231210 Garuda Dukung Timnas

JAKARTA—Garuda Indonesia mendukung kesebelasan Tim Nasional Garuda dengan menyiapkan pesawat berbadan lebar Boeing B747-400 pada hari Minggu, (26/12) untuk membawa suporter Tim Nasional Garuda dari Jakarta untuk melihat tim kesayangannya berlaga di Kuala Lumpur memperebutkan piala AFF 2010.
“Penerbangan tambahan tersebut merupakan bagian dari rencana 1000 kursi yang disiapkan Garuda Indonesia sebagai respon dan dukungan atas permintaan para suporter yang ingin memberikan dukungan langsung dan mengawal tim kesayangan saat berlaga di Stadion Bukit Jalil,” ungkap juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto melalui keterangan tertulis Kamis (23/12).
Dijelaskannya, pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas 42 kelas eksekutif dan 386 kelas ekonomi tersebut direncanakan diterbangkan dari Jakarta Minggu pagi (26/12)  pukul 10.00 WIB, tiba di Kuala Lumpur pukul 13.00 LT, dan setelah pertandingan usai, pesawat akan diberangkat kembali pada hari yang sama dari Kuala Lumpur pukul 23.00 LT dan tiba di Jakarta pukul 24.00 WIB.
Selain itu, Citilink Garuda Indonesia pada tanggal yang sama juga menyiapkan 2 pesawat tambahan dari Surabaya untuk membawa suporter asal Surabaya ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan. Dari Jakarta, pada hari tersebut Citilink juga berencana memberangkatkan satu pesawat ke Kuala Lumpur sebagai penerbangan ekstra. Tambahan penerbangan diatas merupakan penerbangan tambahan atas dua penerbangan reguler (setiap hari) antara kedua kota menggunakan Boeing B-737-800 dengan kapasitas 150 tempat duduk yang masing – masing berangkat pada pukul 08.45 WIB dan 17.10 WIB.
Untuk kemudahan dan kenyamanan para suporter dalam memberikan dukungannya kepada tim nasional, selain tiket pesawat, Garuda Indonesia juga menyiapkan transportasi bus dari airport ke stadion Bukit Jalil pp., serta berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kuala Lumpur untuk kemudahan pembelian tiket masuk pertandingan sepak bola bagi para penumpang. Garuda Indonesia menawarkan harga khusus tiket penerbangan “one day trip” tersebut dengan harga sangat terjangkau mulai 156 dollar AS (nett).
“Garuda akan tetap melihat perkembangan pasar dan segera mengantisipasi permintaan para suporter bila ternyata penerbangan tambahan masih diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kantor penjualan Garuda Indonesia atau menghubungi Call center Garuda Indonesia 0804 1 807 807 (021 2351 9999) atau website : www. Garuda-indonesia.com,” katanya.[dni]

231210 Remote Office, Solusi Kemacetan

Banyak kalangan memperkirakan DKI Jakarta dalam waktu empat tahun mendatang jalanannya  akan lumpuh total karena tidak mampu mengimbangi membludaknya jumlah kendaraan bermotor.

Diperkirakan pertumbuhan jumlah kendaraan dalam setahun mencapai 91 kali lipat dari pertumbuhan luas jalan. Polda Metro Jaya mencatat pada tahun  lalu jumlah sepeda motor di Jakarta mencapai 7,5 juta unit atau meningkat dari tahun 2008 yang mencapai 6,7 juta unit. Sedangkan tahun 2010, pertambahan kendaraan di Jakarta 1.117 kendaraan per hari, terdiri dari 220 mobil dan 897 sepeda motor.

Dalam setahun, ruas jalan yang akan ditempati mobil baru mencapai 361.350 meter persegi atau 361 kilometer. Sementara penambahan ruas jalan raya  rata-rata hanya 401 meter per tahun.

Saat ini daya dukung infrastruktur jalan DKI Jakarta hanya mampu menampung 1,05 juta kendaraan. Panjang jalan yang dimiliki Jakarta sepanjang 7.650 kilometer dan luas jalan seluas 40,1 kilometer atau  6,2 persen dari luas wilayah DKI Jakarta.  Berdasarkan penghitungan itulah para pengamat meramalkan kelumpuhan Jakarta.

