301110 Menggoda Pemain 3G

Dibukanya wacana untuk menerapkan teknologi netral di spektrum 2,3 GHz seolah oase bagi pemain 3G yang sudah tak sabar menerapkan Long Term Evolution (LTE) di Indonesia.

LTE  adalah lanjutan dari teknologi seluler generasi ketiga (3G),  setelah high speed downlink packet access (HSDPA), dan HSPA +. Inovasi ini memberikan tingkat kapasitas downlink sedikitnya 100 Mbps, dan uplink paling sedikit 50 Mbps.

Spektrum yang ideal untuk LTE adalah di  700 MHZ dan 2,6 GHz dengan lebar pita 20 MHz.  Namun, LTE juga bisa berjalan di  1.800 MHz, atau  2,3 GHz. Operator yang sudah ngebet menggelar LTE adalah Telkomsel, Indosat, dan XL.

Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) Dian Siswarini   menyambut gembira langkah yang diambil oleh pemerintah. “Sudah tepat kebijakan yang diambil pemerintah menetapkan teknologi netral di 2,3 GHz karena frekuensi adalah sumber daya utama yang tidak boleh disia-siakan.  Para pemain 3G akan semangat ikut tender nantinya,” ungkapnya kepada Koran Jakarta, Senin (29/11).

Senior Director and Country Manager Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha  mengungkapkan, jika pilihan dijatuhkan di 2,3 GHz untuk LTE, maka Indonesia akan mengembangkan Time Duplex LTE (TDD-LTE) seperti di  China dan India.

“Sebagai pengembang teknolgi  kami menyakini  inovasi  selular mempunyai skala ekonomi yang lebih besar.  Pemilihan teknologi netral adalah jalan terbaik karena industri yang menentukan mana inovasi yang cocok  bagi bisnisnya,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan TD-LTE tetap akan menjadikan Indonesia seksi bagi vendor global karena chipset yang digunakan multi teknologi yakni FDD-LTE, Evolution Data Only (EVDO), dan HSDPA. “Itu untuk memudahkan jika mau roaming ke luar negeri,” katanya.

Ditegaskannya, Qualcomm siap mengembangkan industri lokal dalam mendukung LTE terutama berkaitan dengan konten. “Ini  salah satu sektor yang bisa membuat  Indonesia bisa berkembang jauh lebih cepat. Kalau bicara manufaktur itu masalahnya tidak sesederhana di R&D dan pabrik, ada isu distribusi, produk, lifecycle, impor suku cadang dan lainnya,” katanya.

CEO Xirka Silicon Technology Sylvia W Sumarlin  mengungkapkan, hingga sekarang belum ada penetapan spektrum ideal untuk LTE. “Baru ada dijalankan dibawah 2 atau diatas 2,5 GHz.   Kalau 6 vendor besar dunia belum memulai produksi masal perangkat LTE, ini mengindikasikan  belum ada kesepahaman atas frekuensi rujukannya,” tegasnya.

Diingatkannya, jika LTE dipaksakan diimplementasi di 2,3 GHz  sama saja Indonesia menghidupi satu vendor global  “Mari kita lihat vendor di China yang justru sedang mengembangkan perangkat untuk spektrum 1,8GHz dan 2,5 GHz, ini artinya mereka tahu pasarnya ada di sana. Jika Indonesia memaksakan di 2,3 GHz untuk LTE, artinya mengulangi kesalahan dengan memilih Wimax 16d yang membuat negara ini aneh sendiri,” tegasnya.

Ketua Bidang Teknologi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Taufik Hasan mengakui, untuk spektrum 2,3 GHz  secara profil  lebih dekat ke   Wimax. “LTE lebih cocok di   2.6 GHz karena ada kaitannya dengan roaming dan skala ekonomi. Jika dipaksakan di 2,3 GHz, untuk roaming bisa menggunakan terminal multi band multimode, tetapi  mahal sekali,” jelasnya.

Diungkapkannya,  TD-LTE dikembangkan dari  TD-SCDMA  di China yang roadmap-nya sama dengan 3GPP. Teknologi ini dipakai di Amerika Serikat, dan sebagian Eropa. Namun, TD-LTE yang berjalan di 2,3 GHz hanya ada di China dan India.

“Kalau menginginkan manufaktur lokal mengembangkan perangkat LTE untuk 2,3 GHz akan susah. Tantangannya lebih berat ketimbang mengembangkan Wimax 16e di 2,3 GHz,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s