111110 IM2 Tender Perangkat BWA

JAKARTA—PT Indosat Mega Media (IM2) tengah melakukan tender untuk penyediaan perangkat Braodband Wireless Access (BWA) di area Jawa Barat.

“Kami memang tengah melakukan tender untuk BWA di frekuensi 2,3 GHz. Ini untuk memenuhi kewajiban sebagai penyelenggara,” ungkap Sekretaris Perusahaan IM2 Andri Aslan di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, peserta tender terdiri dari  penyedia perangkat lokal atau asing. “Kami undang semuanya untuk mendapatkan penawaran dan bentuk ideal dari perangkat BWA yang digunakan. Beberapa perusahaan yang ikut tender adalah Teknologi Riset Global (TRG), Hariff, Alvaritech, Huawei, dan ZTE,” jelasnya.

Berkaitan dengan perusahaan yang belum memiliki sertifikat Type Approval (TA) atau tidak sesuai dengan standar BWA Nomadic yang diminta pemerintah seperti Alvaritech, Huawei atau ZTE, Andri mengaku tidak khawatir. “Ini kan tender jika ada yang menang dan sesuai dengan persyaratan,  tentu nantinya akan mengurus administrasi ke pemerintah,” katanya.

Untuk diketahui, Huawei dan ZTE belum memiliki TA dan lebih memilih pengembangan BWA berbasis 16e. Sementara Alvaritech memiliki hubungan dengan perusahaan asal Israel, Alvarion, yang tidak memiliki hubungan dagang dengan Indonesia.

Alvaritech sendiri dalam mengurush Tingkat Kandungan Dalam Negeri menggunakan perusahaan Jittech, sementara untuk TA memakai bendera Karya Lintas Sejahtera.

Secara terpisah, EGM Divisi Akses Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan, TRG telah memenangkan tender penyedia perangkat  untuk 5 Zona di spektrum 2,3 GHz milik perseroan. Kelima zona itu adalah  Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua dan Maluku

“Untuk jumlah BTS dan Consumer Premise Equipment (CPE) yang dijual belum bias diumumkan,” katanya.[dni]

111110 BRTI Nyatakan Kuis Lelang Ilegal

JAKARTA—Badan Regulasi  Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan kuis lelang melalui SMS Premium yang ditayangkan di televisi sebagai produk illegal karena tidak memiliki ijin.

“Kami sudah cek perijinan ke Kementrian Sosial, tidak ada ijin dikeluarkan. Ini artinya illegal. Ini bertentangan dengan regulasi,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Rabu (10/11).

Ditegaskannya, lembaganya akan menyurati operator  untuk menghentikan layanan dari SMS Premium yang cenderung membodohi masyarakat tersebut. “Jika ada yang membandel akan kami panggil. Tidak tertutup kemungkinan diberikan sanksi jika ada yang membandel karena masalah SMS Premium ini seperti lagu lama kaset kusut yang selalu berulang-ulang,” ketusnya.

Dikatakannya, BRTI juga akan berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan program tersebut di televisi. “Soalnya ini sudah jelas  konsep lelang kuisnya berbeda dengan konsep lelang sesungguhnya. Pada konsep lelang, barang dijual dengan harga tertinggi atau terendah,” katanya.

Tapi dalam kuis SMS premium tersebut, seperti ditegaskan Heru, penawaran yang disampaikan untuk pengikut lelang hanya bersifat basa-basi, di mana sesungguhnya yang dipertaruhkan adalah jumlah SMS yang terkirim.

“Contohnya, smartphone yang harganya  5 juta rupiah , misalnya, meski dengan tawaran satu rupiah, namun dengan banyak yang berkirim SMS, maka uang yang didapat sangat jauh sekali jumlahnya,” jelasnya.

Sebelumnya, operator sendiri terlihat menunggu dari keberanian BRTI menentukan sikap terkait layanan ini.

