271010 Sekolah Penerbang Turki Akan Pasang 4 Simulator di STPI Curug

JAKARTA—Lembaga pendidikan penerbang Turki, International Flight Training Center (IFTC) Istanbul berminat memasang 4 alat simulator di  Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug untuk mencetak para penerbang andal.

“IFTC Istanbul telah melakukan penjajakan dengan Badan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan selaku pembina STPI Curug. Untuk realisasi tinggal menunggu persetujuan  Kementerian Keuangan,” ungkap
Kepala BPSDM Perhubungan Kemenhub Dedi Darmawan di Jakarta, Selasa (26/10).

Diungkapkannya,  IFTC Istanbul berencana  menginvestasikan sedikitnya empat unit simulator pesawat Boeing dan Airbus berikut instruktur di lahan STPI. Harga satu simulator diperkirakan mencapai 300 miliar rupiah.  Sementara STPI  hanya menyediakan lahan saja untuk menempatkan simulator dan pilot-pilot yang membutuhkan simulator itu.

Menurut Dedi, secara prinsip BPSDM siap memfasilitasi kerjasama antara IFTC dan STPI mengingat banyaknya potensi keuntungan yang akan diperoleh. Karena dalam pengelolaannnya nanti, fasilitas tersebut akan digarap oleh manajemen bersama dan semua keuntungan finansial yang diperoleh akan dibagi dua.

Selain dari sisi finansial, Pemerintah juga diuntungkan karena tidak perlu menyediakan biaya yang sangat besar untuk membangun fasilitas ini guna mengembangkan dan meningkatkan kualitas taruna penerbang.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh selain memberikan kemudahan taruna baik dari STIP maupun sekolah penerbang swasta untuk melakukan praktek adalah, pilot-pilot yang butuh melakukan recurrent program atau pelatihan ulang untuk memperbarui pengalaman maupun menaikkan rating juga bisa memanfaatkannya.

Setiap pilot dituntut untuk melakukan program recurrent setiap enam bulan sekali di dalam simulasi dengan waktu pelatihan  sedikitnya empat jam per orang. Kisaran biaya yang harus dikeluarkan setiap pilot untuk menjalani proses itu mencapai  400 dollar AS per orang atau sekitar  4 juta rupiah, belum termasuk biaya perjalanan dan akomodasi.

“Menhub Freddy Numberi sudah mengirimkan surat ke Menteri Keuangan tentang kerjasama ini. Izin dari Kemenkeu dibutukan karena lahan STPI itu milik negara,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s