281210 Menata Ulang Sumber Daya Alam Terbatas

Kala teknologi telekomunikasi  belum maju seperti sekarang, pemerintah tidak memandang frekuensi sebagai sesuatu yang bernilai tinggi. Puluhan tahun lalu, pemerintah lebih memanjakan penyiaran dalam memanfaatkan sumber daya alam terbatas itu karena berfungsi untuk  diseminasi informasi dan membangun citra penguasa.

Namun, jaman telah berubah. Saat ini sektor telekomunikasi menjadi bintang dalam memberikan setoran kepada pemerintah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Simak data berikut ini, pada tahun lalu Kemkominfo meraih PNBP  sekitar 7 triliun rupiah atau berkontribusi sekitar 6,4 persen bagi total PNBP negara. Sedangkan pada 2010 angka itu melonjak sekitar 30 persen atau menjadi sekitar 8,5 hingga 9,1 triliun rupiah.

Hampir 80 persen PNBP dari Kemkominfo disumbang oleh Ditjen Postel, terutama dari pengelolaan frekuensi. Sektor telekomunikasi menyumbang 90 persen  dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, yaitu mencapai 5,13 triliun rupiah, sedangkan  sektor penyiaran hanya menyumbang 20 miliar rupiah pada tahun ini.

Sumber PNBP lainnya bagi Kemkominfo adalah pembuatan sertifikasi, biaya Jasa Telekomunikasi (Jastel), dan kontribusi Universal Service Obligation (USO). Jastel biasanya ditarik satu persen dari pendapatan operasional penyelenggara telekomunikasi. Sedangkan USO sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor operator.

Sayangnya, walaupun posisi sektor telekomunikasi menjadi bintang dalam hal setoran, tetapi tidak untuk penguasaan frekuensi. Hal ini tak bisa dilepaskan dari warisan kebijakan di masa lalu dimana  penyiaran adalah bintang lapangan.

Berdasarkan catatan, sektor telekomunikasi menguasai 585 Mhz, penyiaran berbasis satelit (1.600 Mhz), broadcast teresterial (700 Mhz), kementrian pertahanan/polisi (1.500 Mhz), Kemenhub (500 Mhz), dan penelitian (200 Mhz).

Melihat kondisi seperti ini, sudah saatnya dipikirkan oleh penguasa di negara ini melakukan refarming frekuensi dengan menghitung ulang kebutuhan setiap sektor usaha. Refarming adalah konsep menata ulang frekuensi yang telah terpakai dengan teknologi baru agar manfaat yang di dapat lebih optimal. Jika refarming terjadi, sektor telekomunikasi harus mendapatkan prioritas tambahan frekuensi mengingat era konvergensi akan datang dan membutuhkan penggunaan spektrum yang banyak.

Untuk kondisi Indonesia, refarming yang dilakukan haruslah bersikap nasional dan lintas sektoral. Pemerintah harus berani mengambil keputusan tegas dengan menarik frekuensi yang tidak terpakai secara optimal oleh satu sektor usaha atau mengurangi alokasi.

Di sektor telekomunikasi refarming bisa dilihat dari kepemilikan jumlah pelanggan dan daya jangkau operator. Sedangkan untuk penyiaran,  para pelaku usahanya  harus mulai menjalankan teknologi kompresi terbaru agar kepemilikan frekuensi yang besar bisa dikurangi dan dialihkan untuk teresterial.

Syarat dari suksesnya konsep penataan ulang ini harus dibuatnya Undang-Undang khusus tentang penggunaan frekuensi dan selanjutnya membentuk Badan pengelola frekuensi layaknya di beberapa negara Eropa seperti Perancis yang memiliki Agence Nationale des Frequences (ANF).

Badan yang langsung berada di bawah pemimpin pemerintahan ini harus dimiliki Indonesia mengingat pengaturan frekuensi lintas sektoral sehingga membutuhkan wewenang yang luas.

Jika seperti sekarang dimana hanya dipegang oleh level direktur di Ditjen Postel hal yang terjadi adalah  kewenangan tidak sebanding dengan fungsi yang besar sehingga    tidak mampu menahan intervensi  dari pihak luar.

Terakhir, diperlukan kerelaan dari semua pihak untuk menyadari refarming bertujuan meningkatkan perekonomian negara.  Soalnya sudah menjadi rahasia umum frekuensi dianggap sebagai aset oleh pelaku usaha, bukan “pinjaman” dari negara. [dni]

281210 Tri Tawarkan Tarif Hemat ke Hong Kong

JAKARTA—Hutchison CP Telecommunications Indonesia (HCPT)  memperkuat posisi produk Tri sebagai  solusi komunikasi hemat ke luar negeri dengan menawarkan tariff hemat ke Hong Kong menggunakan kode akses 01088.