Sebenarnya, jika pemerintah bersama masyarakat menyadari lengkapnya  infrastruktur teknologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ketakutan akan kelumpuhan itu tidak akan terjadi. Di  Jakarta dan sekitarnya semua operator telkomunikasi memiliki backbone serat optik untuk menghantarkan data. Bahkan, beberapa operator sudah menerapkan metro Ethernet. Sedangkan untuk akses tersedia teknologi wireless dan wireline.

Artinya, kemampuan untuk menghantarkan data dengan tingkat kestabilan lebih tinggi di Jakarta. Sayangnya, masyarakat dan pemerintah belum menyadari potensi yang bisa dilakukan dengan hadirnya infrastruktur teknologi. Hal ini bisa terlihat dari belum produktifnya penggunaan internet dari 45 juta pengguna di tanah air.  Sebanyak 58 persen digunakan untuk mengakses jejaring sosial  dan games online 35%.

Seharusnya masyarakat menjalankan  remote office agar infrastruktur yang sudah lengkap  tidak menjadi aksesori  bagi operator. Remote office adalah konsep melakukan pekerjaan dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi atau menyelesaikan pekerjaan.

Contoh nyata dari sektor yang menjalankan konsep ini adalah  para jurnalis walau belum secara konsisten dijalankan karena budaya berkoordinasi secara tatap muka langsung masih menjadi tradisi yang susah dihilangkan.

Simaklah cara kerja jurnalis masa kini. Setelah selesai melakukan reportase, berita akan dibuat on the spot untuk mengejar kecepatan dan dikirim melalui email dengan perangkat bergerak. Koordinasi  dengan kantor pun cukup dilakukan dengan instant messaging sehingga menghemat biaya transportasi.

Untuk sektor lainnya mungkin tidak sesederhana ini. Tergantung dengan pola dan lingkup pekerjaan. Misalnya, untuk koordinasi yang membutuhkan banyak orang maka dibutuhkan jasa telepresence.  Satu hal yang pasti ketersediaan Virtual Private Network (VPN)  diperlukan untuk    kestabilan koneksi dan sekuriti.

Seandainya remote office  terealisasi, dipastikan jumlah penduduk yang berkeliaran kala pagi atau sore hari akan berkurang karena pekerja tidak perlu terburu-buru datang ke kantor hanya untuk mengejar absensi.

Di sektor telekomunikasi pun ini akan mendukung  tumbuhnya bisnis komputasi awan (cloud Computing) yang mendorong hadirnya  pengembang aplikasi kreatif membuat software  sesuai kebutuhan satu perusahaan. Ujungnya roda perekonomian bergerak lebih kencang.

Hal lain  tentunya  penghematan biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)  dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat Jakarta mengingat waktu bersama keluarga lebih banyak. Kalau  sudah begini, saatnya kita optimalkan telekomunikasi untuk hidup yang lebih baik.[dni]

231210 Menebak Arah Aplikasi Bergerak

Pada tahun ini para pengembang aplikasi mulai mendapatkan tempat di industri telekomunikasi. Tren ini  diperkirakan akan berlanjut pada 2011.

Pendiri Polar Mobile Kunal Gupta memperkirakan  beberapa hal akan terjadi di bisnis aplikasi untuk perangkat bergerak (mobile application) secara global  pada tahun depan. Polar  merupakan pengembang aplikasi bagi  Apple Inc, Google Inc, dan  Research in Motion Ltd.

“Pengembangan aplikasi mobile tidak hanya untuk iPhone atau iPad pada tahun depan walau kenyataannya pada akhir 2010 akan ada 4 juta aplikasi yang akan diunduh melalui dua perangkat itu,” katanya seperti dikutip dari laman Financial Post.com belum lama ini.

Menurutnya, perangkat berbasis sistem  Android akan menjadi tantangan yang berat bagi Apple setelah keluarnya  versi ketujuh dari Google.

Diperkirakannya,  komputer tablet mulai berbicara banyak mengingat pada tahun ini telah terjual sebanyak 11 juta unit secara global. Pada 2011 diperkirakan komputer jenis ini akan terjual sebanyak 55 juta unit.

“Pada tahun depan para pengembang aplikasi akan lebih mengutamakan pelanggan aktif ketimbang jumlah yang diunduh.  Aplikasi jejaring sosial akan memegang peranan penting dalam penetrasi perangkat walaupun mulai bermunculan merek-merek tradisional menawarkan aplikasi mobile seperti koran versi digital,” jelasnya.

Sedangkan untuk nasib aplikasi berbayar, diperkirakan masih mendapatkan tantangan yang berat mengingat keternatasan infratsruktur sehingga belum mencapai skala ekonomi yang ideal.

