211010 ULO Berca Ditolak

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Ditjen Postel menolak permintaan Uji Laik Operasi dari  salah satu pemenang tender Broadband Wireless Access (BWA), Berca, karena tidak melengkapi syarat administrasi.

“Surat yang dikirimkan Berca sudah kami jawab dengan menolak permintaan untuk melakukan ULO. Hal ini karena permintaannya tidak lengkap secara administrasi,” ungkap Direktur Standarisasi dan Sertifikasi Ditjen Postel Azhar Hasyim di Jakarta, Rabu (20/10).

Diungkapkannya, penolakan terpaksa dilakukan karena dalam administrasi, Berca tidak mencantumkan sertifikasi perangkat yang dimiliki.  “Jika tidak ada sertifikasi, standar perangkat tidak bisa diketahui,” katanya.

Sebelumnya, Chairman Berca Group Murdaya Widyawimarta Poo menjanjikan pada Oktober nanti layanan  4G Wimax milik perseroan akan keluar dengan merek dagang  WiGO. Rencananya WiGO akan mulai tersedia di Medan dan Balikpapan pada bulan Oktober 2010, selanjutnya menyusul Batam dan kota-kota besar lain di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

Berca mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan layanan BWA di frekuensi 2.3 GHz, dengan lebar pita sebesar 30MHz, yang mencakup 8 zona layanan, tersebar di sebagian besar daerah-daerah di luar Jawa, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali dan Nusa Tenggara. Perseroan  mengalokasikan anggaran sebesar 500 juta dollar AS untuk biaya capital expenditure (capex) dan operational expenditure (opex) guna  mengembangkan jaringan layanan Wimax di 24 kota di Indonesia.

Berkaitan dengan pemain BWA lainnya, First Media yang telah mengantongi ULO untuk merek Sitra Wimax, Azhar mengungkapkan, kemungkinan akan mendapatkan penalti karena komersialisasi terus molor dari target semula. “Mereka ada kewajiban harus membangun dalam lisensi modernnya. Jika tidak terpenuhi, tentu akan mendapatkan denda,” katanya.

First Media sebagai pemenang lisensi BWA untuk area Jabodetabek dan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menanamkan investasi sebesar 350 juta dollar AS hingga 10 tahun ke depan untuk mengembangkan Sitra. Komersial pertama akan dilakukan di Jabodetabek pada Oktober nanti.

Kabar beredar mengatakan molornya kedua pemain menggelar Wimax karena lebih memilih perangkat diluar standar yang ditetapkan dalam tender lelang tahun lalu. First Media dikabarkan menggunakan perangkat dari Alvaritek, sementara Berca menggandeng ZTE.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s