“Untuk sambungan telepon berkualitas ke Hong Kong, Tri bersinergi dengan sesama grup Hutchison Asia Telecom, 3 Hong Kong,” ungkap Presiden Direktur HCPT Indonesia Manjot Mann di Jakarta, Senin (28/12).

Diungkapkannya, sambungan telepon ke luar negeri masih menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia dan berpotensi untuk tumbuh secara positif. Apalagi, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri sangat besar, di antaranya tercatat sekitar 136.000 tenaga kerja Indonesia bekerja di Hong Kong.

Ekspat atau tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia terdapat sekitar 60.000 orang, belum lagi pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri dan tidak sempat pulang ke Indonesia untuk menikmati liburan Natal dan Tahun Baru.

“Mereka adalah pangsa pasar yang potensial untuk layanan ini. Hal inilah yang mendorong Tri untuk berinovasi menghadirkan layanan telepon ke luar negeri dengan mekanisme tarif yang mudah, ekonomis namun tetap berkualitas,” ujarnya.

Dikatakannya, sinergi dengan grup operator 3 (Tri) dalam menghadirkan sambungan telepon ke luar negeri akan dikembangkan ke negara lain di antaranya Australia, Austria, Denmark, Irlandia, Italia, Macau, Swedia dan Inggris. ”Jaringan GSM di bawah merek 3 sudah banyak dikenal di negara-negara Eropa dan Asia, dan kualitas jaringannya tidak diragukan lagi. Kami berharap sinergi positif ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi pelanggan Tri di Indonesia,” jelasnya.

Dijelaskannya, Tri menawarkan tarif berlangganan telepon sepuasnya dari nomor Tri Indonesia ke nomor Tri Hong Kong dengan sangat hemat, yaitu 50 ribu rupiah  per bulan dengan tambahan bonus kirim SMS ke semua nomor operator Hong Kong. ”Tarif ini 38x lebih murah jika dibandingkan penawaran operator lain yang ada saat ini,” tegasnya.

Selain tarif hemat telepon ke Hong Kong, Tri  juga menawarkan tarif ekonomis  110 ribu rupiah  per bulan untuk telepon sepuasnya ke semua nomor tujuan di Amerika, Kanada, Singapura, Cina, Hongkong, Thailand dan India. Juga ke nomor PSTN di  Australia, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Prancis, Inggris, Austria, Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Spanyol, Swedia dan Taiwan.[dni]

281210 Merpati Targetkan Omset Naik 20%

JAKARTA—PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menargetkan meraih omset sebesar 2,04 triliun rupiah atau meningkat 20 persen pada tahun depan  dibandingkan capaian tahun ini senilai 1,7 triliun rupiah.

“Pada tahun depan diyakini ada pertumbuhan karena armada baru MA-60 sebanyak 15 unit akan beroperasi. Kita juga targetkan jumlah penumpang yang diangkut ada kenaikan dari 325 ribu per hari pada 2010, menjadi 350 ribu jiwa pada 2011,” ungkap Direktur Niaga Merpati Nusantara Airlines Tony Alia Achmad di Jakarta, Senin (27/12).

Direktur Keuangan Merpati Nusantara Airlines Farid Lutfi mengakui, untuk raihan pendapatan pada tahun ini terjadi penurunan sebesar 0,05 persen dibandingkan 2009 sebesar 1,8 triliubn rupiah. “Kondisi tahun lalu berbeda dengan tahun ini. Semester I tahun ini sangat berat, sehingga kinerja semester II yang mulai menguat tidak signifikan mendongkrak. Kami perhitungkan pada 2010 rugi operasi sekitar 30-40 miliar rupiah,” keluhnya.

Tony menjelaskan, pada semester I 2010 terjadi penurunan jumlah pesawat jet yang digunakan dari 10 atau 11 unit per harinya menjadi 6 pesawat. Padahal, pesawat jet menjadi kontributor utama pemasukan bagi perseroan. “Kalau pesawat baling-baling itu hanya sekitar 20 miliar rupiah,” katanya.

Dijelaskannya, kondisi mulai berubah memasuki semester II 2010 dimana jumlah pesawat jet berhasil dinormalkan kembali dan permintaan menguat. Saat ini, Merpati mengoperasikan 23 unit pesawat. Perinciannya 10 pesawat jet, 6 pesawat MA-60, 5 pesawat Twin Otter dan 2 pesawat Casa melayani 68 rute dengan 115 frekuensi penerbangan.

“Kami juga mulai membuka rute-rute baru. Salah satunya Denpasar-Dili yang mulai dibuka 8 Desember lalu dengan pesawat B 737-300. Selanjutnya penerbangan carter  Kupang_Dili pada 5 Januari 2011. Kedua rute itu tingkat isiannya 80 persen dan memiliki potensi yang menggiurkan mengingat ekspatriat dari Dili banyak yang ingin berlibur ke Indonesia,” jelasnya.

