono mengungkapkan, layanan BlackBerry  merupakan global-network dengan numbering sistem sendiri yang menjadikan operator seluler tak lebih sebagai pipa (akses poin).  RIM mengenakan biaya  langganan sekitar 17 dollar AS  per pelanggan per bulan dimana perusahaan itu menndapat 7 dollar AS  (netto), sedang seluruh biaya mulai dari jaringan, layanan pelanggan, kapaistas Radio Access Network (RAN), pemasaran, dan lainya ditanggung oleh operator.

Tarik menarik terjadi antara RIM dengan regulator karena perusahaan itu berpendapat  menyediakan  akses yang dibeli 7 dollar AS per pelanggan per bulan.  Sementara regulator  berpendapat RIM sebagai penyedia jasa global yang menyewa jaringan operator seharga 10 dollar AS per pelanggan.

“Konsep ala RIM itu tidak dijalankan oleh instant messaging lainnya seperti Yahoo, Skype, atau Facebook.  Dari pola bisnis ini, RIM melalui RIM Indonesia harusnya termasuk penyelenggara jasa.  Karena itu harus mengurus izin operasi dan cukup bikin node atau exchange-point di sini, “ jelasnya.

Ketua Bidang Teknologi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Taufik Hasan menjelaskan, data yang disalurkan oleh RIM terenkripsi sehingga filtering tidak bisa oleh operator tetapi harus dilakukan RIM langsung.

“Pendirian server di Indonesia akan membantu karena trafik tidak  bolak- balik. RIM juga akan dianggap sebagai Network Access Perovider (NAP) sehingga bisa diminta tanggung jawab trafik internasional,  dan kecepatan menjadi lebih tinggi dengan peering ke Indonesia Internet Exchange (IIX),” jelasnya.

Selain itu biaya untuk pengguna menjadi lebih murah, negara mendapatkan tambahan PNBP, dan adanya kompetisi dengan penyedia akses lainnya.

Berdasarkan catatan, operator yang menjadi Mitra RIM adalah Telkomsel (960 ribu pelanggan), Indosat (650 ribu) pelanggan), XL (650 ribu pelanggan) Axis (90 ribu pelanggan), Smart Telecom (20 ribu pelanggan) Tri (90 ribu pelanggan) [dni]

110111 Q 601 Diperkirakan Terjual 10 Ribu Unit

JAKARTA—PT FPX Indonesia sebagai pemegang merek ponsel  TOOT memperkirakan  ponsel Qwerty seri Q 601 akan terjual 10 ribu unit setiap bulan karena pasar masih gandrung dengan desain ponsel ber-keypad ditengah gencarnya model layar sentuh.

“ Ponsel ini  mengandalkan desain tipis bermaterial sintesis, fitur TV, musik serta harga terjangkau yakni sekitar 400 ribu rupiah,” ungkap  Direktur Sales dan  Marketing TOOT, Salimin di Jakarta, Senin (10/1).

Dijelaskannya,  pasar ponsel Qwerty lokal masih sangat menjanjikan apalgi didukung fitur  yang lengkap  serta berbagai aplikasi social networking yang bisa  menjadi teman setia pengguna dimanapun dan kapanpun berada.

Dijelaskannya, material casing TOOT Q601 terbuat dari campuran sintesis sehingga menjadikannya sebagai  ponsel tahan banting dari goresan, debu dan air. Ukurannya yang sangat tipis yaitu 111 x 5.6 x 13.5 mm membuatnya nyaman digenggaman. Susunan Qwerty keypadnya cukup friendly karena memiliki jarak yang pas antara tombol satu dengan yang lainnya sehingga mampu meminimalisir kesalahan pengetikan pengguna. Kehadiran tombol navigasi lima arahnya, tombol akses langsung serta  tombol Call GSM 1 dan GSM 2 semakin memanjakan pengguna dalam mengoperasikan menu-menu ponsel.

Sementara layar yang disajikannya cukup besar dan lebar yaitu berukuran 2.3 inci ditambah dengan teknologi QVGA pada layarnya, menjadikan tampilan gambar dan siaran TV yang disajikan cukup jelas, terang dan jernih.

Fitur unggulan lainnya yang terdapat di ponsel Dual On GSM ini adalah TV. Ukuran layar yang disajikan cukup besar sehingga dapat membuat penggunanya maksimal ketika tengah menyaksikan siaran TV. Tersedia beberapa pilihan Chanel list yang bisa menyimpan siaran TV favorit serta terdapat auto search, are setting, effect dan lain sebagainya yang dapat diatur pengguna sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

Harga terjangkau yang ditawarkan namun tak membuat Q601 ini minim akan fitur. Fitur yang di benamkannya tak kalah dengan ponsel-ponsel high end, yaitu tersedia fitur musik yang super lengkap, mulai dari lagu-lagu yang dapat diputar dengan format MP3 Player, 3GP Video Player & Recorder, FM Radio serta Kamera.