Pada tahun depan pun para  pengembang aplikasi mulai getol mengembangkan  near-field communications (NFC) yang bisa membuat ponsel menjadi alat commerce. “Dukungan dari aplikasi yang bisa menjamin keamanan sangat dibutuhkan. Saya juga  melihat akan ada pertambahan sistem operasi dan perangkat yang membuat para pengembang harus mengkustomisasi setiap aplikasi buatannya,” jelasnya.

Tren Indonesia
Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto mengungkapkan, untuk Indonesia pada tahun depan aplikasi mobile masih akan didominasi oleh jejaring sosial seperti Facebook, Twittwer atau  foursquare. Selain untuk penggunaan personal, jejaring sosial akan diadopsi  untuk kegiatan bisnis sebagai bagian dari  strategi hubungan dengan pelanggan. Fitur berbasis lokasi di masyarakat  diyakini menjadi  bagian dari strategi bisnis, terutama  pada kegiatan usaha berbasis lifestyle seperti café atau resto.

“Perkembangan ini didukung oleh  karakteristik masyarakat Indonesia dengan sifat kekeluargaan yang tinggi. Fenomena ini juga didukung  tersedianya aplikasi client (client application) pada handset sebagai standar aplikasi. Mobile internet yang tumbuh 50-100 persenpada tahun depan akan menjadi basis berkembangnya mobile application di sini,” jelasnya.

Sedangkan untuk aplikasi berbayar yang akan laris tahun depan adalah terkait dengan  bisnis dan menunjang produktifitas  seperti  office viewer atau e-book.  Selain itu, aplikasi hiburan  seperti games premium akan terus menjadi  kontributor bagi aplikasi berbayar.

Diungkapkannya, pertumbuhan mobile application di Indonesia masih dalam fase awal, sehingga dengan  basis yang ada, diperkiran terjadi kenaikan dobel digit pada tahun depan didorong oleh aplikasi yang tersedia di apps store seperti milik Apple, Android, dan Ovi.

“Peningkatan itu akan membuat kontribusi layanan data bagi operator meningkat. Jika sekarang masih di bawah 10 persen, pada tahun depan bisa mencapai 15-20 persen dari total omset,” katanya.

Group Head Pemasaran Vas Indosat Teguh Prasetya mengakui, kontribusi mobile data pada tahun depan melebihi 20 persen karena masa pengenalan dianggap telah selesai. “Fitur mobile advertising dan commerce untuk transaksi mulai mendapat tempat tahun depan selain tentunya jejaring sosial dengan  fitur “Location Based”. Aplikasi gratis di Android market juga akan semakin berjaya tahun depan,” katanya.

Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, mobile application tidak hanya bermain di segmen atas tetapi juga bawah hal itu terlihat di pelanggan Esia yang terus aktif menggunakannya. “Tahun depan di Indonesia tetap tiga aplikasi yang akan dominant yakni  jejaring sosial dan instant messaging,  musik, serta  games,” katanya.

Menurutnya, tren lain yang menggembirakan di Indonesia adalah kesadaran mulai ada untuk membeli aplikasi berbayar walau penggunaan gratisan masih tinggi. “Tantangannya harus banyak saluran pembayaran. Tidak bisa hanya mengandalkan kartu kredit. Kerjasama erat operator dengan perbankan dibutuhkan,” katanya.

VP Digital Music and Content Management Telkomsel Krish Pribadi menjelaskan,  masih terdapat beberapa kendala untuk mengakses  mobile application ke pelanggan seperti  keperluan untuk melakukan provisioning dan setting koneksi data di perangkat. Berikutnya reliability koneksi data,  mahalnya tarif,  dan kompatibilitas perangkat.

Biasanya  penyedia applikasi menyiasati hal ini  dengan melakukan bundling pre-installed application dengan perangkat. Di sisi lain,  penyedia perangkat  juga bergerak ke arah yang sama untuk meningkatkan nilai tambah dari perangkat. “Saya perkirakan tren  tahun depan akan didominasi  dengan pre installed mobile application. Sedangkan fiturnya masih seputar jejaring sosial,” katanya.

Kris memperkirakan pertumbuhan pendapatan dari mobile content pada tahun depan akan sebesar 20 persen mengingat mekanisme penagihannya masih berbasis SMS. “Sedangkan masalah untuk aplikasi berbayar itu di tarifnya. Sebenarnya pengguna senang dengan yang ditawarkan, tetapi terkendala daya beli,” jelasnya.

