211010 ANA Gantikan Posisi JAL

JAKARTA—Maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA) akan menggantikan Japan Airlines (JAL) dalam mengisi rute Jakarta-Narita Tokyo.

“ANA sudah mengajukan permohonan izin rute untuk melayani Jakarta-Narita. Kami sudah memberikan izinnya, karena maskapai Jepang memiliki hak trafik untuk terbang ke Indonesia. ANA nantinya akan menggantikan rute yang ditinggalkan JAL,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Herry Bakti S Gumay  di Jakarta,  Rabu (20/10).

Dikatakannya, untuk jadwal pemanfaatan rute diserahkan ke ANA. “Kami memberikan izin, karena sebelumnya otoritas penerbangan Jepang sudah mengizinkan Garuda Indonesia untuk membuka rute Jakarta-Narita. Tadinya Garuda hanya terbang dari Denpasar ke Narita,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Agustus lalu ANA melalui siaran persnya mengungkapkan rencana membuka kembali rute penerbangan Jakarta-Narita satu kali sehari. Maskapai tersebut pernah melayani rute tersebut sekitar 12 tahun yang lalu.

Namun, dalam rilis itu tidak disebutkan secara pasti kapan penerbangan ke Jakarta itu akan kembali dilayani. ANA hanya menyebut akan memulainya tahun depan. Selain terbang ke Jakarta, ANA juga berencana membuka penerbangan ke Manila dan Filipina.

Perpanjang Sewa
Pada kesempatan lain, Direktur Pemasaran dan Distribusi Indonesia AirAsia Widijastoro
Nugroho  mengungkapkan,  memperpanjang sewa dua unit Boeing 737-300 dari lessornya di luar negeri karena  penyelesaian penebalan landasan (overlay) Bandara
Husein Sastranegara tidak jadi rampung pada Desember tahun ini.

“Kami memperpanjang sewa dua unit Boeing sampai Maret 2011, seharusnya sudah habis November tahun ini. Hal tersebut sudah disepakati dengan lessor,” katanya

Saat ini anak usaha AirAsia Berhad Malaysia itu memiliki empat destinasi yang diterbanginya dari Bandung. Yaitu menuju Medan, Denpasar, dan Singapura masing-masing sebanyak satu kali sehari. Serta menuju Kualalumpur sebanyak satu kali sehari.

Maskapai yang terkenal dengan penerbangan murahnya itu menempatkan
tiga dari empat unit Boeing 737-300 yang dioperasikannya untuk melayani penerbangan dari Bandung. Tertundanya penyelesaian overlay, IAA belum bisa menggunakan Airbus A320 untuk terbang ke Bandung.

“Hal ini jelas merugikan karena selama ini load factor rute Bandung rata-rata 85 persen , bahkan saat high season bisa mencapai 90 persen. Bahkan dengan masuknya Malaysia Airlines di rute Kualalumpur-Bandung, pasarnya tidak tergerus karena memang sangat besar peminatnya. Karena itulah kami meminta kepastian dari Angkasa Pura II untuk segera menyelesaikan pekerjaan overlay tersebut,” imbuhnya.

PT Angkasa Pura II (Persero) sendiri sedang menyeleksi perusahaan yang akan mengerjakan overlay bandara tersebut. Sebanyak 12 perusahaan berebut tender overlay Bandara Husein Sastranegara.

Direktur Utama AP II Tri S Sunoko memastikan keputusan pemenang tender senilai  44,2 miliar rupiah itu kemungkinan besar baru bisa ditetapkan akhir bulan ini. Sehingga pekerjaan baru bisa dimulai awal tahun depan.

Bandara Husein Sastranegara memiliki landasan pacu dengan ketebalan 37
cm. Hal ini membuat  hanya bisa didarati Boeing 737-300 berbobot 51,7 ton saat mendarat. Sementara berat maksimal mendarat Airbus A320-300 mencapai 64,5 ton.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s