Hutang
Pada kesempatan sama, Direktur Utama  Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengungkapkan, perseroan berhasil merestrukturisasi utang  dengan lessor pesawat senilai  5,4 juta dollar AS. Selain itu, Merpati juga mendapatkan penurunan harga sewa pesawat dari harga sebelumnya.

“Renegosiasi dilakukan dengan  tiga lessor pesawat yaitu Air Castle, Jetlease dan Jet Scape. Kami mengajak mereka bertemu karena kami merasa kesulitan kalau kontrak diteruskan dengan harga sewa yang mahal ,” jelasnya.

Diungkapkannya, negosiasi itu akhirnya menghasilkan kesepakatan penghapusan utang dengan dua lessor, yaitu Jetlease sebesar  1,7 juta dolar AS dan Jet Scape sebesar  3,7 juta dollar AS. Sementara dengan Air Castle, kontrak sewa menyewa pesawat tetap berjalan dan utang Merpati sebesar  305 ribu dollar AS  tetap dibayarkan.

Negosiasi dengan Jetlease juga menyetujui penurunan harga sewa pesawat per bulan dari  145 ribu dollar AS  menjadi  80 ribu dollar AS. Selain itu, lessor juga menyediakan 3 mesin pesawat yang sebelumnya harus disewa. “Jangka waktu sewa menyewa diperpanjang hingga 2015,” katanya.

Sementara itu, Jet Scape menjanjikan akan memberikan pesawat yang disewa sebagai hak milik Merpati pada Nopember 2011. Syaratnya, Merpati tetap melanjutkan sewa dan tetap membayar harga sewa pesawat usia 20 tahun sebesar  213 ribu dollar AS per bulan. Di sisi lain, uang deposit Merpati sebesar  2,5 juta dollar AS akan hangus

Merpati bekerjasama dengan lessor pesawat Air Castle untuk sewa menyewa 1 pesawat Boeing 737 Seri 400. Jet Lease untuk sewa menyewa 2 pesawat Boeing 737 seri 300. Sedangkan dengan Jescape untuk sewa menyewa 1 pesawat Boeing 737 seri 400 dan 1 pesawat Boeing 737 seri 300. Saat ini total utang Merpati sendiri  mencapai 1,9 triliun rupiah.[dni]

281210 Operator Disarakan Jalankan Transformasi Sistem OSS /BSS

JAKARTA—Operator telekomunikasi disarankan menjalankan tarnsformasi Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS) untuk mengantisipasi terus turunnya pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) di jasa  suara dan meningkatnya  permintaan untuk mobile internet.

“Operasi dan sistem pendukung bisnis (OSS/BSS) adalah kunci dari bisnis yang sukses mendukung operasi penyedia layanan sebagai  suatu badan usaha,” ungkap Country Director Frost & Sullivan Indonesia Eugene van De Weerd di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, sistem OSS/BSS mampu  menurunkan biaya dan menjaga efisiensi operasional, serta mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan mengingat  permintaan konsumen kian  dinamis.

“Pasar sedang mengalami masa transisi dan penyedia jasa telah ber-transformasi menjadi organisasi yang berorientasi pada konsumen (customer-centric) dengan jaringan dan infrastruktur yang lebih handal,” katanya.

Dikatakannya, layanan berbasis konsumen yang dikenal dengan istilah “life changing services” saat ini sedang berkembang. Layanan tersebut  merupakan kombinasi dari kemampuan jaringan, konten, dan fitur perangkat pengguna untuk memenuhi  kebutuhan konsumen akan fitur-fitur pendukung kegiatan bisnis, sosial maupun pribadi

“Tantangan terbesar bagi penyedia layanan adalah memenuhi peningkatan permintaan atas layanan data secara eksponensial. Masalah yang dihadapi sekarang adalah  kesenjangan antara layanan data yang bertumbuh secara eksponesial dan pendapatan yang dihasilkan ,” katanya.

Berdasarkan catatan, pada awal tahun ini Telkomsel  salah satu operator yang menyelesaikan tender  OSS, BSS senilai 1,2 triliun rupiah  dengan menjadikan  Amdocs sebagai  rekanan.

Amdocs berdasarkan penelusuran di Internet pernah terlibat bersama agen rahasia Israel, Mossad, dalam menyadap gedung putih beberapa tahun lalu.  Namun, masalah asal perusahaan ini diklarifikasi oleh Menkominfo Tifatul Sembiring dan manajemen Telkomsel yang menyatakan perusahaan ini berasal dari Amerika Serikat.[dni]

271210 Flexi Siap Antisipasi Lonjakan Trafik Akhir Tahun

JAKARTA—Telkom Flexi menyatakan jaringan dan layanannya telah siap mengantisipasi lonjakan trafik menjelang penutupan tahun 2010 untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi  bagi 16,8 juta pelanggannya.

