251110 BTIP Optimistis Tender SIMMLIK Selesai Bulan Depan

JAKARTA— Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Ditjen Postel optimistis tender Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMMLIK) akan mendapatkan pemenang pada  Desember 2010.

“Pada 29 November nanti adalah periode memasukkan dokumen bagi peserta yang berminat mengikuti tender dengan  dana  210,99 miliar rupiah dalam  jangka waktu empat tahun ke depan. Kita perkirakan jika tidak ada masalah maka pada 23-25 Desember bisa dilakukan kontrak kerja dengan pemenang,” ungkap Kepala BTIP Santoso Serad di Jakarta, Rabu (24/11).

Diungkapkannya, tender terbuka bagi perusahaan yang berminat, bahkan pemenang tender  Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) sebelumnya. “Tidak ada masalah jika kebetulan yang menang pemain PLIK karena perangkat SIMMLIK itu dioperasionalkan oleh BTIP,” jelasnya.

Sementara untuk pengadaan Port Internet, BTIP telah mengikat kontrak dengan Cyber Network Indonesia (CNI) yang berkonsorsium dengan Indopratama Tele Global. Nilai kontrak untuk pengadaan Port Internet sekitar 24 miliar rupiah.

“Program internet kecamatan itu ada tiga tahap, pertama PLIK, kedua Port Internet, setelah itu SIMMLIK. Nah, jika ini sudah selesai semua akan ada digital library ditempatkan di server agar
akses internet itu berguna bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, perusahaan yang menjadi pelaksana  PLIK adalah  Telkom, Jastrindo Dinamika, Sarana Insan Muda Selaras, serta Aplikanusa Lintasarta.

Sementara Direktur Utama Lintasarta Samsriyono Nugroho mengatakan, peluang pemenang tender PLIK dalam lelang SIMM-LIK akan lebih besar ketimbang pelaku usaha lainnya karena konfigurasi sistem jaringan adalah milik para pemenang.

“Tetapi tidak tertutup juga kemungkinan yang menang nantinya bukan peserta PLIK. Hal ini karena dalam PLIK itu menetapkan penggunaan jaringan ada spesifikasi teknis dan semua bisa menyesuaikan. Apalagi bahasa mesin itu standar,” katanya.

Berkaitan dengan program Universal Service Obligation (USO) telepon pedesaan, Santoso memperkirakan, dapat terealisasi 33 ribu desa mendapatkan akses pada Maret 2011. “Kalau bicara Telkomsel, 25412 desa yang dibuka aksesnya sudah selesai dibangun. Tinggal Icon+ yang belum menyelesaikan pembangunan,” ungkapnya.

Santoso menjanjikan, Icon+ akan terkena denda telatnya pengoperasian karena tidak sesuai jadwal. “Sekarang kami fokus dulu kepada penggelaran layanan oleh Icon+. Misalnya untuk urusan peralihan kontraktor yang ternyata tidak mulus dilakukan atau mendorong dibukanya interkoneksi secepatnya,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s