“Saat ini secara internal sudah didiskusikan terkait layanan kuis lelang itu. Indosat pun sudah menyampaikan pandangannya terkait layanan ini ke BRTI. Prinisipnya, apapun keputusan yang dibuat regulator, akan dipatuhi,”  kata Head of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko.

Sementara Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E. Marinto justru bingung dengan adanya rebut-ribut tentang Kuis Lelang karena selama ini regulator ternyata tidak pernah melakukan surat-menyurat. “Belum ada surat resmi yang diterima Telkomsel yang melarang kuis lelang. Tapi, kami patuh jika ada himbauan dari regulator, jelasnya.[dni]

111110 Tidak Sekadar Modal Besar

Indonesia bisa dikatakan sudah meninggalkan era Telematika 1.0 atau masa membangun konektivitas bagi suara dan data. Hal ini  bisa dilihat dari tingginya angka penetrasi yang mencapai 80 persen dari total populasi. Saat ini masa Telematika 2.0 dijalani ditandai dengan maraknya bermunculan pengembang aplikasi.

Era Telematika 2.0 adalah mengisi konektivitas dengan aplikasi dan konten sehingga investasi infrastruktur bisa dioptimalkan. Perusahaan Teknologi Informasi (TI) raksasa dunia pun menyadari arti penting menggandeng kreator lokal karena prinsip yang digunakan untuk berhasil adalah Go Global Act local adalah kunci sukses di industri ini.

Hal itu sudah ditunjukkan oleh  Google yang  meluncurkan Google Maps Indonesia dengan menggandeng laman  LewatMana.com sebagai pemasok konten atau  Research in Motion (RIM) yang mulai memberikan perhatian bagi pengembang lokal.

Raksasa lokal seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun tidak ketinggalan ingin menggarap gurihnya pasar konten. Lihat saja aksinya  mendirikan  PT MelOn Indonesia  sebagai Digital Music Service yang menyediakan layanan download dan streaming musik secara tak terbatas.

Telkom juga mengakuisisi AdMedika yang memiliki posisi kuat sebagai pengembang aplikasi di asuransi kesehatan. Tentunya tak bisa dilupakan upaya membangkitkan Plasa.com dari kuburnya dengan menanamkan investasi sekitar dua juta dollar AS.

Plasa.com  menjadi semacam pertaruhan dari Telkom untuk bermain  sebagai pengisi konten. Hal itu bisa dilihat dari keseriusan dana investasi dan inovasi pengembangan dengan  menggandeng situs lelang e-bay dari Amerika Serikat atau membuat metode pembayaran ala pay pal. Semua  ini karena Telkom ingin menikmati nilai pasar dari  transaksi perdagangan online dimana pada tahun lalu saja mencapai  35 triliun rupiah yang didominasi oleh pemain asing.

Sayangnya, modal besar tidak linear dengan kinerja. Hal itu bisa dilihat dari jumlah  pengunjung situs yang masih minim. Kalukasi dari  alexa.com menyatakan  situs ini berada di posisi no 395 untuk laman paling banyak diakses di Indonesia. Posisi itu kalah jauh dengan Tokobagus.com yang berada di posisi 31.

Plasa.com sempat menunjukkan peningkatan pengunjung pada kuartal pertama 2010, tetapi hanya sesaat setelah itu kembali menunjukkan penurunan dengan rata-rata 39.394 pageviews per hari. Bahkan, hasil menggandeng e-bay pun ternyata belum menunjukkan kenaikan pengunjung secara eksponensial. Hal ini berbanding terbalik dengan Tokobagus.com yang mengalami kenaikan eksponensial sejak kuartal ketiga 2009.

“Tokobagus memulai  usaha dari perorangan dan secara bertahap. Awalnya modal yang ditanamkan sangat kecil. Investor besar baru masuk belum lama ini setelah ada  sinyal pertumbuhan,” ungkap Direktur Toko Bagus.com Arnold Sebastian Egg di Jakarta, belum lama ini.