“Sebanyak 5.650 BTS yang tersebar di seluruh Indonesia telah ditingkatkan kapasitasnya untuk mengantisipasi kenaikan trafik menyambut Natal 2010 dan Tahun Baru 2011,” ungkap Executive General Manager Divisi Telkom Flexi, Triana Mulyatsa di Jakarta, Minggu (26/12).

Diungkapkannya, Flexi telah  menyiapkan 3,2 juta nomor Flexi Combo untuk mengantisipasi pelanggan yang berpergian di luar kode areanya. Flexi Combo adalah fitur yang membuat pelanggan bisa berkomunikasi di luar kode areanya dengan nomor virtual melalui aktifasi menekan  *777  dimanapun berada tanpa harus mengingat-ingat lagi kode area  kota tujuan.

Dijelaskannya, tim jaringan juga telah menyediakan tambahan repeater dan mobile BTS di beberapa tempat wisata  dan lokasi-lokasi yang menjadi pusat kunjungan pada periode libur  akhir tahun untuk meningkatkan kualitas sinyal.

Sedangkan untuk kebutuhan akses ke dunia maya,  disediakan 5  koneksi gerbang Internet di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya dan  Banjarmasin dengan total kapasitas bandwidth sebesar 3,2 Gbps.

“Animo  masyarakat untuk menggunakan layanan data Telkom Flexi, khususnya FlexiNet, cukup besar khususnya pada hari libur dan periode Natal  2010 dan menjelang tahun baru 2011. Hal itu terlihat dari kenaikan  trafik sekitar 2 Mbps setiap harinya. Saat ini pengguna aktif layanan FlexiNet sekitar 400 ribu pengguna,” ungkapnya.

Sementara dari sisi layanan, Triana mengungkapkan, telah disiapkan sejumlah produk yang penuh inovasi  seperti  Flexi  ngROOMpi dan Flexi Musik.

Flexi ngROOMpi merupakan salah satu terobosan baru sekaligus alternative bagi pengguna flexi, khususnya bagi yang menginginkan bicara sekaligus dengan banyak orang tanpa menggunakan cara yang berbelit-belit.

Untuk menikmati Flexi ngROOMpi sangat mudah, cukup dengan tekan *55*0 call pelanggan Flexi akan mendapatkan balasan via SMS berupa nomor PIN, nomor PIN tersebut dapat dibroadcast ke saudara, teman dan kolega yang akan diajak bergabung agar sama-sama  menghubungi nomor PIN tersebut dan selanjutnya ngobrol bareng atau semacam teleconference dapat berlangsung.

“ Ini merupakan value kepada pelanggannya berupa kemudahan berkomunikasi ke sesama flexi lebih dari dua nomor bahkan sampai seribu nomor se Indonesia secara bersamaan, disertai biaya yang sangat irit, hanya 49 rupiah per menit dimanapun pelanggan berada” jelasnya.

Produk Flexi lainnya yang tak kalah menarik adalah Flexi Musik yang  merupakan cara baru menikmati musik, dengan  cara rental atau beli putus. Pelanggan  dapat menikmati lagu kesukaannya dengan lebih cepat, Flexi  Musik juga memberikan kemudahan dalam mengakses content-content musik secara spesifik dan tematik sehingga menghilangkan barrier atau kendala dalam pemanfaatan fitur/ content yang ditawarkan.

Flexi memanjakan pelanggannya dengan layanan akses Flexi MUSIK *616#. Layanan ini diharapkan dapat mengisi dan menemani pelanggan di musim liburan ini.

Layanan tersebut memungkinkan  pelanggan mendengarkan musik Favoritmelalui  handset Flexi apapun, cukup tekan *616#, ribuan lagu hits dapat dimainkan sepuasnya dengan biaya hanya 149 rupiah per menit.[dni]

231210 PP BHP Pita Disahkan

JAKARTA—Peraturan Pemerintah (PP) tentang Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi berbasis pita akhirnya ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Desember lalu.

“Sudah ditandatangani oleh Presiden pada pertengahan bulan lalu. PP langsung berlaku sejak ditandatangani yakni 15 Desember 2010,” ungkap Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio Kementerian Kominfo Tulus Rahardjo di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, BHP frekuensi berbasis pita adalah penarikan pungutan berbasis lebar pita yang dikuasai oleh pelaku usaha. Konsep ini berbeda dengan yang berlaku selama ini yakni berbasis izin stasiun radio (ISR). Di pola ISR, setiap operator yang menambah base transceiver station membayar setiap jumlah BTS yang ditambahnya.

