181110 BRTI Kaji Permintaan Lisensi Baru

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah mengaji permintaan lisensi baru yang diajukan oleh tiga operator telekomunikasi.

Ketiga operator yang mengajukan adalah  PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT XL Axiata Tbk (XL), dan PT Natrindo Telepon Seluler (NTS).

“BTEL mengajukan lisensi seluler sejak beberapa bulan lalu. Sedangkan XL dan NTS mengajukan lisensi Sambungan Langsung Internasional (SLI) sejak tahun lalu,” ungkap Anggota Komite BRTI M.Ridwan Effendi kepada Koran Jakarta, Rabu (17/11).

Diungkapkannya, kajian untuk permintaan XL dan NTS telah diselesaikan. “Saat ini tinggal menanti keputusan yang diambil oleh Menkominfo. Sementara untuk permintaan BTEL, baru akan diambil sikap oleh BRTI melalui pleno pada Kamis (18/11) ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ketiga operator tersebut terbuka untuk mendapatkan tambahan lisensi berkat Peraturan MenKominfo No 1/2010 yang memungkinkan pemberian melalui evaluasi jika memanfaatkan infrastruktur yang telah ada sebelumnya.

Sementara Anggota Komite BRTI Heru Sutadi meminta BTEL untuk memberikan kepastian waktu penggelaran layanan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) karena Izin prinsip telah diberikan sejak dua tahun lalu.

“Sampai sekarang tidak ada kepastian penggelaran SLJJ oleh BTEL. Bahkan untuk mengajukan  uji laik operasional (ULO) sebagai prasyarat mendapatkan izin penyelenggaraan SLJJ saja belum ada. Masalah ini belum selesai, BTEL sudah mengajukan pula lisensi ingin bermain di seluler,” sesalnya.

Menurutnya, pengajuan ULO harus dilakukan dua tahun setelah pemberian izin prinsip oleh regulator. tahun ini.“Jika tidak ULO untuk komersial sampai batas waktu yang ditentukan, izin prinsipnya bisa kita batalkan,” tegasnya.

Masih menurut Heru, BTEl belum pantas mendapatkan lisensi seluler karena regulasi tentang Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi berbasis pita belum dijalankan. “Baiknya tunggu BHP berbasis pita dimana unified license dijalankan. Tetapi ini pendapat pribadi sebagai anggota komite. Keputusan ada di pleno,” ketusnya.

Berdasarkan catatan,  komitmen pembangunan jaringan tetap SLJJ yang harus dilakukan oleh BTEL  diantaranya  komitmen minimal dari pembangunan infrastruktur jaringan tetap SLJJ sebanyak 58 kota/kabupaten di mana 15 kota/kabupaten berada di wilayah Indonesia bagian timur.

BTEL juga harus membangun terlebih dahulu 24 point of interconnection (POI) dengan panjang jaringan transmisi baru yang akan dibangun sepanjang 3.003 km. Sementara itu, kapasitas jaringan yang akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan layanan SLJJ sebanyak 80 core.
Sementara Direktur Layanan Korporasi  Bakrie Telecom  Rakhmat Junaidi mengatakan pihaknya segera mengajukan ULO SLJJ. “Saat ini sedang dalam pembangunan. Tunggu sebentar lagi. Bedasarkan regulasi kami diberikan waktu tiga tahun,” katanya. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s