VP Marketing MDS XL Axiata Jeremiah de la Cruz  mengungkapkan, sedang menyiapkan ekosistem agar pengembangan aplikasi kian meningkat di Indonesia. “Tingginya penetrasi ponsel harus dimanfatkan oleh pengembang aplikasi dengan membuat layanan yang sesuai kebutuhan. Selain itu XL sedang membuat ekosistem untuk metode pembayaran agar penegmbang aplikasi bisa lebih ekspansif,” jelasnya.

Menurutnya, dalam bisnis aplikasi masalah tingginya jumlah pengunduh masih memegang peranan penting karena akan digunakan untuk membuat matrik profiling pelanggan.  “Membuat segmentasi itu sangat penting. Tetapi, jika pengembang aplikasi  ingin mencari uang dil luar bisnis inti, boleh saja mencari pelanggan aktif yang banyak,” sarannya.

Sementara Praktisi Telematika Faizal Adiputra menyarankan para pengembang aplikasi lokal lebih menonjolkan sesuatu yang berbau nusantara untuk mendapatkan posisi unik di pasar. “Permainan tradisional ada baiknya dijadikan aplikasi. Bagaiamana pun games adalah aplikasi yang menjadi tren pada 2011. hal itu terlihat dari masih tingginya keinginan pelanggan mengunduh walau kebanyakan berbayar,” jelasnya.[dni]

231210 Natal dan Tahun Baru, XL Perkirakan Trafik Naik 30%

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) memperkirakan trafik komunikasi suara dan SMS dari 40 juta pelanggannya saat perayaan Natal 2010 dan tahun baru 2011 akan naik sebesar 20-30 persen.

“Kami perkirakan akan naik sebesar 20-30 persen karena adanya pengiriman ucapan selamat dari pelanggan ke kerabatnya. Tetapi itu tidak akan terjadi di semua area. Biasanya yang tinggi di Jabodetabek atau Bali,” ungkap VP Network Operation XL Robert Dedi Purwanto di Jakarta, Kamis (22/12).

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi kenaikan trafik, perseroan sudah menyiapkan 21.623 BTS dan serat optik di sepanjang Pulau Jawa yang tersambung melalui kabel bawah laut ke Pulau Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.

XL sendiri dengan infrastruktur yang tersedia memiliki kapasitas melayani jasa suara sebesar 940 juta menit per hari. Sedangkan jasa SMS  bisa terlayani 59 ribu SMS per detik atau 650 juta SMS per hari. Terakhir, untuk data kapasitas yang dimiliki sebesar 173 terabyte.

“Kapasitas untuk suara baru terpakai 60 persen, sementara SMS sekitar 40 persen, dan jasa data hanya 10 persen. Adanya lonjakan masih di ruang yang bisa terlayani,” jelasnya.

Direktur Pemasaran XL Nicanor V Santiago menambahkan, untuk meningkatkan utilisasi dari jaringan serta meningkatkan jumlah pelanggan, maka perseroan menawarkan program tarif menelpon 0 rupiah dari detik pertama selama 30 detik jika menelpon ke nomor XL bagi pelanggan baru. Selain itu juga diberikan gratis seribu SMS setelah mengirimkan sejumlah pesan singkat dalam satu hari. Program ini berlaku mulai 20 Desember hingga 28 Februari 2011.

“Ini adalah penawaran yang cukup fenomenal di industri. Kami jamin pelanggan bisa mendapatkan layanan gratis ini karena jaringan mendukung. Kita harapkan program ini bisa menggoda pengguna baru dan segmen switcher yang sangat sensitive harga,” jelasnya.

GM Voice and SMS XL Riza Rachmadsyah menegaskan, program terbaru itu sebagai pembuktian dari perseroan untuk menawarkan sesuatu yang terjangkau ke pelanggan. “JIka itu memberikan dampak seperti dimulainya perang tarif, itu resiko yang harus ditanggung.  Kami sudah membuat kalkulasi dampak yang terjadi di pasar dan mengantisipasinya,” tegasnya.[dni]

231210 Cross Mobile Ambisi Kuasai Pasar Ponsel

JAKARTA—PT Aries Indo Global sebagai pemegang merek ponsel Cross Mobile menyakini produknya akan menguasai pasar lokal pada tahun depan karena menawarkan barang yang berkualitas dengan standar Eropa ke masyarakat.

