181110 Telkom Tetap Pertahankan Status Multi Listing

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tetap mempertahankan statusnya sebagai  perusahaan multi listing khususnya di New York Stock Exchange (NYSE) karena mampu mengangkat nilai perusahaan.

“Listing di NYSE telah memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), seperti meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan-perusahaan Indonesia.  Sementara secara internal kehadiran  perseroan  di NYSE mampu meningkatkan transparansi perusahaan dalam menyampaikan pelaporan keuangannya,” ungkap VP Public Relations and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia melalui ketarangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/11).

Diungkapkannya, Kapitalisasi pasar saham Telkom pada akhir triwulan III/2010 adalah 185,5 triliun rupiah atau  merupakan 6,35% dari total kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia, senilai 2.919,4 triliun rupiah.

Telkom sendiri pada Senin 15 Nopember 2010, bertempat di  NYSE  menyelenggarakan Closing Bell Ceremony sehubungan dengan 15 tahun pencatatan sahamnya dalam bentuk American Depository Shares (ADS) di NYSE. Clossing Bell Ceremony di Bursa Wall Street dihadiri oleh CEO TELKOM Rinaldi Firmansyah, CFO Sudiro Asno, serta Komisaris Utama TELKOM Tanri Abeng, di samping para pejabat NYSE dan The Bank of New York.

Telkom  melaksanakan penawaran perdana (IPO) sahamnya pada bulan November 1995. Kemudian, mulai 14 November 1995, saham biasa Seri B Telkom tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, NYSE dan London Stock Exchange (LSE).

Saham Telkom juga diperdagangkan tanpa tercatat (Public Offering without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange (TSE). Sampai saat ini Telkom merupakan satu dari baru dua perusahaan Indonesia yang melakukan pencatatan di NYSE sebagai pasar utama dunia.

Menurutnya,  manfaat listing di NYSE telah meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), memberikan kemudahan kepada Telkom  untuk mendapatkan akses terhadap sumber-sumber pendanaan eksternal di tingkat internasional dan yang terpenting listing di NYSE dapat memberikan benefit berupa premium “valuasi” dibanding jika hanya melakukan listing di Indonesia saja.

Perusahaan yang melakukan listing di negaranya dan NYSE, rata-rata valuasinya lebih tinggi sekitar 13,9 persen dibanding hanya listing di negaranya.

Pada posisi September 2010, rata-rata 33 persen  volume perdagangan saham Telkom  berlangsung di NYSE, meskipun hanya 23,9 persen saja saham Telkom  yang diperdagangkan di bursa tercatat di NYSE (atau 11,4% dari keseluruhan saham).

Hal ini juga membuktikan bahwa NYSE mampu memberikan manfaat likuiditas, termasuk selama krisis besar ekonomi yang melanda Asia beberapa waktu lalu. Pencapaian 11,4 persen volume saham yang diperdagangkan di NYSE yang difasilitasi oleh Program ADR merupakan peningkatan sebesar 9 persen dibanding akhir 2009.

Terkait dengan kinerja saham perseroan di BEI, Eddy  menegaskan, tren yang bersifat fluktuatif adalah hal yang lumrah. “Apa yang dialami TELKOM secara umum sangatlah normal. Bahwa di titik-titik waktu tertentu terjadi penurunan. Hal tersebut bersifat sementara akibat pengaruh berbagai faktor yang terus bergerak dinamis,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s