151110 RAL Belum Diizinkan Kembali Beroperasi

JAKARTA—Maskapai Riau Airlines (RAL) belum diizinkan kembali beroperasi karena  belum memenuhi  syarat-syarat  sesuai regulasi.

“Kami belum memberikan izin kembali beroperasi kepada maskapai tersebut. Hal ini karena belum  dipenuhi  syarat tiga set awak kokpit,” ungkap  Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Yurlis Hasibuan di Jakarta akhir pekan lalu.

Diungkapkannya,  sejak RAL  berencana menggunakan Boeing 737-500 sebagai armadanya, instansinya  tidak memberikan sertifikasi untuk terbang mengingat persyaratan belum terpenuhi.

Dijelaskannya,  RAL masih bermasalah dengan sumber daya manusia, yaitu kekurangan tenaga pilot. Sesuai regulasi  jumlah pilot yang disyaratkan adalah minimal tiga set, satu set terdiri minimal satu pilot dan satu kopilot, sementara  RAL baru mempekerjakan satu set pilot.

Menurutnya, regulator sudah memberikan keringanan pada maskapai itu dengan tidak  mengharuskan mengoperasikan minimal dua pesawat. “Kami masih mengharapkan RAL  bisa menambah armada dalam waktu dekat. Tetapi yang jelas, bila hingga 2012 maskapai itu  tidak memiliki lima pesawat dan menguasai lima pesawat lainnya, dengan terpaksa tidak memenuhi syarat sebagai maskapai berjadwal,” tegasnya.

Sesuai dengan Undang Undang No 1 tahun 2009,  maskapai harus mengoperasikan minimal 10 unit pesawat dengan rincian lima unit berstatus hak milik dan setidaknya lima lagi dikuasai (sewa).

Masalah RAL mengemuka sejak bulan lalu  dimana Aero Century Corps (ACY) sebagai perusahaan yang menyewakan dua pesawat Fokker 50 menagih RAL untuk segera melunasi tunggakan pembayaran sewa pesawatnya. Diperkirakan  RAL memiliki utang sebesar  1,9 juta dollar AS kepada ACY. Utang tersebut meliputi biaya sewa pesawat, biaya perawatan dan bunga utang.[dni]