051110 Telkom Gandeng 5 Perusahaan TIK

JAKARTA– PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggandeng lima perushaaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap internet di Indonesia.

Kelima perusahaan itu adalah   Axioo, Intel,  Intesys, Lokatara Abhinaya, Berca Cakra Teknologi, dan Haeir Telecom Indonesia.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, melalui kerjasama dengan lima perusahaan  tersebut perseroan   akan menyediakan produk bundling Speedy ataupun FlexiNet Unlimited dengan harga yang relatif terjangkau.

“Contohnya, melalui kerjasama dengan Axioo TELKOM akan menyediakan Bundling Netbook dengan harga khusus bagi pelanggan Speedy atau FlexiNet,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/11).

Menurutnya, produk yang dihasilkan dari kerjasama dengan lima perusahaan terkemuka itu lebih kompetitif dari sisi harga sehingga masyarakat bisa membeli alat untuk akses internet lebih berkualitas.   “Dibandingkan pembelian secara terpisah, dalam paket bundling Speedy maupun Intel dan mitranya akan memberikan benefit yang lebih baik bagi pelanggan,” jelasnya.

Berkaitan kerjasama dengan  PT Intersys, Eddy mengungkapkan, Telkom  akan menyediakan bundling MID Smartphone dengan spesifikasi : Android 2.2, layar 7″ high resolution Capasitive multi touch, slot Hybrit 3G GSM / DCMA, Wifi, Blutooth, double Camera (muka dan belakang) dengan harga khusus pula.

Di samping mempercepat penetrasi komputer dan internet kepada masyarakat, program  product bundling tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong industri IT lokal. Program ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk mendukung antara lain bidang pendidikan dan UKM. “Selain first time user, target program ini adalah komunitas pendidikan, UKM dan konsumer,” jelasnya.

Menurut Eddy, dunia saat ini sedang menuju era broadband internet economy, ironisnya penetrasi komputer di Indonesia masih rendah. “Rendahnya penetrasi disebabkan biaya koneksi internet dan harga komputer yang relatif berada di atas daya beli masyarakat.

Sebagai penyedia jaringan internet terbesar di Indonesia, Telkom berkepentingan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap internet cepat. Dalam perspektif Telkom, komputer dengan harga terjangkau dan akses internet cepat harus  tersedia untuk semua orang.

“Distribusi konektivitas broadband melalui Speedy ataupun FlexiNet Unlimited inilah yang nantinya akan meningkatkan komunikasi. Koneksi broadband akan dapat mempersatukan komunitas bisnis, maupun pendidikan,” katanya.

Masih menurutnya, pertumbuhan dan penetrasi TIK  sangat menentukan perkembangan ekonomi Indonesia. Telkom berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi demi meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dan dalam prosesnya, memberikan kontribusi kepada perkembangan Indonesia secara nasional untuk mampu berkompetisi di tingkat regional maupun global.[dni]

051110 Pemerintah Harus Bangun Angkutan Berbasis Rel

JAKARTA–Pemerintah harus membangun angkutan barang dan penumpang berbasis rel untuk merealisasikan terjadinya efisiensi dari sisi ebergi dan lingkungan hidup.

“Pemerintah tidak bisa mengutamakan pembangunan berbasis jaln jika melihat tren pertumbuhan penduduk dan barang di Indonesia di masa mendatang. Mengutamakan angkutan berbasis rel akan lebih baik karena dari sisi energi dan lingkungan terjadi efisiensi 20 hingga 50 persen,” ungkap Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit di Jakarta, Kamis (4/11).

Menurutnya, saat ini pemerintah belum menunjukkan keberpihakkan dalam pembangunan angkutan berbasis rel hal itu dapat terlihat dari alokasi anggaran hanya sebesar 4,1 trliliun rupiah untuk pembangunan prasarana kereta api.

“Bandingkan dengan anggaran pembangunan jalan di Kementrian PU yang bisa puluhan triliun rupiah. Jika hanya sebesar 4,1 triliun rupiah, untuk pembangunan prasarana saja hanya sepotong-potong,” katanya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Asril Syafei mengakui dana sebesar 4,1 triliun rupiah yang didapat untuk pengembangan kereta api tidak mencukupi. “Jika dihitung, dibutuhkan sekurangnya 10 triliun rupiah hanya untuk pembangunan prasarana. Anggaran terbatas yang didapat lebih banyak digunakan untuk jalur ganda. Salah satu contohnya,  meneruskan proyek pembangunan jalur ganda Petarukan-Pekalongan,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk mendorong pembangunan angkutan berbasis rel pemerintah membuka peran bagi swasta untuk berinvestasi. “Swasta bisa berinvestasi di sarana, prasarana, atau keduanya. Pemerintah sendiri membuka kerjasama dalam bentuk Public Private Partnership (PPP) dengan percontohan adalah KA Bandara Soekarno-Hatta yang akan dimulai pembangunannya tahun depan,” jelasnya.

Danang mengingatkan, dalam pengembangan angkutan kereta api tidak mudah untuk mendapatkan pendanaan karena nilai investasi yang besar, hambatan dalam pembebasan lahan, dan sumber daya manusia dalam bidang perekertapian masih terbatas.