BHP pita akan diprioritaskan untuk seluler dan fixed wireless access (FWA) dan kemudian disusul untuk layanan broadcasting, digital broadcasting, dan lain-nya yang penggunaan frekuensinya bersifat eksklusif.

Diyakininya, konsep BHP berbasis pita akan memacu operator untuk melakukan ekspansi pada tahun depan agar frekuensi yang telah dibayar tidak sia-sia. Dengan penerapan pola baru itu setiap operator pada saatnya akan membayar kewajiban dengan nilai yang sama selama menggunakan spektrum yang sama.

“Memang ada transisi selama 5 tahun agar besaran yang dibayar oleh semua operator menjadi sama. Hal ini karena adanya operator yang telah menjangkau nasional, sementara lainnya masih terbatas. Masa transisi ini akan dipaksa yang masih ketinggalan untuk giat membangun,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam transisi 5 tahun itu, operator akan membayar BHP per MHz frekuensi yang dimilikinya sebagai bentuk kewajiban yang harus dibayarkan kepada negara dan dianggap sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Kementerian teknis yaitu Kemenkominfo.

Berkaitan dengan restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran BHP milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) untuk tahun lalu, Tulus mengungkapkan, telah dilakukan setalah adanya penghitungan ulang. “Tidak ada masalah dengan restitusi itu,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, restitusi terjadi setelah adanya protes dari BTEL yang merasa membayar BHP frekuensi kelebihan dibandingkan Telkom Flexi yang memiliki jumlah BTS lebih besar. Restitusi BTEl diperkirakan mencapai 80 miliar rupiah.[dni]

231210 Garuda Dukung Timnas

JAKARTA—Garuda Indonesia mendukung kesebelasan Tim Nasional Garuda dengan menyiapkan pesawat berbadan lebar Boeing B747-400 pada hari Minggu, (26/12) untuk membawa suporter Tim Nasional Garuda dari Jakarta untuk melihat tim kesayangannya berlaga di Kuala Lumpur memperebutkan piala AFF 2010.
“Penerbangan tambahan tersebut merupakan bagian dari rencana 1000 kursi yang disiapkan Garuda Indonesia sebagai respon dan dukungan atas permintaan para suporter yang ingin memberikan dukungan langsung dan mengawal tim kesayangan saat berlaga di Stadion Bukit Jalil,” ungkap juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto melalui keterangan tertulis Kamis (23/12).
Dijelaskannya, pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas 42 kelas eksekutif dan 386 kelas ekonomi tersebut direncanakan diterbangkan dari Jakarta Minggu pagi (26/12)  pukul 10.00 WIB, tiba di Kuala Lumpur pukul 13.00 LT, dan setelah pertandingan usai, pesawat akan diberangkat kembali pada hari yang sama dari Kuala Lumpur pukul 23.00 LT dan tiba di Jakarta pukul 24.00 WIB.
Selain itu, Citilink Garuda Indonesia pada tanggal yang sama juga menyiapkan 2 pesawat tambahan dari Surabaya untuk membawa suporter asal Surabaya ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan. Dari Jakarta, pada hari tersebut Citilink juga berencana memberangkatkan satu pesawat ke Kuala Lumpur sebagai penerbangan ekstra. Tambahan penerbangan diatas merupakan penerbangan tambahan atas dua penerbangan reguler (setiap hari) antara kedua kota menggunakan Boeing B-737-800 dengan kapasitas 150 tempat duduk yang masing – masing berangkat pada pukul 08.45 WIB dan 17.10 WIB.
Untuk kemudahan dan kenyamanan para suporter dalam memberikan dukungannya kepada tim nasional, selain tiket pesawat, Garuda Indonesia juga menyiapkan transportasi bus dari airport ke stadion Bukit Jalil pp., serta berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kuala Lumpur untuk kemudahan pembelian tiket masuk pertandingan sepak bola bagi para penumpang. Garuda Indonesia menawarkan harga khusus tiket penerbangan “one day trip” tersebut dengan harga sangat terjangkau mulai 156 dollar AS (nett).
“Garuda akan tetap melihat perkembangan pasar dan segera mengantisipasi permintaan para suporter bila ternyata penerbangan tambahan masih diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kantor penjualan Garuda Indonesia atau menghubungi Call center Garuda Indonesia 0804 1 807 807 (021 2351 9999) atau website : www. Garuda-indonesia.com,” katanya.[dni]

231210 Remote Office, Solusi Kemacetan

Banyak kalangan memperkirakan DKI Jakarta dalam waktu empat tahun mendatang jalanannya  akan lumpuh total karena tidak mampu mengimbangi membludaknya jumlah kendaraan bermotor.

