091210 KemKominfo Ajukan Banding ke PTTUN

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) berencana melakukan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan PT Internux dalam kasus pencabutan izin prinsip sebagai pemenang lisensi Broadband Wireless Access (BWA) pekan lalu.

“Tentu kami akan melakukan banding terhadap putusan pengadilan itu. Di mata KeKominfo perusahaan itu bersalah karena tidak mampu memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. Kebijakan itu akan kami perjuangkan di depan hukum,” tegas Menkominfo Tifatul Sembiring kepada Koran Jakarta, Rabu, (8/12).

Ditegaskannya, masalah kalah di pengadilan merupakan hal yang biasa karena instansi yang dipimpinnya pernah mengalami dalam kasus tender Universal Service Obligation (USO) beberapa tahun lalu. “Biasa itu berdebat di pengadilan. Justru ini bagus sebagai pembelajaran bagi industri,” tegasnya.

Untuk diketahui, izin Internux dicabut pertengahan tahun lalu  karena gagal memenuhi kewajibannya pada negara berupa pembayaran biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan upfront fee.

Internux adalah perusahaan yang memenangkan tender BWA pada pertengahan tahun lalu untuk area Jabotabek. Perusahaan ini memiliki kewajiban kepada negara berupa BHP frekuensi tahun pertama dan up front fee dengan total  220,06 miliar rupiah.

Langkah mencabut izin dilakukan pemerintah karena menganggap perusahaan ini tidak mampu memenuhi kewajiban setelah diberikan kesempatan  tiga kali untuk memenuhi kewajibannya.  Perusahaan ini kabarnya hanya sanggup membayar 10 persen  dari yang diwajibkan.

Sementara Direktur Utama Internux Adnan Nizar menegaskan, siap meladeni keinginan banding dari pemerintah. “Kami ini sebenarnya berkeinginan mengembangkan dunia internet Indonesia, bukan semata-mata mencari keuntungan. Saya harap pemerintah bisa melihat niat baik ini,” katanya.

Diungkapkannya, selama permohonan banding secara tertulis belum diterima, maka perusahaannya akan mengurus kembali ijin prinsip yang dicabut, dan selanjutnya ijin penyelenggaraan. “Kami ingin mengejar jadwal dari rencana semula untuk menggelar Wimax dengan standar 16d.  Semoga diberi kesempatan oleh pemerintah,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s