141210 Konsolidasi Flexi-BTEL Untungkan Pelanggan

JAKARTA—Konsolidasi layanan Fixed Wireless Access (FWA) milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Flexi dengan  PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebagai pemilik merek dagang Esia dinilai akan menguntungkan pelanggan karena akan mendapatkan jasa dengan jangkauan yang lebih luas berkat makin lebarnya kanal frekuensi yang dimiliki entitas baru itu.

“Pelanggan tidak akan dirugikan karena adanya konsolidasi itu, justru diuntungkan karena bisa mendapatkan layanan yang lebih beragam. Bagi Telkom sendiri akan bagus karena bisa fokus pada  portofolio  bisnis yang lain,” jelas  Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiadi di Jakarta, Senin (13/12).

Disarankannya, agar konsolidasi mulus ada dialog yang intensif antara manajemen Telkom, BTEL, dengan karyawannya agar tidak ada pertentangan secara internal. “Konsolidasi itu tidak mudah karena ada budaya kedua perusahaan yang harus disatukan. Dialog intensif akan menjadi solusi terbaik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Serikat Karyawan  Telkom, Wisnu Adhi Wuryanto menolak tegas rencana konsolidasi tersebut karena dinilai berpotensi merugikan negara.  “Ke depannya ada indikasi entitas hasil konsolidasi itu  akan dilepas ke asing seperti investor asal Korea Selatan atau China.  Jika itu terealisasi  ini adalah bentuk penjualan aset negara secara serampangan,” tegasnya.

Diungkapkannya, jika konsolidasi terjadi  negara terancam dirugikan sekitar 9 triliun rupiah, di luar sebagian hutang BTEL yang harus ditanggung nantinya oleh Telkom sebagai salah satu pemilik entitas baru.

“Flexi bisa dikatakan tidak ada hutang . Bahkan unit usaha ini mampu memberikan kontribusi 3 triliun rupiah bagi total pendapatan Telkom. Kekhawatiran keterbatasan frekuensi yang dijadikan alasan manajemen tidak tepat karena teknologi ke depan menuju Long Term Evolution (LTE) dimana operator berbasis CDMA atau GSM bersiap untuk inovasi itu,” katanya.

Diingatkannya, manajemen Telkom harus mengembalikan khitah perseroan sebagai pembangun infrastruktur dan penyedia konektifitas bukan kreator satu usaha yang dibuat untuk dijual.

“Jika mental jajaran direksinya seperti ini, kami menolak orang-orangnya terpilih kembali pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember nanti. Direksi terpilih harus membuang jauh-jauh wacana konsolidasi yang merugikan perseroan dan Negara. Jika wacana itu dilanjutkan, kami akan melakukan mogok nasional,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s