Sejak didirikan lima tahun lalu, Tokobagus memiliki sekitar  600 ribu  anggota  yang bisa memposting iklan-iklan barang yang akan dijualnya dalam sehari mencapai 10 ribu iklan dengan jumlah pengunjung 70 juta orang setiap bulannya.

Diakuinya, memiliki mitra pemodal besar memang membantu usahanya berkembang. Tetapi kunci keberhasilan bermain di konten adalah penerapan strategi pemasaran yang tepat dan mendapatkan momentum. “Ini adalah bisnis kreatifitas dan kepercayaan. Punya uang banyak  memang membantu, tetapi kreatif adalah modal utama,” katanya.

Praktisi telematika Mochammad James Falahuddin menilai, pelajaran yang bisa dipetik dari keberhasilan TokoBagus.com adalah kesabaran membesarkan usaha. “Jika bicara Plasa.com dimana ada Telkom dibelakangnya justru membuat sulit berkembang karena bagaimana pun akan ditagih kinerja secara keuangan mengingat ini perusahaan publik,” jelasnya.

Padahal,  dalam bisnis online masalah jumlah pengunjung adalah kunci utama untuk sukses. “Facebook  baru positif pendapatannya setelah memiliki anggota  300 juta orang. Jadi, kalau Plasa.com belum menyelesaikan masalah jumlah pengunjung, bagaimana mau menghasilkan uang,” katanya.[dni]

111110 RIM Indonesia: Sebatas Obat Penenang

Research in Motion (RIM) akhirnya merealisasikan janjinya untuk  membuka kantor perwakilan di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan meluncurkan  PT Research In Motion Indonesia  (RIM Indonesia)  pada Selasa (9/11) kemarin.

Managing Director RIM Asia Tenggara Gregory Wade mengatakan pendirian  RIM Indonesia sebagai bentuk komitmen investasi jangka panjang perseroan dan pengakuan terhadap potensi pasar yang besar dari Indonesia.

“Kami siap mengembangkan tim untuk menjadi nomor satu di Indonesia. Apalagi pasar broadband sedang bertumbuh sehingga memberikan peluang bagi perangkat RIM” ujarnya.

Pendirian  RIM Indonesia sendiri sebagai tindak lanjut rencana  penggelaran 36 pusat layanan pelanggan resmi BlackBerry yang akan mulai beroperasi pada akhir 2010. Penggelaran bertujuan untuk mendukung 24 bulan jaminan (warranty) BlackBerry yang diberikan  bagi pelanggan  mulai 15 Juli 2010 melalui tiga mitra distributor lokal yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular dan PT. Selular Media Infotama. Ketiga perusahaan bekerjasama dengan Brightpoint selaku penyalur global BlackBerry.

Selain tiga mitra lokal, RIM  masih  mengandalkan jalur distribusi dari enam operator yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison CP Telecommunication (Tri), Natrindo Telepon Seluler (Axis), dan Smart Telecom di Indonesia. Saat ini pengguna layanan RIM di Indonesia sudah mencapai 1,5 juta pelanggan.

RIM  juga berniat menggandeng pengembang lokal di Indonesia dengan mempertimbangkan jumlah aplikasi lokal yang terus meningkat dan mencatat tingkat download aplikasi dari App World sekitar 2 juta download perhari di tingkat global yang di antaranya berasal dari Indonesia. Rencananya, RIM  akan membangun komunitas pengembang aplikasi lokal seiring dengan rencana memperkuat investasinya di Indonesia.

Director Developer Relations RIM Mike Kirkup menambahkan,  Indonesia sebagai negara terbesar ke dua yang mengunduh aplikasi BlackBerry memberikan peluang unik bagi pengembang lokal.