“Saat ini Cross Mobile sudah menjadi pemimpin di area Jawa Timur dengan menguasai pangsa pasar sebesar 35 persen dan Jawa Tengah 30 persen,” ungkap Direktur Pemasaran Aries Indo Global Teddy Tjan di Jakarta, Rabu (22/12).

Diungkapkannya, untuk menjadi nomor satu di pasar lokal, perseroan menargetkan penjualan sebanyak 500 ribu unit per bulan hingga April 2011. Kemudian pada Mei 2011 target dinaikkan menjadi satu juta unit per bulan. “Penetrasi SIM Card di Indonesia memang sudah tinggi yakni mencapai 80 persen. Tetapi penetrasi ke populasi baru sekitar 59 persen. Jadi, potensi pasar masih besar,” katanya.

Diyakininya, produknya bisa diterima pasar karena konsisten memberikan produk berkualitas dengan pengambilan margin yang tidak terlalu besar, pengadaan purna jual yang memadai, dan pengembangan produk dengan standar Eropa. “Inilah resep memenangi pertempuran di pasar,” katanya.

Dijelaskannya, salah satu pembuktian dari pengembangan produk dengan standar Eropa adalah ponsel seri CB 83 AT yang bisa digunakan untuk modem dan menonton TV. CB 83 AT dilengkapi layar selebar 2.2 inci  selain itu ada speaker internal yang mengeluarkan suara jernih.

Jika tidak puas dengan dengan speaker internal, jack 3.5 mm yang dimilikiponsel ini bisa dihubungkanke speaker eksternal sehingga suara yang dikeluarkan menjadi lebih dahsyat.
Ponsel seharga 400 ribuan rupiah ini memiliki 7 variasi yakni Black, Redblack, purple, white, grey. Champagne, dan blue. Perangkat ini juga memiliki aplikasi MP4 untuk memutar video dan radio bagi pengguna yang tidak ingin ketinggalan siaran favoritnya.[dni]

211210 Penumpang Gunakan Kapal Laut Naik 10%

JAKARTA– PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memperkirakan  lonjakan penumpang akan terjadi sebesar 10 persen di  pelabuhan padat seperti Batam, Tanjung Perak, Tanjung Balai Karimun, Pare-pare, Makassar, Tanjung Emas, Tanjung Priok, Belawan dan Bitung selama masa Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 nanti.

Corporate Secretary  Pelni Capt.S.B.Santoso memperkirakan,
puncak lonjakan penumpang tersebut diperkirakan dari 18 Desember 2010 hingga 08 Januari 2011.

“Pelni akan  mengoperasikan 24 armada kapal penumpang dengan 23 kapal rute normal dan satu kapal deviasi rute. Untuk Natal dan Tahun Baru kali ini, tidak banyak kapal yang dideviasikan rutenya karena jumlah lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (21/12).

Dijelaskannya, dalam rangka persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru 2011, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) melakukan deviasi KM Ciremai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Kapal ini awalnya melayari rute Kijang – Jakarta – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Ambon – Banda – Tual – Dobo – Kaimana – Fak-Fak dideviasi menjadi Jakarta – Kijang – Batam – Tanjung Balai – Belawan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memenuhi lonjakan penumpang di pelabuhan padat.

“Pelabuhan padat penumpang diperkirakan bagian barat, oleh karena itu PELNI menyediakan dua kapal yakni KM Kelud dan KM Ciremai untuk rute ke wilayah Barat,l katanya.[Dni]

221210 Natal dan Tahun Baru, Pergerakan Penumpang di Bandara Soetta Naik 15%

JAKARTA–PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memprediksi pergerakan penumpang di bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan mengalami peningkatan sebesar  15 persen dibandingkan hari-hari normal yang mencapai rata-rata 124.000 penumpang per hari.

“Kami telah memperoleh data jumlah penambahan jadwal penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 320 jadwal dari Jakarta ke sejumlah kota tujuan. Dari jadwal itu diprediksi kenaikan sebesar 15 persen,” ungkap Direktur Utama AP II Tri S Sunoko di Jakarta, Selasa (21/12).

Dikalkulasinya, pada masa pelaksanaan angkutan Natal 2010 dan Tahun baru 2011 ini, jumlah penumpang yang akan menggunakan jasa pesawat udara melalui Bandara Soekarno – Hatta diperkirakan mencapai 1.919.344 orang.