Kamera yang dihadirkan berkualitas VGA, untuk memaksimalkannya pengguna dapat memanfaatkan settingan kamera yang tersedia seperti White Balance, Night Mode, Self Timer, Landscape, Portrait, Video Recording, Shutter Sound,  Effect,  Image quality, Contrast dan lain sebagainya.[dni]

110111 Anggaran USO naik 21,4%

JAKARTA—Anggaran untuk dana Universal Service Obligation (USO) pada tahun ini mencapai  3,4 triliun rupiah atau meningkat 21,4 persen dibandingkan 2009 sebesar  2,8 triliun rupiah

“Pemerintah menargetkan bisa menambah 1.000 daerah yang belum terjamah sambungan telepon bisa menjadi desa berdering tahun ini. Hingga akhir tahun lalu, desa berdering yang sudah dibangun sebanyak 31.800 wilayah.  Juni ini bisa selesai semua,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan untuk  untuk desa pintar yang telah dilengkapi akses internet  rencananya akan ditambah  1.000 daerah lagi hingga 2014.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI) Santoso Serad mengungkapkan,  seluruh Pusat Layanan Internet Kecamatan yang sudah terbangun dapat menikmati Internet bulan ini seiring didapatkannya pemenang tender  penyediaan port Internet upstream yakni  Cyber Network Indonesia (CNI).

Cyber Network Indonesia dinyatakan menjadi pemenang pada pekan ke-3 bulan Desember 2010 dalam proses tender penyedia port Internet bagi 5.748 pusat layanan Internet kecamatan (PLIK).

CNI memiliki bisnis utama di bidang penyediaan layanan jaringan broadband, dan menjalin kerja sama kemitraan dengan Speedcast Ltd HK yaitu anak perusahaan Asiasat Hong Kong yang bergerak sebagai operator satelit di wilayah in Asia Pasifik.

Adapun sejumlah fasilitas Internet kecamatan yang akan dapat segera digunakan antara lain di daerah yang pembangunannya telah 100 persen  seperti PT Telkom di wilayah Sulawesi, Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara. Daerah PT Aplikanusa Lintasarta yaitu wilayah Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, serta Papua.

Sementara itu sebagian daerah penggelaran infrastruktur PLIK lainnya yang penandatanganan kontraknya sempat tertinggal 2 bulan dibandingkan Telkom dan Lintasarta, saat ini masih mengejar penyelesaian. Sebagai contoh, PT Sarana Insan Muda Selaras yang baru mencapai 60 persen  penggelaran di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan PT Jastrindo Dinamika dengan wilayah Jawa Timur dan Sumatra (diluar NAD dan Sumut) baru mencapai 38 persen. Keduanya dijadwalkan baru menyelesaikan proyek pada Februari 2011.[dni]

110111 Bersiap Hadapi Era Tablet

Jasa data diyakini akan semakin berkibar pada tahun ini. Setelah pada tahun lalu pertumbuhan kontirbusinya di operator besar mencapai dua kali lipat, pada tahun ini hal serupa diyakini akan terjadi.

Salah satu pemicu maraknya layanan data adalah jenis perangkat yang semakin beragam seperti ponsel pintar mulai dari iPhone, BlackBerry atau ponsel lokal. Selain itu, sistem operasi yang beragam seperti  Android juga menjadi pemicu pelanggan semakin haus untuk menikmati akses data.

Salah satu perangkat untuk mengakses data yang diyakini akan berkibar pada tahun ini adalah computer tablet yang pertama kali diperkenalkan oleh Iphone melalui iPad. Selanjutnya ada Galaxy Tab dari Samsung dan produsen China yang tidak mau ketinggalan bermain di tablet dengan mengusung sistem operasi Android.

Research In Motion (RIM) mulai membocorkan kemampuan browser milik tabletnya  BlackBerry PlayBook.

Dalam video yang berdurasi lebih dari tiga menit yang dimunculkan di situs Cellular News itu terlihat kemampuan dari Playbook  menjadi perangkat mobile internet yang handal.

Dipertontokan dalam video itu kemampuan Playbook menjelajahi  situs videojs.com untuk menjajal kemampuan HTML5 di browsernya. Kemudian dilanjutkan dengan membuka video berbasis flash di YouTube.

Bahan pengujian selanjutnya menyambangi Facebook. Di situs yang sudah memiliki lebih dari 500 juta pengguna ini, PlayBook coba bermain dengan fasilitas chat dan game.

