301010 Seluler Masih Menjadi Andalan

JAKARTA—Layanan seluler yang dimiliki oleh operator telkomunikasi masih menjadi andalan untuk meraup pendapatan dari pelanggan hingga berakhirnya kuartal III tahun ini.

Hal itu bisa dilihat dari laporan keuangan dua operator yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT XL Axiata Tbk (XL) yang dilansir menjelang tutup akhir pekan ini.

Telkom yang menguasai pasar seluler melalui anak usaha Telkomsel berhasil meraup pendapatan usaha konsolidasi selama periode kuartal ketiga 2010  mencapai 52,1 triliun rupiah atau  tumbuh sebesar 3,9 persen  dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya

Kenaikan pendapatan usaha sebesar 1.960 triliun rupiah  miliar sebanyak 60 persen atau 552 miliar rupiah disumbangkan oleh Telkomsel. Selanjutnya telepon tetap senilai 952 miliar rupiah, dan  Data, Internet, dan Jasa Teknologi Informatika sebesar 2.071 miliar rupiah.

Saat ini Jumlah pelanggan selular milik Telkom  meningkat pesat sebesar 17 persen  dibandingkan periode tahun lalu menjadi 93,1 juta pelanggan pada bulan September 2010 dengan jumlah tambahan pelanggan sebesar 11,5 juta pelanggan.

Sementara Xl yang bermain di seluler mendapatkan  pendapatan usaha sebesar  13 triliun rupiah atau naik 32 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih naik 73 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi  2,1 triliun rupiah.

“Melihat kinerja hingga kuartal ketiga, Telkom masih optimistis akan terjadi pertumbuhan high single digit untuk bottom line. Apalagi pendapatan seluler yang menjadi penopang secara per kuartal menunjukkan pertumbuhan yang kompetitif ketimbang pemain lainnya,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah kepada Koran Jakarta, Jumat (29/10).

Diungkapkannya, walau pendapatan usaha secara grup menunjukkan pertumbuhan, tetapi laba bersih mengalami penurunan  sebesar 3,9 persen dari 9.300 triliun rupiah pada periode kuartal III 2009  menjadi 8.933 triliun rupiah pada kuartal 2010.

Penurunan laba terjadi karena Telkom  mengalami penurunan laba selisih kurs sebesar 644 miliar rupiah dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang mengakibatkan adanya peningkatan signifikan dalam Biaya Lainnya  sebesar 545 miliar rupiah atau sebesar 321 persen.  Belum lagi beban usaha sampai dengan 30 September 2010 naik sebesar 2.720  triliun rupiah  atau 8,4 persen. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Beban Operasi dan Pemeliharaan sebesar 1.901 triliun rupiah atau 17,4 persen serta Beban Depresiasi dan Amortisasi sebesar 847 miliar rupiah  atau 8,3 persen sejalan dengan penambahan aset produktif.  Namun demikian, Telkom  mencatat kenaikan Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar  dari 28.150 triliun menjadi 28.237 triliun rupiah.

Marjin XL
Secara terpisah, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan,  dalam situasi yang kompetitif di jasa seluler  XL  menetapkan EBITDA marjin menjadi lebih dari 50 persen.

”Pada triwulan ketiga ini, kami lebih memusatkan kepada penambahan jumlah pelanggan yang berhasil naik  sebesar 44 persen  menjadi 38,5 juta pelanggan dibandingkan periode sama tahun lalu. Selain itu, EBITDA juga mengalami pertumbuhan sebesar 60 persen  menjadi  6,8 triliun rupiah dibandingkan periode sama tahun lalu dengan EBITDA marjin 52 persen,” ungkapnya.

Diungkapkannya, sampai dengan September 2010, XL telah melakukan pembayaran pinjaman baik yang sudah jatuh tempo maupun yang belum jatuh tempo dengan total sejumlah  233.9 juta dollar AS dan  3.2 triliun rupiah  menggunakan sebagian besar arus kas internal. Selain itu, XL telah menandatangani pinjaman baru dengan total sejumlah  6.5 triliun rupiah  di mana telah dilakukan penarikan sejumlah  3 triliun rupiah. Pada akhir bulan September, saldo hutang XL menjadi  10.9 triliun rupiah  dengan ratio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 1,2x.

Sebelumnya, PT Indosat Tbk (Indosat) telah mengumumkan kinerjanya hingga kuartal ketiga 2010 dimana hanya meraih  laba bersih pada kuartal III 2010  sebesar 530,9 miliar rupiah atau anjlok    63,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 1,449,9 triliun rupiah.

Sedangkan  pendapatan usaha berhasil dibukukan sebesar 14,843 triliun atau  mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen dari periode sama tahun lalu senilai 13,732,9 triliun rupiah. Pendapatan  seluler tetap menjadi andalan alias berkontribusi 80 persen  dengan raihan 11,914 triliun rupiah atau meningkat 16,6 persen dari periode yang sama tahun lalu  10,217 triliun rupiah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s