251110 Direktur Utama Xirka Sylvia W. Sumarlin : Jangan Hanya Sekadar Menjahit


Sylvia W. Sumarlin adalah salah satu srikandi  di tengah  dominasi kaum adam dalam  industri telekomunikasi Indonesia. Setelah sukses membesarkan perusahaan penyedia jasa internet (PJI) D-Net, wanita yang baru saja merayakan ulang tahunnya 19 November lalu merintis usaha pembuatan chipset dan perangkat Broadband Wireless Access (BWA) berbasis standar 16 e.

Nama Xirka pun digunakan sebagai merek dagang. Perusahaan yang fokus mengembangkan perangkat adalah  Xirka Dama Persada. Belum lama ini perusahaan itu berhasil menggandeng raksasa dari China, Huawei untuk berkomitmen membenamkan dana 70 juta dollar AS mengembangkan perangkat bersama Xirka.

Sementara  Xirka Silicon Technology bermain di pengembangan chipset.  Perusahaan ini merupakan satu-satunya pemain  di Asia Tenggara dan telah menelan investasi sebesar 150 miliar rupiah.  Didukung lebih dari 60 peneliti, perusahaan ini ibarat wajah cantik Sylvia yang banyak dipinang untuk diajak kerjasama.

Kerjasama terbaru  dengan Mimos, perusahaan penelitian bentukan Kementrian Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Mimos. Bagaimana langkah wanita yang akrab dipanggil Evie ini mengembangkan manufaktur lokal, Wartawan Koran Jakarta, Doni Ismanto mewawancarainya belum lama ini. Berikut kutipannya.

T: Bagaimana bentuk kerjasama antara Xirka dan Mimos
J: Kerjasamanya dalam dua hal yakni pengembangan chipset dan menyempurnakan design yang dimiliki selama ini. Penggunaan laboratorium milik Mimos untuk uji coba hasil design Xirka. Selain itu, bersama Mimos kami ingin mengembangkan industri manufaktur WiMAX baik di Malaysia atau Indonesia

T: Bagaimana caranya mendorong berkembangnya manufaktur WiMAX bersama Mimos
J: Mimos menghasilkan perangkat yang banyak digunakan untuk pemerintahan. Satu chipset Xirka itu bisa menghasilkan beberapa perangkat. Transaksi itu akan terjadi kala perangkat terjual karena ada Hak Kekayaan Intelektual disitu. Target kami masa penelitian akan selesai pada kuartal pertama 2011, dan Juni tahun depan sudah ada perangkat hasil kolaborasi yang dikomersialkan

T: Mengapa harus  Mimos
J: Laboratorium yang dimiliki oleh Mimos lumayan lengkap peralatannya. Sebelumnya kita menguji di Jepang dan itu biayanya besar. Sebagai swasta kami lebih senang menyewa ketimbang membeli peralatan penelitian karena teknologi itu dinamis. Idealnya, jika pemerintah Indonesia mau mengembangkan manufaktur lokal berinvestasi di peralatan penelitian dan menganggap itu bagian dari layanan publik.

T: Bagaimana perkembangan pembangunan pabrik dengan Huawei
J: Pabrik dibangun di Padalarang, Jawa Barat. Saat ini dalam tahap pemindahan sebelum teseting dan teseting. Rencananya Huawei akan memindahkan semua lini pabriknya di China kesana. Kami menargetkan pda Maret-April tahun depan satu lini sudah dipindahkan

T: Apa kendala pengembangan manufaktur lokal
J: Manufaktur lokal baru bisa tumbuh jika tatanan industrinya  lengkap. Indonesia  baru lengkap diujung alias assembling.  Sementara untuk penelitian dan pengembangan belum ada. Akhirnya kita menunggu saja inovasi dari luar. Xirka tidak mau seperti itu, kami ingin dari hulu ke hilir sehingga pasar dikembangkan dengan baik dan tidak hanya menjadi tukang jahit, tetapi membuat dari awal.

T: Apa manufaktur lokal masih bisa dibangkitkan
J: Kuncinya adalah penerapan teknologi netral, jangan dipasung dengan satu standar. Begitu teknologi netral dibuka, pangsa pasar akan terbuka lebih banyak. Kita ini mirip dengan China, kalau bisa meniru negara itu yang memperkuat pasar domestik, Indonesia akan menjadi negara yang diperhitungkan untuk manufaktur teknologi informasi.

T: Bagaimana melihat  Kisruh standar WiMAX antara 16 d dan 16 e  di Indoneisa
J:  Kami akan jalan terus dengan WiMAX standar 16e, bahkan tahun depan akan mengembangkan 16 e versi enhanced dan tahun berikutnya  WiMAX Mobile. Ini kami lakukan karena sesuai dengan roadmap global. Saya hanya ingin pemerintah membuka matanya, jika ingin membantu manufaktur lokal, bukalah kesempatan untuk teknologi netral. Peluang sekarang ada di 16 e karena semua menggunakannya. Ini tidak hanya menggerakkan Xirka tetapi usaha kecil dan menengah (UKM). Harus diingat, Xirka  banyak bermitra dengan UKM untuk membuat perangkat, misalnya antena atau  mounting. Jika permintaan melonjak, tentunya semua elemen bisa menikmati.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s