Diperkirakan pertumbuhan jumlah kendaraan dalam setahun mencapai 91 kali lipat dari pertumbuhan luas jalan. Polda Metro Jaya mencatat pada tahun  lalu jumlah sepeda motor di Jakarta mencapai 7,5 juta unit atau meningkat dari tahun 2008 yang mencapai 6,7 juta unit. Sedangkan tahun 2010, pertambahan kendaraan di Jakarta 1.117 kendaraan per hari, terdiri dari 220 mobil dan 897 sepeda motor.

Dalam setahun, ruas jalan yang akan ditempati mobil baru mencapai 361.350 meter persegi atau 361 kilometer. Sementara penambahan ruas jalan raya  rata-rata hanya 401 meter per tahun.

Saat ini daya dukung infrastruktur jalan DKI Jakarta hanya mampu menampung 1,05 juta kendaraan. Panjang jalan yang dimiliki Jakarta sepanjang 7.650 kilometer dan luas jalan seluas 40,1 kilometer atau  6,2 persen dari luas wilayah DKI Jakarta.  Berdasarkan penghitungan itulah para pengamat meramalkan kelumpuhan Jakarta.

Sebenarnya, jika pemerintah bersama masyarakat menyadari lengkapnya  infrastruktur teknologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ketakutan akan kelumpuhan itu tidak akan terjadi. Di  Jakarta dan sekitarnya semua operator telkomunikasi memiliki backbone serat optik untuk menghantarkan data. Bahkan, beberapa operator sudah menerapkan metro Ethernet. Sedangkan untuk akses tersedia teknologi wireless dan wireline.

Artinya, kemampuan untuk menghantarkan data dengan tingkat kestabilan lebih tinggi di Jakarta. Sayangnya, masyarakat dan pemerintah belum menyadari potensi yang bisa dilakukan dengan hadirnya infrastruktur teknologi. Hal ini bisa terlihat dari belum produktifnya penggunaan internet dari 45 juta pengguna di tanah air.  Sebanyak 58 persen digunakan untuk mengakses jejaring sosial  dan games online 35%.

Seharusnya masyarakat menjalankan  remote office agar infrastruktur yang sudah lengkap  tidak menjadi aksesori  bagi operator. Remote office adalah konsep melakukan pekerjaan dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi atau menyelesaikan pekerjaan.

Contoh nyata dari sektor yang menjalankan konsep ini adalah  para jurnalis walau belum secara konsisten dijalankan karena budaya berkoordinasi secara tatap muka langsung masih menjadi tradisi yang susah dihilangkan.

Simaklah cara kerja jurnalis masa kini. Setelah selesai melakukan reportase, berita akan dibuat on the spot untuk mengejar kecepatan dan dikirim melalui email dengan perangkat bergerak. Koordinasi  dengan kantor pun cukup dilakukan dengan instant messaging sehingga menghemat biaya transportasi.

Untuk sektor lainnya mungkin tidak sesederhana ini. Tergantung dengan pola dan lingkup pekerjaan. Misalnya, untuk koordinasi yang membutuhkan banyak orang maka dibutuhkan jasa telepresence.  Satu hal yang pasti ketersediaan Virtual Private Network (VPN)  diperlukan untuk    kestabilan koneksi dan sekuriti.

Seandainya remote office  terealisasi, dipastikan jumlah penduduk yang berkeliaran kala pagi atau sore hari akan berkurang karena pekerja tidak perlu terburu-buru datang ke kantor hanya untuk mengejar absensi.

Di sektor telekomunikasi pun ini akan mendukung  tumbuhnya bisnis komputasi awan (cloud Computing) yang mendorong hadirnya  pengembang aplikasi kreatif membuat software  sesuai kebutuhan satu perusahaan. Ujungnya roda perekonomian bergerak lebih kencang.

Hal lain  tentunya  penghematan biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)  dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat Jakarta mengingat waktu bersama keluarga lebih banyak. Kalau  sudah begini, saatnya kita optimalkan telekomunikasi untuk hidup yang lebih baik.[dni]

231210 Menebak Arah Aplikasi Bergerak

Pada tahun ini para pengembang aplikasi mulai mendapatkan tempat di industri telekomunikasi. Tren ini  diperkirakan akan berlanjut pada 2011.

Pendiri Polar Mobile Kunal Gupta memperkirakan  beberapa hal akan terjadi di bisnis aplikasi untuk perangkat bergerak (mobile application) secara global  pada tahun depan. Polar  merupakan pengembang aplikasi bagi  Apple Inc, Google Inc, dan  Research in Motion Ltd.

“Pengembangan aplikasi mobile tidak hanya untuk iPhone atau iPad pada tahun depan walau kenyataannya pada akhir 2010 akan ada 4 juta aplikasi yang akan diunduh melalui dua perangkat itu,” katanya seperti dikutip dari laman Financial Post.com belum lama ini.