Menurutnya,   bentuk investasi yang ideal antara kerjasama pemerintah dan swasta dalam membangun angkutan kereta api adalah penyediaan lahan tetap oleh pemerintah,  dibuat Badan Layanan Umum  perkeretaapian,dan  pembentukan otoritas perkeretapian sebagai “granting authority” dalam pemberian konsesi kereta api  antar propinsi dan juga sebagai “supervising agency” bagi kereta api  daerah. “Konsep ini memang membuat pemerintah tetap dominan. Hal ini tak bisa diingkari,” tegasnya.

sebelumnya,  Direktur Umum PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Ignasius Jonan mengakui,  konsep bisnis perekeretaapian yang berlaku di Indonesia saat ini dinilai belum kondusif karena  konsep Public Service Obligation (PSO), Track Access Charge (TAC) dan Infrastructure Maintenance and Operations (IMO) belum diatur secara kondusif.

TAC adalah ongkos yang dibebankan dalam menggunakan infrastruktur negara (jalan rel, sinyal, dll).  PT KAI wajib membayar TAC kepada Pemerintah dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara Infrastructure Maintenance (IM) saat ini dikerjakan bersama-sama dan tumpang tindih antara PTKAI dan Ditjen KA . Padahal, seharusnya dapat dikerjakan oleh siapa saja yang berkompeten untuk merawat Jalan Rel dan sinyal, melalui lelang oleh Ditjen KA. Sedangkan untuk Infrastructure Operations (IP)  dilakukan PT KAI atas nama negara dan seharusnya menerima bayaran untuk  pengoperasian.

“Kondisi saat ini besaran IMO  sama dengan TAC. Dalam jangka panjang akan bermasalah karena tidak ada yang bertanggungjawab dengan jelas atas infrastruktur perkeretaapian,” jelasnya.

Sedangkan untuk PSO  merupakan kewajiban negara yang harus dibayarkan kepada operator kereta api atas selisih Pedoman Tarif per Km/penumpang dan Tarif per Km/penumpang yang ditentukan pemerintah ditambah margin yang wajar..

Menurutnya, untuk memajukan moda kereta api dibutuhkan kombinasi jangka pendek, menengah, dan panjang antara regulator dan operator.  Diantaranya adalah  sertifikasi untuk seluruh operator KA dilakukan instansi yang berwenang.

Hal itu berupa pemisahan tugas yang jelas antara PT. KAI sebagai operator dan Ditjen KA sebagai regulator dalam hal pembangunan dan pengelolaan stasiun, rel dan persinyalan.  Pemisahan aset yang jelas antara PT. KAI dan Ditjen KA dan  mengundang swasta untuk ikut dalam operasionalisasi perkeretaapian  Selain itu diharapkan  penyelesaian semua regulasi perkeretaapian (PP, Permen/Kepmen, SOP/Juklak/Juknis) yang diperlukan. [dni]

051110 Qantas Harus Bertanggungjawab

JAKARTA–Maskapai asal Australia, Qantas, harus bertanggungjawab atas kerusakan yang dialami oleh warga di Batam akibat tertimpa serpihan mesin pesawat itu kala melintasi wilayah udara pulau tersebut.

“”Qantas harus bertanggungjawab atas kerusakan yang ditimbulkan bagi warga. Maskapai itu yang akan mengganti rugi. Sampai saat ini belum diketahui kerugian yang dialami warga. Pemda dan kepolisian setempat agar melakukan inventarisasi,” tegas  Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Kamis (4/11).

Dihimbaunya, warga melapor ke pihak terkait jika ada kerugian yang dialami. Selain itu,  pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk segera menginventarisasi kerugian yang dialami warga.

Sejauh ini, ungkapnya,  serpihan mesin pesawat Qantas Airbus 380 itu jatuh di sekitar area Batam Centre.

Sementara itu,  Chief Executive Officer Qantas Alan Joyce dalam keterangan tertulisnya   memutuskan untuk menghentikan sementara layanan penerbangan di rute yang menggunakan pesawat raksasa Airbus A380, menyusul insiden keruskan mesin yang menimpat pesawat QF 32 rute London-Singapura-Sydney pada Kamis (4/11).

“Qantas memutuskan untuk membatalkan penerbangan dengan Airbus A380 sampai kami yakin memperoleh jaminan keamanan atas pesawat itu,” ujarnya.

Berkaitan dengan   nasib penumpang yang akan mengalami penundaan,  perseroan memastikan   akan mengakomodasikannya dengan penerbangan alternatif.

Berdasarkan catatan,  saat ini Qantas telah mengoperasikan 6 pesawat Airbus A380, sedangkan 4 unit masih dalam tahap pemesannya.

Untuk diketahui, pesawat Qantas QF 32 rute London-Singapura-Sydney dengan 440 penumpang dan 26 awak pesawat itu melakukan return-to-base (RTB) atau kembali ke Changi Airport Singapura dan mendarat dengan selamat pada pukul 11:45 waktu setempat.

Pesawat yang rencananya terbang ke Sydney itu mengalami gangguan satu dari empat mesinnya, sehingga memutuskan untuk mendarat kembali. Sebelum melakukan pendaratan, pesawat itu melakukan manuver penerbangan untuk membuang sisa bahan bakar.

Beberapa bagian dari mesin pesawat yang rusak itu terlepas selama RTB dan jatuh di wilayah Batam. Pesawat Qantas QF 32 itu akhirnya kembali lagi ke Bandara Changi, setelah lepas landas sekitar lima menit menuju Australia. Pesawat masih didalam wilayah tanggung jawab pemanduan Singapura.[dni]