Dari demo itu  bisa diketahui kemampuan perangkat ini  membesarkan (zoom-in) dan mengecilkan (zoom-out) tampilan di perangkat ini sama seperti iPad yakni menyapukan tangan.

Lembaga  riset Gartner Inc memperkirakan penjualan komputer tablet pada 2010  mencapai 19,5 juta unit dan pada tahu ini  meningkat tiga kali lipat

Berbagai pemain pendukung untuk perangkat ini telah mempersiapkan diri seperti Opera Software tengah menyiapkan  browser yang dikhususkan untuk perangkat tablet guna mengantisipasi semakin tingginya pemakaian produk tersebut pada tahun ini.

Dikutip melalui situs Engadget, browser  milik Opera ini akan hadir secara khusus dengan basis sentuhan. “Pemunculan pertama dari browser ini akan terlihat pada  acara Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pekan ini,” kata situs tersebut.

Diungkapkannya, browser milik opera itu  sangat intutif dan mampu bergeser secara halus sama seperti yang dimiliki Safari untuk iPad. Bedanyam  Opera tablet tersebut dijalankan untuk sistem operasi berbasis  Android.

Opera Tablet ini memiliki sistem antarmuka berbeda dengan Opera Mini karena jika Opera Mini memproses isi konten dengan terhubung ke server mereka maka Opera Tablet ini akan menjalankan kode HTML dan JavaScript secara langsung di browser.

Praktisi telematika Faizal Adiputra mengakui pada 2011  pasar tablet akan booming di Indonesia dan mulai  sedikit menggeser posisi netbook. “Ini bisa dilihat dengan mulai agresifnya beberapa operator menggandeng penyedia perangkat tablet berjualan bundling data,” katanya

Sedagkan untuk apliklasi lokal juga  mulai mengarah ke computer tablet, terutama berbasis siste, Android. Fokus pengembangan aplikasi lokal  masih ke arah komunitas atau berbasis lokasi.
Selain itu diharapkan mulai bertumbuhnya pengembang game dari permainan asli Indonesia karena game di mobile device akan menjadi tren di tahun 2011 ini.

“Hal yang masih perlu diperjuangkan oleh pengembang aplikasi di Indonesia adalah bagaimana tetap mengembangkan aplikasi dan berbayar. Jangan hanya yang gratis saja,” tegasnya. [dni]

110111 Saatnya Meredakakan Perang Tarif

Industri telekomunikasi Indonesia pada 2010 diperkirakan memiliki penetrasi hingga 84,3 persen atau menjual sebanyak 204,8 juta kartu SIM. Angka itu mengalami kenaikan 8 persen jika dibandingkan 2009 dimana penetrasi 76,3 persen dari total populasi melalui penjualan  183,27 juta kartu SIM.

Pada 2010 diperkirakan industri telekomunikasi mengalami pertumbuhan sebesar 13,6 persen atau mencapai  11,776 juta dollar AS. Sedangkan investasi  diperkirakan  mencapai 2,2 miliar dollar AS yang digunakan 11 operator  memperebutkan  35 juta pelanggan baru.

Para analis keuangan memperkirakan pada tahun ini pertumbuhan sektor telekomunikasi hanya 9 persen, sedangkan jumlah pelanggan yang diperebutkan sekitar 38,15 juta nomor baru.

“Biasanya dengan kondisi penetrasi kartu SIM yang kian tinggi, tingkat pertumbuhan hampir sama dengan ekonomi. Lihat saja di negara maju dimana penetrasinya sudah 100 persen, tingkat pertumbuhannya sudah single digit,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui pertumbuhan industri pada tahun ini tak lebih dari 9 persen. “Namun,  XL tetap akan berusaha tumbuh di atas industri sekitar 11-12 persen baik untuk pendapatan atau jumlah pelanggan,” katanya.

Diungkapkannya, hingga tutup 2010 perseroan  berhasil mendapatkan 40,1 juta pelanggan  atau tumbuh 27,7 persen dibandingkan 2009 sebesar 31,4 juta pelanggan. Untuk tahun ini XL menargetkan  meraih  44,5-44,9 juta pelanggan

Diungkapkannya, strategi perusahaan ke depan tidak lagi akan bermain tarif di suara dan SMS mengingat besarannya telah terus dipangkas sejak tahun lalu. “Jika kita terus bermain di tarif untuk kedua jasa itu akan terkorbankan kualitas layanan. Selain itu, melihat pertumbuhan SIM Card tahun ini yang tidak besar, tidak ada gunanya dibanting tarif kalau pelanggan yang masuk tidak besar,” katanya.

