181110 Omset BTEL Hanya Tumbuh di Bawah 1%

JAKARTA—PT Bakrie Telecom Tbk hanya mampu mencatat pertumbuhan pendapatan usaha baik secara bersih atau kotor dibawah angka satu persen pada kuartal ketiga tahun ini.

Tercatat, pendapatan usaha  perusahaan (gross revenue) yang memiliki kode saham BTEL itu secara year on year tumbuh 0,019 persen  dari  2.544,5 miliar di periode kuartal ketiga 2009 menjadi  2.545,0 miliar rupiah di periode tahun berikutnya.

Sedangkan pendapatan usaha bersih (net revenue) hanya meningkat 0,017 persen dari 2.013,4 miliar rupiah  di kuartal tiga 2009 menjadi  2,047,9 miliar rupiah  di kuartal III/2010.

“Iklim kompetisi yang makin ketat dalam industri telekomunikasi  manjadi tantangan serius bagi perusahaan untuk terus menjaga laju pertumbuhan pelanggan dan kinerja keuangan yang positif. Kami berusaha terus menjaga adanya pertumbuhan,” ungkap Direktur Utama  Bakrie Telecom Anindya N Bakrie melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/11).

Ditegaskannya, kinerja positif itu terlihat  dari laba bersih perusahaan meningkat 52,7 persen  dari  97,3 miliar rupiah pada periode ketiga 2009 menjadi  148,6 miliar rupiah  periode yang sama di tahun 2010. Sebagai konsekuensi margin laba bersih juga mengalami peningkatan tajam dari 3,8 persen menjadi 5,8 persen.

Sedangkan  Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization (EBITDA) mencatat  adanya kenaikan sebesar 11,8 persen dari  921,5 miliar rupiah  menjadi  1.030,5 triliun rupiah .

“Pada tahap ini langkah-langkah efisiensi perusahaan mampu mendorong pertumbuhan  EBITDA seperti terlihat pada penurunan rasio biaya-biaya operasi dan  pemeliharaan serta biaya penjualan dan pemasaran terhadap pendapatan usaha. Kenaikan EBITDA juga mengakibatkan membesarnya marjin EBITDA dari 36,2  menjadi 40,5 persen,” jelasnya.

Berkaitan dengan  raihan pelanggan berhasil  menembus angka 12,1 juta nomor  pada kuartal ketiga 2010 atau tumbuh  23,1 persen  dengan 9,8 juta nomor dibanding kuartal ketiga 2009.

Berdasarkan catatan, kinerja BTEL sebagai operator  yang tercatat di bursa saham adalah yang terburuk dibandingkan tiga operator yang telah mengumumkan kinerjanya pada kuartal ketiga dari sisi top line.

Lihat saja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) secara grup dalam laporan keuangan kuartal III 2010 memiliki pendapatan usaha konsolidasi  mencapai 52,1 triliun rupiah atau  tumbuh sebesar 3,9 persen  dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya

Selanjutnya, Indosat untuk pendapatan usaha dibukukan sebesar 14,843 triliun atau  mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen dari periode sama tahun lalu senilai 13,732,9 triliun rupiah dan PT XL Axiata Tbk (XL) yang  mendapatkan  pendapatan usaha sebesar  13 triliun rupiah atau naik 32 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menilai, kecilnya pertumbuhan pendapatan BTEL karena operator itu mulai masuk ke bisnis data yang dalam tahap awal masih belum memberikan pendapatan tetapi justru menyedot biaya untuk pengembangan. “Selain itu perang tarif masih terjadi sehingga bisa membahayakan kelangsungan industri telekomunikasi itu sendiri,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s