231210 Remote Office, Solusi Kemacetan

Banyak kalangan memperkirakan DKI Jakarta dalam waktu empat tahun mendatang jalanannya  akan lumpuh total karena tidak mampu mengimbangi membludaknya jumlah kendaraan bermotor.

Diperkirakan pertumbuhan jumlah kendaraan dalam setahun mencapai 91 kali lipat dari pertumbuhan luas jalan. Polda Metro Jaya mencatat pada tahun  lalu jumlah sepeda motor di Jakarta mencapai 7,5 juta unit atau meningkat dari tahun 2008 yang mencapai 6,7 juta unit. Sedangkan tahun 2010, pertambahan kendaraan di Jakarta 1.117 kendaraan per hari, terdiri dari 220 mobil dan 897 sepeda motor.

Dalam setahun, ruas jalan yang akan ditempati mobil baru mencapai 361.350 meter persegi atau 361 kilometer. Sementara penambahan ruas jalan raya  rata-rata hanya 401 meter per tahun.

Saat ini daya dukung infrastruktur jalan DKI Jakarta hanya mampu menampung 1,05 juta kendaraan. Panjang jalan yang dimiliki Jakarta sepanjang 7.650 kilometer dan luas jalan seluas 40,1 kilometer atau  6,2 persen dari luas wilayah DKI Jakarta.  Berdasarkan penghitungan itulah para pengamat meramalkan kelumpuhan Jakarta.

Sebenarnya, jika pemerintah bersama masyarakat menyadari lengkapnya  infrastruktur teknologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ketakutan akan kelumpuhan itu tidak akan terjadi. Di  Jakarta dan sekitarnya semua operator telkomunikasi memiliki backbone serat optik untuk menghantarkan data. Bahkan, beberapa operator sudah menerapkan metro Ethernet. Sedangkan untuk akses tersedia teknologi wireless dan wireline.

Artinya, kemampuan untuk menghantarkan data dengan tingkat kestabilan lebih tinggi di Jakarta. Sayangnya, masyarakat dan pemerintah belum menyadari potensi yang bisa dilakukan dengan hadirnya infrastruktur teknologi. Hal ini bisa terlihat dari belum produktifnya penggunaan internet dari 45 juta pengguna di tanah air.  Sebanyak 58 persen digunakan untuk mengakses jejaring sosial  dan games online 35%.

Seharusnya masyarakat menjalankan  remote office agar infrastruktur yang sudah lengkap  tidak menjadi aksesori  bagi operator. Remote office adalah konsep melakukan pekerjaan dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi atau menyelesaikan pekerjaan.

Contoh nyata dari sektor yang menjalankan konsep ini adalah  para jurnalis walau belum secara konsisten dijalankan karena budaya berkoordinasi secara tatap muka langsung masih menjadi tradisi yang susah dihilangkan.

Simaklah cara kerja jurnalis masa kini. Setelah selesai melakukan reportase, berita akan dibuat on the spot untuk mengejar kecepatan dan dikirim melalui email dengan perangkat bergerak. Koordinasi  dengan kantor pun cukup dilakukan dengan instant messaging sehingga menghemat biaya transportasi.

Untuk sektor lainnya mungkin tidak sesederhana ini. Tergantung dengan pola dan lingkup pekerjaan. Misalnya, untuk koordinasi yang membutuhkan banyak orang maka dibutuhkan jasa telepresence.  Satu hal yang pasti ketersediaan Virtual Private Network (VPN)  diperlukan untuk    kestabilan koneksi dan sekuriti.

Seandainya remote office  terealisasi, dipastikan jumlah penduduk yang berkeliaran kala pagi atau sore hari akan berkurang karena pekerja tidak perlu terburu-buru datang ke kantor hanya untuk mengejar absensi.

Di sektor telekomunikasi pun ini akan mendukung  tumbuhnya bisnis komputasi awan (cloud Computing) yang mendorong hadirnya  pengembang aplikasi kreatif membuat software  sesuai kebutuhan satu perusahaan. Ujungnya roda perekonomian bergerak lebih kencang.

Hal lain  tentunya  penghematan biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)  dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat Jakarta mengingat waktu bersama keluarga lebih banyak. Kalau  sudah begini, saatnya kita optimalkan telekomunikasi untuk hidup yang lebih baik.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s