Dijelaskannya, langkah yang akan dilakukan XL adalah fokus pada layanan data yang terus tumbuh kontribusinya pada tahun ini. Diperkirakan pada 2010 jasa data berkontribusi sebesar 9-10 persen bagi total pendapatan perseroan. Pada 2011 diharapkan meningkat di kisaran 15 persen untuk target minimal dan 20 persen dalam pencapaian maksimal.

“Sebanyak 30-35 persen belanja modal 2011  sebesar 500 juta dollar AS  akan digunakan untuk mengembangkan jasa data. Sisanya membangun 1.500- 2 ribu BTS baru,” katanya.

Telkomsel Meredup
Jika pada 2010 XL berhasil mencatat kinerja yang kinclong, tidak demikian halnya dengan pemimpin pasar seluler, Telkomsel. Anak usaha Telkom yang selalu menjadi andalan sebagai kontributor utama bagi pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tidak menggembirakan kinerjanya.

“Pada 2010 Telkomsel tidak mencapai target meraih 100 juta pelanggan dan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen. Ini semua karena pasar sudah mencapai titik jenuh,” keluh Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Berdasarkan catatan, Telkomsel pada 2009 meraih pendapatan sekitar 40 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 82 juta nomor. Target pada 2010 adalah mendapatkan omset 44 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 100 juta nomor.

Sinyal tidak dicapainya target oleh manajemen Telkomsel telah terbaca pada kinerja kuartal ketiga 2010 dimana hanya meraih pendapatan usaha 33,738 triliun atau tumbuh 5 persen dibandingkan periode sama 2009 sebesar  32,117 triliun rupiah.

“Kinerja terpukul kala kuartal I 2010 dimana terjadi perang penawaran SMS gratis lintas operator. Pada tahun ini kami fokus mengembangkan layanan data di 40 kota yang dinasbihkan sebagai broadband city. Kita prediksi sumbangan layanan data pada tahun ini mencapai 18 persen alias naik dari sebelumnya 14 persen,” jelasnya.

Berkaitan  isu pembenahan di manajemen Telkomsel dengan hadirnya direktur bidang Sumber Daya Manusia, Pemasaran, New Business, dan Teknologi Informasi untuk melengkapi posisi  direktur utama, keuangan, operasi, perencanaan dan pengembangan, dan niaga,  Rinaldi yang juga komisaris utama Telkomsel mengatakan baru sebatas wacana. “Semua harus dibicarakan dengan pemegang saham lainnya,” katanya.

Secara terpisah, Group Head Pemasaran  Vas Indosat Teguh Prasetya mengisyaratkan pada 2010 jasa seluler perseroan berhasil mencatat kinerja yang menggembirakan dengan pertumbuhan 19 persen dibandingkan 2009. “Kerja keras membuahkan hasil. Tahun ini kami perang di value dengan harga yang murah dan berkualitas,” katanya.

Sementara Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer menegaskan,  tetap fokus ke jasa suara dan SMS  melalui produk Esia karena segmen itu masih besar. “Bisnis data tidak dilupakan melalui AHA. Masalahnya ini produk baru, jadi belum banyak bicara,” jelasnya.

Erik mengaku tidak khawatir walau Juli nanti biaya interkoneksi untuk Fixed Wireless Access (FWA) berubah karena perseroan  dari awal dilahirkan sebagai budget operator  sudah mengimplementasikan  effective cost leadership. “Dari dulu kami tetap yang bisa dan sanggup menawarkan tarif telpon dan sms  paling murah ke konsumen. Itu yang akan menentukan di masa mendatang dan kami  paling siap,” tegasnya.

Sedangkan Pengamat telekomunikasi Bayu Samudiyo mengingatkan, titik jenuh pasar seluler terjadi di area yang biasa dilayani sementara untuk area baru masih ada potensi untuk digarap.

“Melihat kinerja operator pada tahun lalu,  memang bukan saatnya lagi perang untuk mencari pelanggan baru. Sekarang saatnya menaikkan pendapatan dengan menyediakan layanan berkualitas,” tegasnya.

Bayu memperkirakan, pada tahun ini persaingan yang panas terjadi di jasa data, sementara  untuk  suara  dan SMS, akan tetap “banjir bonus” demi mengejar pelanggan baru. “ Paket banjir bonus itu, hanya  untuk pelanggan baru. Ini akan memicu tingkat pindah pelanggan tetap tinggi, soalnya  fenomena konsumen mempunyai lebih dari satu kartu  adalah hal yg biasa. Nomor lama tetap hidup, tapi tetap ada nomor baru yang didorong promosi operator,” katanya.[dni]