“Kami ingin memberikan best practice dan menciptakan fleksibilitas serta kebebasan kepada para pengembang lokal untuk menciptakan aplikasi baik untuk kebutuhan sosial maupun bisnis dengan berbagai pendekatan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dari sekitar 28 juta pengguna BlackBerry Messenger di dunia sebanyak 1,5 juta diantaranya berasal dari Indonesia. Saat ini ada lebih dari 2 juta aplikasi didownload dari BlackBerry di dunia setiap harinya. Pertumbuhan aplikasi juga tinggi.

Dijelaskannya,  jenis aplikasi yang potensial dikembangkan yaitu  games, aplikasi sosial melalui BBM (Blackberry Messenger), dan advertising.

Menurutnya,  banyak model bisnis yang dapat dikembangkan ke depannya dengan pengembang lokal dimana RIM akan  menyediakan platform software melalui web untuk pengembangan aplikasi berbasis JavaScript dan ekstensinya agar investasi pengembangan aplikasi menjadi lebih maksimal dan l cepat.

Obat Penenang
Secara terpisah, Juru bicara Kementrian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) Gatot S Dewa Broto mengapresiasi, langkah RIM membuka kantor perwakilan di Indonesia sehingga mempermudah koordinasi jika ada masalah dengan regulator.

“Tidak seperti selama ini harus menunggu dulu dari Hongkong atau Kanada. Tetapi pembukaan kantor itu belum menyelesaikan masalah karena surat KemKominfo dua minggu lalu belum direspons oleh perusahaan itu,” ungkapnya.

Diungkapkannya, isi dari surat itu adalah penegasan adanya posisi penting yang dipegang oleh orang Indonesia di kantor perwakilan, komitmen RIM dalam melakukan filtering konten porno, serta secepatnya mengurus Izin Penyelenggara Jasa Internet (PJI). “Kami memposisikan RIM sebagai PJI. Ini harus ditegaskan agar tidak ada diskriminatif,” tegasnya.

Anggota Komite BRTI Nonot Harsono mengungkapkan, jasa yang diberikan RIM sebenarnya sama dengan Virtual Private Network (VPN) sehingga masalah Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) harus jelas. “Kami aka tetap mengejar masalah BHP karena operator tidak mampu menunjukkan di pembukuan soal ini. Selai itu masalah routing server juga hutang yang harus dilunasi,” tegasnya.

Pahami Realita
Head of Multimedia Smart Telecom Ruby Hermanto mengharapkan, hadirnya RIM Indonesia menjadikan perusahaan asal Kanada itu  lebih memahami kenyataan pasar lokal dan  menyesuaikan diri dengan perencanaan operator.

“RIM Indonesia harus mampu menghilangkan  selisih antara harga blackmarket dengan. Resmi. Fleksibel di pembebanan biaya servis dan penetapan harga jual perangkat oleh operator  karena  kenyataan di Indonesia itu ada perang harga,”katanya.

VP Channel Management Telkomsel Gideon E Purnomo meminta RIM secepatnya memenuhi permintaan dari pemerintah Indonesia, khususnya masalah routing server yang bisa menghemat belanja bandwidth. “Selain itu RIM harus mampu menjaga masalah tarif layanan di pasar,” katanya.

GM Multimedia Data Service Channel XL Handono Warih menilai  hadirnya RIM Indonesia sebagai bentuk antisipasi persaingan di tahun depan dimana kompetitor seperti Android dan iPhone mulai melakukan perlawanan.  “Tahun depan persaingannya butuh penanganan khusus. RIM tidak lagi bisa hanya mengandalkan operator,” katanya.

Diperkirakannya, walau RIM Indonesia hadir, tetapi tidak akan mendorong penurunan biaya layanan. “Tahun depan itu lebih bermain di nilai tambah,” jelasnya.

Sementara Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya  menegaskan, hadirnya RIM Indonesia akan membuat operator lebih fokus kepada layanan. “Masalah penjualan perangkat akan dilepas. Kita fokus dipelayanan dan  bundling konten saja,” katanya.

