060111 Perahu Kecil Menantang Ombak Besar

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) boleh saja sudah mengumumkan biaya interkoneksi untuk panggilan dari jasa seluler mengalami penurunan rata-rata 6 persen muali awal tahun ini.

Namun, suara pelanggan ternyata berkata lain. Adalah Pengacara Hinca Panjaitan yang mencoba mengayuh “perahu kecilnya” menantang “ombak besar” yang dibuat oleh regulator.

Pada Desember 2010, Hinca melontarkan somasi ke Kemenkominfo meminta penetapan penurunan biaya interkoneksi ditunda karena tidak ada transparansi dalam pembahasan. “Kala itu saya meminta besaran persentase itu dipaparkan secara ilmiah di depan publik. Ini agar jelas, angka-angka itu datangnya darimana. Jangan diklaim sepihak,” tegasnya kepada Koran Jakarta, Rabu (5/1).

Hinca menyesalkan, somasinya tidak diindahkan malah yang terjadi adalah diumumkannya penurunan biaya interkoneksi. “Kalau begini, minggu depan saya mengajukan gugatan. Apalagi besaran itu kabarnya karena kompromi. Kalau begitu yang dipikirkan hanya pelaku usaha, pelanggan dipinggirkan,” keluhnya.

Berdasarkan catatan, kajian secara publik untuk biaya interkoneksi kali ini terkesan tertutup dibandingkan 2008. Bisa dilihat, hingga sekarang jawaban tertulis dari regulator terkait pertanyaan dari kelompok yang menginginkan biaya interkoneksi diturunkan lebih besar tidak terjawab.

Selain itu, hasil hitungan dari konsultan yang ditunjuk Postel (TriTech) untuk menghitung biaya interkoneksi terkesan janggal karena tidak mencerminkan efisiensi dari Telkomsel yang dijadikan sebagai referensi bottom up. Telkomsel yang memiliki tarif efektif 220 rupiah, tetapi dihitung memiliki biaya interkoneksi 261 rupiah.

Belum lagi jika dilihat hasil perhitungan Bottom Up untuk 2009-2013 milik Telkomsel yang menunjukkan perbedaan dengan prediksi yang dibuat Ovum tiga tahun lalu. Ovum adalah konsultan yang dipakai untuk menghitung biaya interkoneksi 2008. Tercatat, menurut Tritech paanggilan dari seluler ke seluler lokal, telepon tetap, dan satelit pada 2009 sebesar 267 rupiah, 2010 (Rp 260), 2011 (Rp 251), 2012 (Rp 239), dan 2013 (Rp 230).

Bandingkan dengan hitungan 2007 yang dibuat Ovum dimana pada 2008 harusnya untuk tiga panggilan itu biaya 261 rupiah. Hal ini berarti pada 2009 terjadi kenaikan sekitar 2 persen oleh Telkomsel dari 261 menjadi 267 rupiah. Anehnya, untuk hitungan tahun 2011, besaran angka sama antara hitungan ovum dan Tritech yakni 251 rupiah.

Direktur Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menilai, penurunan biaya interkoneksi yang kecil bisa dibaca sebagai keinginan dari regulator untuk melindungi kepentingan operator tanpa melihat masyarakat yang sudah kecewa dengan layanan pelaku usaha yang tidak sesuai lisensi modern dimiliki.

“Rasanya wajar ada gugatan dari masyarakat terhadap putusan ini. Lebih menyedihkan adalah komitmen lima wakil masyarakat di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang tidak mencerminkan aspirasi rakyat. Mana komitmen di awal jabatan yang ingin bekerja keras demi rakyat itu,” tagihnya.

Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, penurunan biaya interkoneksi harusnya dinikmati oleh pelannggan bukan hanya operator. “Tetapi ini ada benturan kepentingan antara dua operator besar (Telkomsel dan Indosat) di satu sisi, di sisi lain ada XL dan operator kecil yang meminta penurunan lebih besar,” jelasnya.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menegaskan, sebagai personal sudah berjuang keras menurunkan biaya interkoneksi lebih besar sesuai aspirasi msyarakat. “Saya sudah berjuang keras. Harus diingat keputusan di BRTI itu kolegial. Apalah arti satu suara saya. Seperti beriak di tepian,” keluhnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s