291110 Kenaikan Tarif ASDP Bantu Pengusaha

JAKARTA—Para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menyambut baik kenaikan tarif penyeberangan antar pulau antar provinsi untuk Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) dengan besaran rata-rata 19,81 persen untuk lintas komersial dan 15 persen untuk perintis.

“Besaran kenaikan itu belum memberikan keuntungan bagi pengusaha, tetapi sudah bisa membantulah sedikit ditengah inflasi tinggi ini,” ungkap Sekretaris Jenderal Gapasdap, Luthfie Syarief di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, kenaikan tarif rata-rata sebesar 19,81 persen untuk 12 rute komersial per 15 Desember mendatang belum menutupi biaya pokok produksi perusahaan penyeberangan saat ini.

“Tarif yang lama baru mencapai 57,73 persen biaya produksi, berarti kenaikan tarif sebesar 19,81 persen, akan mengurangi beban biaya kami. Tetapi jangan bicarakan untung dulu, karena margin kita tetap masih belum ada,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan tarif ini, akan menjadi preseden yang baik bagi pengusaha kepal penyeberangan untuk terus tetap mempertahankan usahanya. “Sampai saat ini kami belum bisa membeli kapal-kapal baru, bahkan kapal yang kami punyai umurnya lebih dari 10 tahun dan mayoritas lebih dari 20 tahun. Tetapi paling tidak kami masih bisa bertahan,”ujarnya.

Dijelaskannya, untuk berinvestasi anggota Gapasdap tidak mampu membeli kapal baru. Bahkan untuk membeli kapal-kapal tua tersebut mereka harus mencari utangan dulu ke perbankan.

“Jalan tengah atau bantuan yang diharapkan dari pemerintah adalah evaluasi tarif setelah enam bulan berlaku. Kami mengharapkan kenaikan terus dilakukan secara bertahap,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Perhubungan, Bambang Supriyadi Ervan mengatakan, kenaikan tarif dilakukan pada
dua jenis penyeberangan yaitu 12 lintas komersial antar provinsi dan 12 lintas perintis perintis.

Diungkapkannya, kenaikan untuk lintas komersial direalisasikan dengan besaran rata-rata 19,81 persen sedangkan untuk lintasan perintis rata-rata 15 persen.

Untuk lintasan perintis dengan kenaikan terbesar adalah rute Merak-Bakauheni yang mengalami kenaikan sebesar 20,16 persen, sedangkan lintasan dengan kenaikan terendah adalah Ketapang-Gilimanuk sebesar 19,16 persen.
“Kenaikan tarif dilakukan karena tarif-sebelumnya baru mencapai rata-rata 57,73 persen dari biaya pokok. Untuk mencapai cost recovery diperlukan penyesuaian tarif yang akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Selain itu, jelasnya, kenaikan tarif didorong oleh naiknya biaya operasional seperti kenaikan harga kapal bekas yaitu rata-rata 27 persen, gaji dan tunjangan anak buah kapal (ABK) yang naik rata-rata 25,63 persen, biaya docking (perbaikan) juga melonjak 24,53 persen dan biaya penunjang operasional yang naik 58,75 persen.

Hal itu bisa dilihat dari kenaikan di lintas antar provinsi non subsidi maksimum adalah sebesar 20 persen dan lintas antar provinsi bersubsidi maksimal 15 persen.

Tarif lintasan komersial terbaru adalah Merak-Bakauheni menjadi Rp 647,74/mil/penumpang (20,16 persen), Ketapang-Gilimanuk menjadi Rp 813,83/mil (19,16 persen) Padangbai-Lembar Rp 833,80 (19,90 persen), Siwa Lasusua Rp 726,69/mil (19,97 persen), Sape-Waikelo Rp 482,61/mil (19,75 persen), Palembang-Muntok Rp 487,29/mil (19,65 persen), Sape-Labuhanbajo Rp 480,36/mil (19,56 persen), Bajoe-Kolaka Rp 640,60/mil (19,91 persen), Pagimana-Gorontalo Rp 569,84/mil (19,84 persen), Bira-Tondasi Rp 441,63/mil (19,88 persen), Bitung-Ternate Rp 471,88/mil (20,05 persen) dan Balikpapan-Mamuju Rp 454,88/mil (19,96 persen).

Saat ini kapal milik operator angkutan penyeberangan yang beroperasi berjumlah 219 unit. Sebesar 65 persen berumur melebihi 20 tahun. Rinciannya, umur kapal yang berumur 20 tahun berjumlah 143 unit (65 persen), berumur 10-19 tahun 52 unit (23,74 persen) dan yang dibawah 10 tahun hanya 24 unit kapal saja (10,96 persen). [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s