Berkaitan dengan keharusan RIM mengurus izin PJI, Teguh menilai kurang tepat karena posisinya  sebagai penjual perangkat.  “Lihat portfolio pendapatan RIM. Sebanyak  70 persen dari perangkat. Artinya bisnis inti di perangkat, aplikasi hanya nilai tambah,” katanya.

Praktisi telematika Faizal Adiputra menambahkan, jika RIM diharuskan mengurus izin PJI, maka Nokia Indonesia harus diperlakukan sama. “Nokia menawarkan Ovi mail, jika begitu layanan sejenis ini harus mengurus ijin juga. Pemerintah harusnya paham model bisnis aplikasi sebelum mengeluarkan regulasi,” ketusnya

Sedangkan  Penggagas id-blackberry@yahoogroups.com Abul A’la Almaujudy mengharapkan RIM mampu memahami psikologi pasar lokal melalui kantor perwakilannya dan lebih banyak lagi konten lokal ditawarkan bagi pasar Indonesia. “Pengembang lokal menanti komitmen yang dijanjikan oleh RIM,” tegasnya.[dni]

111110 Sriwijaya Air Ekspansi Regional

JAKARTA–Maskapai swasta nasional, Sriwijaya Air, memilih untuk melakukan ekspansi ke kawasan regional seiring datangnya armada baru mulai tahun depan.

“Kami memilih rute sesuai dengan hitungan bisnis. Dari kajian, rute regional untuk saat ini menguntungkan,” ungkap Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie di Jakarta, Rabu (10/11).

Dikatakannya, untuk saat ini maskapainya telah melayani rute Singapura dan Malaysia. Sementara untuk rute Australia yakni ke Kota Perth, telah dikantongi izinnya. “Kami membidik dua kota juga di China yakni Xia Men dan Guangzhou,” katanya.

Direktur Pemasaran Sriwijaya Air Toto Nursatyo menambahkan, untuk penerbangan ke China dan Australia akan menunggu hadirnya pesawat baru Boeing 737-800 NG. “Pesawat dari lessor akan datang sebanyak tiga unit pertengahan tahun depan atau awal 2012. Armada ini digunakan untuk ekspansi ke rute-rute regional,” jelasnya.

Chandra mengungkapkan, perseroan  telah sepakat untuk membeli 20 Boeing 737-800 NG. Sebanyak tiga unit  akan datang dua tahun lagi secara bertahap . Harga satu unit pesawat ini sekitar 75 juta dollar AS dengan kapasitas 189 kursi.

Selain itu juga akan dibeli 20 unit Embraer Regional E Jet dengan kapasitas 105 kursi. Harga satu pesawat ini sekitar 40,5 juta dollar AS.

“Pembiayaan dari pesawat ini 20 persen dari kas internal, sisanya dari pembiayaan eksternal,” jelas Toto.

Berkaitan dengan pemilihan armada Embraer, Toto menjelaskan, hal ini berhubungan dengan keinginan perseroan untuk masuk ke seluruh kabupaten di Indonesia. “Indonesia memiliki 35 bandara dengan panjang 1.400 meter, 70 bandara dengan panjang 1.600 meter, dan 100 bandara dengan panjang 1000-1.500 meter. Fasilitas ini sesuai dengan Embraer yang kami pilih,” katanya.

“Dua tahun lagi tiga unit pesawat Embraer itu akan datang. Kami akan gunakan untuk melayani seluruh wilayah Sumatera dulu, setelah itu ke wilayah lainnya,” tambah Chandra.[Dni]

111110 GMF Dipercaya Rawat Armada IAA

JAKARTA–Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF) dipercaya oleh Indonesia Air Asia (IAA) untuk merawat seluruh armada Airbus 320 milik maskapai berbasis hemat biaya itu.

“Kami mempercayakan 14 unit pesawat A320 dirawat oleh GMF. Rencananya akan ada dua lagi tahun depan dan dalam waktu lima tahun mendatang terdapat 30 unit,” ungkap Direktur Utama IAA Dharmadi di Jakarta, Rabu (10/11).

