111110 Tidak Sekadar Modal Besar

Indonesia bisa dikatakan sudah meninggalkan era Telematika 1.0 atau masa membangun konektivitas bagi suara dan data. Hal ini  bisa dilihat dari tingginya angka penetrasi yang mencapai 80 persen dari total populasi. Saat ini masa Telematika 2.0 dijalani ditandai dengan maraknya bermunculan pengembang aplikasi.

Era Telematika 2.0 adalah mengisi konektivitas dengan aplikasi dan konten sehingga investasi infrastruktur bisa dioptimalkan. Perusahaan Teknologi Informasi (TI) raksasa dunia pun menyadari arti penting menggandeng kreator lokal karena prinsip yang digunakan untuk berhasil adalah Go Global Act local adalah kunci sukses di industri ini.

Hal itu sudah ditunjukkan oleh  Google yang  meluncurkan Google Maps Indonesia dengan menggandeng laman  LewatMana.com sebagai pemasok konten atau  Research in Motion (RIM) yang mulai memberikan perhatian bagi pengembang lokal.

Raksasa lokal seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun tidak ketinggalan ingin menggarap gurihnya pasar konten. Lihat saja aksinya  mendirikan  PT MelOn Indonesia  sebagai Digital Music Service yang menyediakan layanan download dan streaming musik secara tak terbatas.

Telkom juga mengakuisisi AdMedika yang memiliki posisi kuat sebagai pengembang aplikasi di asuransi kesehatan. Tentunya tak bisa dilupakan upaya membangkitkan Plasa.com dari kuburnya dengan menanamkan investasi sekitar dua juta dollar AS.

Plasa.com  menjadi semacam pertaruhan dari Telkom untuk bermain  sebagai pengisi konten. Hal itu bisa dilihat dari keseriusan dana investasi dan inovasi pengembangan dengan  menggandeng situs lelang e-bay dari Amerika Serikat atau membuat metode pembayaran ala pay pal. Semua  ini karena Telkom ingin menikmati nilai pasar dari  transaksi perdagangan online dimana pada tahun lalu saja mencapai  35 triliun rupiah yang didominasi oleh pemain asing.

Sayangnya, modal besar tidak linear dengan kinerja. Hal itu bisa dilihat dari jumlah  pengunjung situs yang masih minim. Kalukasi dari  alexa.com menyatakan  situs ini berada di posisi no 395 untuk laman paling banyak diakses di Indonesia. Posisi itu kalah jauh dengan Tokobagus.com yang berada di posisi 31.

Plasa.com sempat menunjukkan peningkatan pengunjung pada kuartal pertama 2010, tetapi hanya sesaat setelah itu kembali menunjukkan penurunan dengan rata-rata 39.394 pageviews per hari. Bahkan, hasil menggandeng e-bay pun ternyata belum menunjukkan kenaikan pengunjung secara eksponensial. Hal ini berbanding terbalik dengan Tokobagus.com yang mengalami kenaikan eksponensial sejak kuartal ketiga 2009.

“Tokobagus memulai  usaha dari perorangan dan secara bertahap. Awalnya modal yang ditanamkan sangat kecil. Investor besar baru masuk belum lama ini setelah ada  sinyal pertumbuhan,” ungkap Direktur Toko Bagus.com Arnold Sebastian Egg di Jakarta, belum lama ini.

Sejak didirikan lima tahun lalu, Tokobagus memiliki sekitar  600 ribu  anggota  yang bisa memposting iklan-iklan barang yang akan dijualnya dalam sehari mencapai 10 ribu iklan dengan jumlah pengunjung 70 juta orang setiap bulannya.

Diakuinya, memiliki mitra pemodal besar memang membantu usahanya berkembang. Tetapi kunci keberhasilan bermain di konten adalah penerapan strategi pemasaran yang tepat dan mendapatkan momentum. “Ini adalah bisnis kreatifitas dan kepercayaan. Punya uang banyak  memang membantu, tetapi kreatif adalah modal utama,” katanya.

Praktisi telematika Mochammad James Falahuddin menilai, pelajaran yang bisa dipetik dari keberhasilan TokoBagus.com adalah kesabaran membesarkan usaha. “Jika bicara Plasa.com dimana ada Telkom dibelakangnya justru membuat sulit berkembang karena bagaimana pun akan ditagih kinerja secara keuangan mengingat ini perusahaan publik,” jelasnya.

Padahal,  dalam bisnis online masalah jumlah pengunjung adalah kunci utama untuk sukses. “Facebook  baru positif pendapatannya setelah memiliki anggota  300 juta orang. Jadi, kalau Plasa.com belum menyelesaikan masalah jumlah pengunjung, bagaimana mau menghasilkan uang,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s