Menurutnya, perangkat berbasis sistem  Android akan menjadi tantangan yang berat bagi Apple setelah keluarnya  versi ketujuh dari Google.

Diperkirakannya,  komputer tablet mulai berbicara banyak mengingat pada tahun ini telah terjual sebanyak 11 juta unit secara global. Pada 2011 diperkirakan komputer jenis ini akan terjual sebanyak 55 juta unit.

“Pada tahun depan para pengembang aplikasi akan lebih mengutamakan pelanggan aktif ketimbang jumlah yang diunduh.  Aplikasi jejaring sosial akan memegang peranan penting dalam penetrasi perangkat walaupun mulai bermunculan merek-merek tradisional menawarkan aplikasi mobile seperti koran versi digital,” jelasnya.

Sedangkan untuk nasib aplikasi berbayar, diperkirakan masih mendapatkan tantangan yang berat mengingat keternatasan infratsruktur sehingga belum mencapai skala ekonomi yang ideal.

Pada tahun depan pun para  pengembang aplikasi mulai getol mengembangkan  near-field communications (NFC) yang bisa membuat ponsel menjadi alat commerce. “Dukungan dari aplikasi yang bisa menjamin keamanan sangat dibutuhkan. Saya juga  melihat akan ada pertambahan sistem operasi dan perangkat yang membuat para pengembang harus mengkustomisasi setiap aplikasi buatannya,” jelasnya.

Tren Indonesia
Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto mengungkapkan, untuk Indonesia pada tahun depan aplikasi mobile masih akan didominasi oleh jejaring sosial seperti Facebook, Twittwer atau  foursquare. Selain untuk penggunaan personal, jejaring sosial akan diadopsi  untuk kegiatan bisnis sebagai bagian dari  strategi hubungan dengan pelanggan. Fitur berbasis lokasi di masyarakat  diyakini menjadi  bagian dari strategi bisnis, terutama  pada kegiatan usaha berbasis lifestyle seperti café atau resto.

“Perkembangan ini didukung oleh  karakteristik masyarakat Indonesia dengan sifat kekeluargaan yang tinggi. Fenomena ini juga didukung  tersedianya aplikasi client (client application) pada handset sebagai standar aplikasi. Mobile internet yang tumbuh 50-100 persenpada tahun depan akan menjadi basis berkembangnya mobile application di sini,” jelasnya.

Sedangkan untuk aplikasi berbayar yang akan laris tahun depan adalah terkait dengan  bisnis dan menunjang produktifitas  seperti  office viewer atau e-book.  Selain itu, aplikasi hiburan  seperti games premium akan terus menjadi  kontributor bagi aplikasi berbayar.

Diungkapkannya, pertumbuhan mobile application di Indonesia masih dalam fase awal, sehingga dengan  basis yang ada, diperkiran terjadi kenaikan dobel digit pada tahun depan didorong oleh aplikasi yang tersedia di apps store seperti milik Apple, Android, dan Ovi.

“Peningkatan itu akan membuat kontribusi layanan data bagi operator meningkat. Jika sekarang masih di bawah 10 persen, pada tahun depan bisa mencapai 15-20 persen dari total omset,” katanya.

Group Head Pemasaran Vas Indosat Teguh Prasetya mengakui, kontribusi mobile data pada tahun depan melebihi 20 persen karena masa pengenalan dianggap telah selesai. “Fitur mobile advertising dan commerce untuk transaksi mulai mendapat tempat tahun depan selain tentunya jejaring sosial dengan  fitur “Location Based”. Aplikasi gratis di Android market juga akan semakin berjaya tahun depan,” katanya.

Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, mobile application tidak hanya bermain di segmen atas tetapi juga bawah hal itu terlihat di pelanggan Esia yang terus aktif menggunakannya. “Tahun depan di Indonesia tetap tiga aplikasi yang akan dominant yakni  jejaring sosial dan instant messaging,  musik, serta  games,” katanya.

Menurutnya, tren lain yang menggembirakan di Indonesia adalah kesadaran mulai ada untuk membeli aplikasi berbayar walau penggunaan gratisan masih tinggi. “Tantangannya harus banyak saluran pembayaran. Tidak bisa hanya mengandalkan kartu kredit. Kerjasama erat operator dengan perbankan dibutuhkan,” katanya.

VP Digital Music and Content Management Telkomsel Krish Pribadi menjelaskan,  masih terdapat beberapa kendala untuk mengakses  mobile application ke pelanggan seperti  keperluan untuk melakukan provisioning dan setting koneksi data di perangkat. Berikutnya reliability koneksi data,  mahalnya tarif,  dan kompatibilitas perangkat.