Diungkapkannya, selama ini perawatan armada dipercayakan kepada bengkel di Singapura dan Malaysia. “Kepercayaan merawat pesawat di GMF ini menjadikan adanya penghematan sebesar 10 persen,” jelasnya.

Menurutnya, pemilihan GMF karena bengkel ini telah memiliki kemampuan memadai dan orang-orangnya dikenal di perindustrian.

Direktur Utama GMF Richard Budihadianto mengungkapkan, bengkelnya dipercaya selama tiga tahun mendatang untuk merawat seluruh armada IAA dengan nilai kontrak 5 juta dollar AS. “Kami akan melakukan perawatan A dan C check. Dalam jangka panjang diharapkan bisa merawat overhaul,” katanya.

Ditegaskannya, secara kontribusi ke omset GMF nilanya kecil karena pada tahun ini  ditargetkan meraih 160 juta dollar AS. “IAA secara pangsa pasar ini potensia karena merencanakan pertumbuhan armada terus menerus. Apalagi A320 jenis baru yang kami perbaiki. Ini bagus untuk menambah portfolio GMF,” jelasnya.

Selanjutnya diungkapkan, bisnis perawatan pesawat sendiri akan mulai menunjukkan titik cerah pada kuartal pertama tahun depan seiring krisis di industri penerbangan usai.

“Bisnis perawatan terkena dampak krisis dua tahun lalu dengan mengalami penurunan sebesar 20 persen. Kami pun pada tahun ini tidak mencapai target pada tahun ini seperti yang ditetapkan awalnya 1,7 triliun rupiah,” katanya.[Dni]

111110 XL Optimistis MDS Dilirik Pelanggan

JAKARTA–PT XL Axiata Tbk (XL) optimistis layanan Mobile Data Services (MDS) semakin dilirik 38,5 juta pelanggannya seiring teredukasinya pasar.

“Kondisi pasar berbeda dengan dua tahun lalu. Pasar semakin bisa menerima platform MDS. Hal itu bisa dilihat dari animo pelanggan kala XLgo diluncurkan seminggu lalu,” ungkap Direktur Pemasaran XL Nicanor V Santiago di Jakarta, Rabu (10/11).

XLgo adalah platform untuk bisa mengakses berbagai media jejaring sosial, alamat email, dan berita. Selain itu pelanggan juga bisa lebih mudah mendapatkan informasi seputar XL dari situs ini. Minggu pertama diluncurkan pada November terdapat 400 ribu pelanggan yang menjadi pengunjung dari situs ini.

XL menggandeng  Motricity  membangun platform portal yang  merupakan  pertama kali digunakan operator di kawasan Asia Tenggara. Sementara di Amerika Serikat sudah lama digunakan operator AT&T.

Portal XLgo! kompatibel dengan ponsel 3G seperti Nokia 2630, 5130, N70, C3, X3-02; SonyEricsson W200i; Nexian NX-G922, BB 8320, Bold 9000.

“Kami mengharapkan ada 20 persen dari total pelanggan akan menggunakan layanan ini hingga akhir tahun nanti,” jelasnya.

VP MDS XL Asni Juita mengungkapkan, omset yang mungkin diraih oleh perseroan dari XLgo dari mobile advertising dan akses yang lebih dalam dari satu situs. “Mobile advertising mulai diminati oleh pemasang iklan. Kami memiliki beberapa alat untuk menggarap pasar ini,” katanya.

Nicanor mengungkapkan, platform untuk mendukung mobile advertising diantaranya fanbook, XLgo, dan XL mall. Sedangkan mitra yang diajak kerjasama adalah Buzzcity dan Inmobi. “Pendapatan dari mobile advertising ini sekitar 8 miliar rupiah per kuartal,” tuturnya.[Dni]