041110 Mencari Konten Pengisi Pipa

International Telecommunication Union (ITU) mencatat pengguna internet di dunia pada akhir tahun ini mencapai dua miliar orang. Di Indonesia, pengguna internet diperkirakan mencapai 35 juta orang dan penetrasi dari jasa ini mencapai 7,18 persen.

Pemicu dari tingginya pertumbuhan internet di sebabkan oleh tigal hal yaitu penyebaran infrastruktur, services, serta aplikasi atau konten. Infrastruktur bisa dilihat dari variasi alat yang digunakan mengakses internet dan kesiapan teknologi broadband. Services atau layanan dari keterjangkauan harga dan kualitas. Sementara konten dan aplikasi hadir sesuai dengan kebutuhan dari pengguna seperti social networking, games, atau menunjang bisnis skala kecil atau menengah.

“Trafik dari data dalam kurun waktu lima tahun belakangan meningkat ratusan kali lipat, tetapi tidak paralel dengan pendapatan yang hanya naik sekitar 30 persen. Ini harus diwaspadai oleh operator agar tidak menjadi pipa penghantar data saja,” ungkap Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto di Jakarta, belum lama ini.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan, selain bermain di data terdapat cara lain untuk menghindari menjadi penghantar pipa yang baik bagi konten yakni menggunakan infrastruktur secara bersama-sama. “Sudah tidak jamannya operator membangun dari hulu ke hilir. Jika ada penggunaan infrastruktur bersama-sama itu bisa menekan biaya,” jelasnya.

Diakuinya, pemain telekomunikasi memiliki peluang di era konvergensi dengan menyajikan layanan diluar komoditas dasar seperti suara dan SMS dalam bentuk triple play yang melibatkan layanan dasar, Broadband dan Internet Protocol TV (IPTV). Namun menjadikan mainan baru itu sebagai penghasil uang dalam waktu singkat membutuhkan perjuangan yang panjang.

“Tantangan terbesar dari penetrasi broadband adalah rendahnya penetrasi perangkat ke konsumen seperti komputer dan kalukalasi ekonomis yang belum menguntungkan operator. Tetapi, dengan terus tumbuhnya jasa data, operator harus mampu menjaga keseimbangan berinvestasi antara mengakomodasi kebutuhan dari bisnis dasar dan mengantisipasi mekarnya layanan data,” jelasnya.

Konten Andalan
Sementara Group Head Pemasaran Vas Indosat Teguh Prasetya mengungkapkan, operator sudah mulai meraba-raba dan menginkubasi konten-konten yang mampu menjadi andalan untuk menjadi pendapatan dimasa depan.

“Video, File Sharing dan Web browsing akan mendominasi trafik hingga empat tahun mendatang. Pertumbuhan dari tiga itu berkisar 15-46 persen setiap tahunnya. Selain itu Voice over Internet Protocol (VoIP) melalui sosial media akan tumbuh pesat juga,” ungkapnya.

Diungkapkannya, tren kedepan untuk pengiriman video atau file sharing tidak harus dari server tetapi bisa juga antar personal (P toP) layaknya SMS.”Video berbasis paket data sudah mulai diperkenalkan sekarang. Jika perangkat untuk merekam video makin konvergen, keterbatasan bandwidth bisa diatasi, dan perilaku untuk berbagi makin tinggi, maka layanan ini akan menjadi konten yang mematikan,” jelasnya.

Vice President Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi mengungkapkan, perseroan sudah merintis agar konten andalan lebih cepat menghasilkan pendapatan melalui situs langit musik yang bermain menjual lagu full track dan video clip.
Langit Musik sendiri dalam bisnis Telkomsel tercatat sebagai New bisnis yang ditargetkan menyumbang sebesar 12-15 persen dari total pendapatan 2010 sebesar 48 triliun rupiah. Saat ini toko musik online yang dikelolanya telah mampu menghasilkan omset 150-200 juta rupiah per bulan seiring ditambahnya saluran untuk mengakses dan jumlah lagu.

Rata-rata terdapat 40 ribu pelanggan aktif mengunduh satu hingga dua lagu di laman tersebut setiap harinya. Langit musik akan bertambah kuat seiring hadirnya PT MelOn Indonesia. Perusahaan ini baru saja didirikan oleh Telkom dan SK Telecom dari Korea sebagai Digital Music Service yang menyediakan layanan download dan streaming musik secara tak terbatas (unlimited).

Perusahaan ini menelan investasi senilai 51 miliar rupiah dimana Telkom melalui anak usaha Metra, menguasai 51 persen sahamnya. Kekuatan kompetitif utama MelOn Indonesia adalah mampu menyediakan semua jenis musik, termasuk lagu-lagu Indonesia dan Internasional (Pop Amerika/Inggris), bahkan lagu-lagu Korea, Jepang, dan Cina.

Selanjutnya untuk memperluas segmen, Langit Musik juga menyediakan video clip bekerjasama dengan VuClip dari Numedia yang dapat diunduh oleh pelanggan. “Target omset untuk penjualan video clip ini hingga akhir tahun mencapai 5-6 miliar rupiah, sedangkan tahun depan sekitar 10 miliar rupiah setiap bulan. Kami lebih optimistis dalam menjual layanan ini karena perilaku pelanggan lebih ingin menikmati gambar dan lagu,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, CEO Numedia Global Andy Zain mengakui, perilaku berbagi memang mulai terjangkiti di pelanggan seluler dan menjadi peluang bagi konten video. “Teknologi Vuclip cocok untuk pengguna ponsel karena data sudah dikompres. Ini membuat video tersaji lebih baik dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada dasarnya pengguna memang suka video, tetapi selama ini belum ada teknologi yang bisa menghantarkan dengan baik dan harga yang tepat. “Kalau dulu pelanggan dipaksa pakai video call yang mahal dan jangkauan masih terbatas atau dipaksa untuk paket berlangganan video padahal penggunaannya jarang sehingga tidak laku,” jelasnya.

Diungkapkannya, model bisnis dari Vuclip pun lumayan baru dengan tidak mensyaratkan aplikasi lunak terinstall di ponsel. “ Prinsipnya semua ponsel yang memiliki wap browser dan video player bisa mengakses layanan ini. Sejak layanan ini dikomersialkan bersama XL ada 7 juta video yang telah diunduh oleh pengguna,” katanya.

Sementara praktisi telematika Mochammad James Falahuddin mengingatkan, operator yang ingin bermain di konten harus waspada dengan gelembung sementara dari aplikasi yang laku dijual. “Contohnya lagu berbentuk Full track, awal tahun dianggap masih potensial, sekarang justru mulai menurun. Apalagi Ring Back Tone yang lebih cepat turnnya,” jelasnya.

Diharapkannya, hadirnya MelOn Indonesia dapat menaikkan kurva penjualan lagu full track dengan syarat Telkom grup terus meningkatkan kualitas jaringan dan membuat metode pembayaran yang mudah diakses.”Berjualan secara online itu hanya dua syaratnya memiliki jaringan dan pembayaran yang bagus serta banyak didatangi oleh pengunjung,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s