Jumlah tersebut lebih besar 15 persen bandingkan masa yang sama pada tahun sebelumnya. Pada kegiatan Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 lalu, jumlah pergerakkan penumpang di Soetta  mencapai 1.668.995 orang.

“Ada peningkatan jumlah penumpang sebanyak 250.349 orang pada tahun ini yang kita prediksikan, atau naik 15 persen pada tahun ini,” jelasnya.

Diungkapkannya, maskapai yang telah mengajukan tambahan penerbangan  antara lain Garuda Indonesia sebanyak 16 penerbangan untuk  tujuan Denpasar, dua penerbangan menuju Surabaya, dan 46 jadwal ke Pontianak.

Kemudian Indonesia AirAsia sebanyak 144 penerbangan menuju Denpasar dan 16 penerbangan ke Singapura. Sementara maskapai lainnya adalah Mandala Airlines yang telah mengajukan 16 penerbangan tambahan menuju Hongkong.

Dijelaskan, untuk mengantisipasi kenaikan pergerakan penumpang, dibuka tiga posko di Soetta berlokasi  di area Terminal 1B dan Terminal 2E yang akan menjadi Pusat Pelayanan Informasi. Sedangkan satu posko lainnnya terletak di area parkir Terminal 1 B yang merupakanPosko Pusat Pengendalian dan Pengamanan (Puskodal), berisi personel gabungan yang melibatkan di antaranya personel Aviation Security PT AP II, Administratur Bandara, Kepolisian, serta TNI dan unsur lainnya yang akan bertugas dengan menggunakan sistem shift (bergilir).

Selanjutnya dijelaskan, persiapan mengantisipasi lonjakan yang terjadi, AP II  melakukan sejumlah persiapan. Antara lain untuk sisi udara (air side), telah disiapkan fasilitas pendukung pemanduan lalu lintas udara, fasilitas. take-off/landing, fasilitas pendukung pergerakan pesawat udara di apron termasuk garbarata, peningkatan kapasitas uninterruptible power supply (UPS) dan genset untuk mengantisipasi gangguan pasokan tenaga listrik, serta fasilitas pendukung ground handling.

Tidak hanya upaya untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan arus penumpang, untuk mengantisipasi terjadinya perubahan jadwal penerbangan akibat pengunduran (delay) maupun pembatalan (cancel),  AP II juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi. ”Prinsipnya, kami mengupayakan perubahan jadwal yang terjadi akan kami sampaikan secara cepat kepada pelanggan. Dalam hal ini kami akan berkoordinasi dengan pihak maskapai, terutama dalam memenuhi hak penumpang akibat delay atau cancel sesuai ketentuan KM 25/2008, termasuk penyediaan moda darat dan tempat penginapan jika diperlukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Kementrian Perhubungan, maskapai menyiapkan  tambahan sebanyak sekitar 29 ribu lebih kursi untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru 2011.

Ekstra flight tersebut terdiri dari  untuk rute domestik sebanyak 10.450 kursi dengan 48 frekuensi. Sedangkan untuk rute internasional disediakan sebanyak 19.270 kursi tambahan dari rencana 78 penerbangan dari dan ke Indonesia.

Sebagai contohnya, Garuda telah menyiapkan sebanyak 14 ribu kursi tambahan selama masa peak season akhir tahun ini.

Rute tergemuk yang biasa terjadi saat masa libur ini adalah Jakarta-Denpasar. Kali ini pun jadi rebutan tiga maskapai. Garuda menyiapkan sebanyak  7kali penerbangan dengan kapasitas 2.835 seat, sementara Indonesia AirAsia menyiapkan 20 penerbangan dengan 3.600 kursi.

Sementara Lion Air membidik rute  Jakarta-Yogyakarta dengan 10 kali penerbangan berkapsitas  2.130 penumpang. Sedangkan Mandala  akan menambah tiga penerbangan di rute itu dengan kapasitas 540 orang.

Sementara untuk rute regional, sebanyak 19.270 akan dilayani oleh sembilan maskapai. Ke-9 maskapai itu adalah Garuda, Indonesia AirAsia, Mandala, China Airlines, Silk Air, Strategic Air, Singapore Airlines, Transaero dan Malaysia Airlines.

Rute-rute yang dilayani antara lain Jakarta-Singapura, Denpasar-Perth, Jakarta-Hongkong, Jakarta-Taipei, Surabaya-Singapura, Denpasar-Perth, Singapura-Denpasar, dan Medan-Kuala Lumpur.[Dni]