111110 RIM Indonesia: Sebatas Obat Penenang

Research in Motion (RIM) akhirnya merealisasikan janjinya untuk  membuka kantor perwakilan di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan meluncurkan  PT Research In Motion Indonesia  (RIM Indonesia)  pada Selasa (9/11) kemarin.

Managing Director RIM Asia Tenggara Gregory Wade mengatakan pendirian  RIM Indonesia sebagai bentuk komitmen investasi jangka panjang perseroan dan pengakuan terhadap potensi pasar yang besar dari Indonesia.

“Kami siap mengembangkan tim untuk menjadi nomor satu di Indonesia. Apalagi pasar broadband sedang bertumbuh sehingga memberikan peluang bagi perangkat RIM” ujarnya.

Pendirian  RIM Indonesia sendiri sebagai tindak lanjut rencana  penggelaran 36 pusat layanan pelanggan resmi BlackBerry yang akan mulai beroperasi pada akhir 2010. Penggelaran bertujuan untuk mendukung 24 bulan jaminan (warranty) BlackBerry yang diberikan  bagi pelanggan  mulai 15 Juli 2010 melalui tiga mitra distributor lokal yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular dan PT. Selular Media Infotama. Ketiga perusahaan bekerjasama dengan Brightpoint selaku penyalur global BlackBerry.

Selain tiga mitra lokal, RIM  masih  mengandalkan jalur distribusi dari enam operator yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison CP Telecommunication (Tri), Natrindo Telepon Seluler (Axis), dan Smart Telecom di Indonesia. Saat ini pengguna layanan RIM di Indonesia sudah mencapai 1,5 juta pelanggan.

RIM  juga berniat menggandeng pengembang lokal di Indonesia dengan mempertimbangkan jumlah aplikasi lokal yang terus meningkat dan mencatat tingkat download aplikasi dari App World sekitar 2 juta download perhari di tingkat global yang di antaranya berasal dari Indonesia. Rencananya, RIM  akan membangun komunitas pengembang aplikasi lokal seiring dengan rencana memperkuat investasinya di Indonesia.

Director Developer Relations RIM Mike Kirkup menambahkan,  Indonesia sebagai negara terbesar ke dua yang mengunduh aplikasi BlackBerry memberikan peluang unik bagi pengembang lokal.

“Kami ingin memberikan best practice dan menciptakan fleksibilitas serta kebebasan kepada para pengembang lokal untuk menciptakan aplikasi baik untuk kebutuhan sosial maupun bisnis dengan berbagai pendekatan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dari sekitar 28 juta pengguna BlackBerry Messenger di dunia sebanyak 1,5 juta diantaranya berasal dari Indonesia. Saat ini ada lebih dari 2 juta aplikasi didownload dari BlackBerry di dunia setiap harinya. Pertumbuhan aplikasi juga tinggi.

Dijelaskannya,  jenis aplikasi yang potensial dikembangkan yaitu  games, aplikasi sosial melalui BBM (Blackberry Messenger), dan advertising.

Menurutnya,  banyak model bisnis yang dapat dikembangkan ke depannya dengan pengembang lokal dimana RIM akan  menyediakan platform software melalui web untuk pengembangan aplikasi berbasis JavaScript dan ekstensinya agar investasi pengembangan aplikasi menjadi lebih maksimal dan l cepat.

Obat Penenang
Secara terpisah, Juru bicara Kementrian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) Gatot S Dewa Broto mengapresiasi, langkah RIM membuka kantor perwakilan di Indonesia sehingga mempermudah koordinasi jika ada masalah dengan regulator.

“Tidak seperti selama ini harus menunggu dulu dari Hongkong atau Kanada. Tetapi pembukaan kantor itu belum menyelesaikan masalah karena surat KemKominfo dua minggu lalu belum direspons oleh perusahaan itu,” ungkapnya.

Diungkapkannya, isi dari surat itu adalah penegasan adanya posisi penting yang dipegang oleh orang Indonesia di kantor perwakilan, komitmen RIM dalam melakukan filtering konten porno, serta secepatnya mengurus Izin Penyelenggara Jasa Internet (PJI). “Kami memposisikan RIM sebagai PJI. Ini harus ditegaskan agar tidak ada diskriminatif,” tegasnya.

Anggota Komite BRTI Nonot Harsono mengungkapkan, jasa yang diberikan RIM sebenarnya sama dengan Virtual Private Network (VPN) sehingga masalah Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) harus jelas. “Kami aka tetap mengejar masalah BHP karena operator tidak mampu menunjukkan di pembukuan soal ini. Selai itu masalah routing server juga hutang yang harus dilunasi,” tegasnya.

Pahami Realita
Head of Multimedia Smart Telecom Ruby Hermanto mengharapkan, hadirnya RIM Indonesia menjadikan perusahaan asal Kanada itu  lebih memahami kenyataan pasar lokal dan  menyesuaikan diri dengan perencanaan operator.

“RIM Indonesia harus mampu menghilangkan  selisih antara harga blackmarket dengan. Resmi. Fleksibel di pembebanan biaya servis dan penetapan harga jual perangkat oleh operator  karena  kenyataan di Indonesia itu ada perang harga,”katanya.

VP Channel Management Telkomsel Gideon E Purnomo meminta RIM secepatnya memenuhi permintaan dari pemerintah Indonesia, khususnya masalah routing server yang bisa menghemat belanja bandwidth. “Selain itu RIM harus mampu menjaga masalah tarif layanan di pasar,” katanya.

GM Multimedia Data Service Channel XL Handono Warih menilai  hadirnya RIM Indonesia sebagai bentuk antisipasi persaingan di tahun depan dimana kompetitor seperti Android dan iPhone mulai melakukan perlawanan.  “Tahun depan persaingannya butuh penanganan khusus. RIM tidak lagi bisa hanya mengandalkan operator,” katanya.

Diperkirakannya, walau RIM Indonesia hadir, tetapi tidak akan mendorong penurunan biaya layanan. “Tahun depan itu lebih bermain di nilai tambah,” jelasnya.

Sementara Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya  menegaskan, hadirnya RIM Indonesia akan membuat operator lebih fokus kepada layanan. “Masalah penjualan perangkat akan dilepas. Kita fokus dipelayanan dan  bundling konten saja,” katanya.

Berkaitan dengan keharusan RIM mengurus izin PJI, Teguh menilai kurang tepat karena posisinya  sebagai penjual perangkat.  “Lihat portfolio pendapatan RIM. Sebanyak  70 persen dari perangkat. Artinya bisnis inti di perangkat, aplikasi hanya nilai tambah,” katanya.

Praktisi telematika Faizal Adiputra menambahkan, jika RIM diharuskan mengurus izin PJI, maka Nokia Indonesia harus diperlakukan sama. “Nokia menawarkan Ovi mail, jika begitu layanan sejenis ini harus mengurus ijin juga. Pemerintah harusnya paham model bisnis aplikasi sebelum mengeluarkan regulasi,” ketusnya

Sedangkan  Penggagas id-blackberry@yahoogroups.com Abul A’la Almaujudy mengharapkan RIM mampu memahami psikologi pasar lokal melalui kantor perwakilannya dan lebih banyak lagi konten lokal ditawarkan bagi pasar Indonesia. “Pengembang lokal menanti komitmen yang dijanjikan oleh RIM,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s