Biasanya  penyedia applikasi menyiasati hal ini  dengan melakukan bundling pre-installed application dengan perangkat. Di sisi lain,  penyedia perangkat  juga bergerak ke arah yang sama untuk meningkatkan nilai tambah dari perangkat. “Saya perkirakan tren  tahun depan akan didominasi  dengan pre installed mobile application. Sedangkan fiturnya masih seputar jejaring sosial,” katanya.

Kris memperkirakan pertumbuhan pendapatan dari mobile content pada tahun depan akan sebesar 20 persen mengingat mekanisme penagihannya masih berbasis SMS. “Sedangkan masalah untuk aplikasi berbayar itu di tarifnya. Sebenarnya pengguna senang dengan yang ditawarkan, tetapi terkendala daya beli,” jelasnya.

VP Marketing MDS XL Axiata Jeremiah de la Cruz  mengungkapkan, sedang menyiapkan ekosistem agar pengembangan aplikasi kian meningkat di Indonesia. “Tingginya penetrasi ponsel harus dimanfatkan oleh pengembang aplikasi dengan membuat layanan yang sesuai kebutuhan. Selain itu XL sedang membuat ekosistem untuk metode pembayaran agar penegmbang aplikasi bisa lebih ekspansif,” jelasnya.

Menurutnya, dalam bisnis aplikasi masalah tingginya jumlah pengunduh masih memegang peranan penting karena akan digunakan untuk membuat matrik profiling pelanggan.  “Membuat segmentasi itu sangat penting. Tetapi, jika pengembang aplikasi  ingin mencari uang dil luar bisnis inti, boleh saja mencari pelanggan aktif yang banyak,” sarannya.

Sementara Praktisi Telematika Faizal Adiputra menyarankan para pengembang aplikasi lokal lebih menonjolkan sesuatu yang berbau nusantara untuk mendapatkan posisi unik di pasar. “Permainan tradisional ada baiknya dijadikan aplikasi. Bagaiamana pun games adalah aplikasi yang menjadi tren pada 2011. hal itu terlihat dari masih tingginya keinginan pelanggan mengunduh walau kebanyakan berbayar,” jelasnya.[dni]

231210 Natal dan Tahun Baru, XL Perkirakan Trafik Naik 30%

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) memperkirakan trafik komunikasi suara dan SMS dari 40 juta pelanggannya saat perayaan Natal 2010 dan tahun baru 2011 akan naik sebesar 20-30 persen.

“Kami perkirakan akan naik sebesar 20-30 persen karena adanya pengiriman ucapan selamat dari pelanggan ke kerabatnya. Tetapi itu tidak akan terjadi di semua area. Biasanya yang tinggi di Jabodetabek atau Bali,” ungkap VP Network Operation XL Robert Dedi Purwanto di Jakarta, Kamis (22/12).

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi kenaikan trafik, perseroan sudah menyiapkan 21.623 BTS dan serat optik di sepanjang Pulau Jawa yang tersambung melalui kabel bawah laut ke Pulau Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.

XL sendiri dengan infrastruktur yang tersedia memiliki kapasitas melayani jasa suara sebesar 940 juta menit per hari. Sedangkan jasa SMS  bisa terlayani 59 ribu SMS per detik atau 650 juta SMS per hari. Terakhir, untuk data kapasitas yang dimiliki sebesar 173 terabyte.

“Kapasitas untuk suara baru terpakai 60 persen, sementara SMS sekitar 40 persen, dan jasa data hanya 10 persen. Adanya lonjakan masih di ruang yang bisa terlayani,” jelasnya.

Direktur Pemasaran XL Nicanor V Santiago menambahkan, untuk meningkatkan utilisasi dari jaringan serta meningkatkan jumlah pelanggan, maka perseroan menawarkan program tarif menelpon 0 rupiah dari detik pertama selama 30 detik jika menelpon ke nomor XL bagi pelanggan baru. Selain itu juga diberikan gratis seribu SMS setelah mengirimkan sejumlah pesan singkat dalam satu hari. Program ini berlaku mulai 20 Desember hingga 28 Februari 2011.

“Ini adalah penawaran yang cukup fenomenal di industri. Kami jamin pelanggan bisa mendapatkan layanan gratis ini karena jaringan mendukung. Kita harapkan program ini bisa menggoda pengguna baru dan segmen switcher yang sangat sensitive harga,” jelasnya.

GM Voice and SMS XL Riza Rachmadsyah menegaskan, program terbaru itu sebagai pembuktian dari perseroan untuk menawarkan sesuatu yang terjangkau ke pelanggan. “JIka itu memberikan dampak seperti dimulainya perang tarif, itu resiko yang harus ditanggung.  Kami sudah membuat kalkulasi dampak yang terjadi di pasar dan mengantisipasinya,” tegasnya.[dni]