011110 Pasar Off Shore Capai US$ 1,5 Miliar

JAKARTA—Nilai bisnis dari kapal yang bermain di kegiatan penunjang lepas pantai diperkirakan mencapai 1,5 miliar dollar AS pada 2010.

“Potensi bisnis dari Off Shore memang besar. Apalagi sektor ini didukung oleh regulasi yang mengharuskan menggunakan armada niaga nasional berbendera Merah Putih (azas cabottage),” ungkap Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, sesuai azas cabottage tahun ini merupakan periode terakhir dimana kegiatan pengangkutan sektor lepas pantai  shore wajib dilakukan oleh kapal berbendera
nasional dan diawaki awak berkebangsaan Indonesia.

Menurutnya, kinerja sektor off shore nasional terus tumbuh sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang asas cabotage, tetapi  hingga kini sektor itu masih dikuasai oleh kapal berbendera asing yakni sekitar 60 persen  dari total pangsa off shore sekitar 1,5 miliar dollar AS per tahun. “Kapal asing jumlahnya 60 unit, tetapi  dari sisi penguasaan pendapatan,  mampu mengambil porsi 60 persen  dari total nilai pasar off shore,” jelasnya.

Managing Director PT  Wintermar Offshore Marine Sugiman Layanto mengungkapkan, untuk menggarap pasar off shore yang masih dikuasai oleh pemain asing perseroan menyiapkan armada berusia muda untuk meningkatkan daya saing .

Diungkapkannya, perseroan yang segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut
selama 18 bulan ke depan akan membeli 18 unit kapal baru  antara lain jenis Fast Utility Vessel (FUV), Diving Support Vessel (DSV) dan Anchor Handling Tug (AHT).

“Wintermar  sudah melakukan peremajaan dengan menjual kapal-kapal berusia tua dan berukuran kecil untuk  diganti dengan kapal berusia muda dan berukuran lebih besar. “Armada kami banyak yang berusia muda,” katanya.

Menurutnya, pilihan untuk mendatangkan kapal baru berteknologi modern dan berukuran lebih besar karena saat ini dan ke depan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Tanah Air semakin berkembang menyusul meningkatnya konsumsi migas.

Selain itu, katanya, kapal berusia muda itu  disiapkan untuk meningkatkan daya saing pada pangsa pasar di luar negeri karena perseroan memiliki target agar kapal-kapal tersebut juga bisa mengisi pasar internasional.

Pada semester II tahun ini, perseroan yang kini sudah berusia 40 tahun tersebut merealisasikan pembelian enam unit kapal, sedangkan 12 unit lainnya dibeli pada 2011 seiring dengan rencana masuk bursa.

Dikatakannya,  hingga akhir Juni 2010, jumlah kapal yang dioperasikan perseroannya mencapai 57 unit dengan usia rata-rata delapan tahun. “Keenam unit  kapal yang dibeli pada semester II ini adalah yang berteknologi tinggi dan berukuran lebih besar,” jelasnya.

Rencananya, pembelian 12 unit kapal off shore pada 2011 dilakukan dengan menggunakan dana hasil Initial Public Offering (IPO). Perseroan menargetkan IPO pada November 2010 dengan target dana antara 350 hingga 400 miliar rupiah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s