301010 P&I Club Harus Tawarkan Harga Kompetitif

JAKARTA—Indonesia Ship Owners Association (INSA) meminta penawaran asuransi Protection and Indemnity (P&I) yang ditawarkan organisasi P&I Club lokal lebih kompetitif sehingga tidak memberatkan pemilik kapal.

Asuransi P&I menanggung kerugian yang dialami kapal ketika berada di alur dermaga. Lembaga yang mengelola sistem asuransi ini tidak berbentuk perusahaan (company, corporation) melainkan perkumpulan (club). Premi asuransi yang dibayarkan tergantung pada besaran kapal.

“Kami menyambut gembira adanya P&I Club lokal. Kita harapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas dan harga yang kompetitif,” kata Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto di Jakarta, Jumaat (29/10).

Disarankannya, setelah adanya P&I Club, PT Pelindo II merealisasikan rencana untuk menender layanan P&I  Club di lingkungan pelabuhannya agar adanya jaminan dan kepastian usaha bagi pemilik kapal. “Tender itu perlu karena untuk menjaminan transparansi,” katanya.

Indonesia sendiri  memiliki  P&I Club  sendiri dengan dibentuknya  organisasi independen bernama Perkumpulan Proteksi Maritim Indonesia (Promindo).

“Kami mengambil alih tanggung jawab ganti rugi dari pihak pemilik kapal, jika ada kejadian kecelakaan. Misalnya ada kapal menabrak dermaga dan lain sebagainya,” kata Ketua Umum Promindo Bambang Ediyanto.

Layaknya asuransi, dana penggantian tersebut diberikan Promindo dari premi yang dibayarkan anggotanya setiap tahun. Jika perusahaan yang bersangkutan membutuhkan dana tersebut karena mengalami resiko, maka dana itu akan dikucurkan.

Menurut Oentoro Surya, salah satu pendiri Promindo, premi yang dibayarkan perusahaan kapal bervariasi tergantung dari usia kapal, jenis kapal, berat kapal dan asuransi lain yang sudah diikuti perusahaan yang bersangkutan.

“Secara umum premi dihitung berdasarkan Gross Ton (GT). Per GT preminya sekitar 2,5 sampai  5 dollar AS. Tetapi jumlahnya sangat besar jika dikalikan dengan total GT kapal yang beroperasi di Indonesia,” jelas Oentoro.

Berdasarkan data INSA saat ini ada sekitar 8.500 kapal beroperasi di perairan Indonesia. Dimana 600 diantaranya merupakan kapal penunjang industri hulu migas.

“Kalau di total seluruh kapal itu memiliki kapasitas 11 juta GT. Bayangkan berapa ratus juta dolar yang dibayarkan perusahaan perkapalan nasional kepada perusahaan penyedia P&I di luar negeri seperti di London, Jepang, Korea dan China. Sekarang dengan hadirnya Promindo, dana tersebut tidak lari keluar negeri tetapi dikelola demi kebutuhan pemilik kapal,” imbuhnya.

Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengakui akan ada seleksi perusahaan asuransi yang akan menyediakan P&I. “Kemungkinan Jasindo, tetapi kita tunggu dulu teman-teman dari INSA. Soalnya pemain di produk ini banyak,” katanya.[dni]

1 Komentar

  1. jika kapal menabak karang/ apakah ada ganti ruginya terhadap karang tersebut,karena akhir2 ini banyak Pemda yang melakkan Klaim atas kejadian tersebut ??????


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s