191010 SDR Tidak Ideal Untuk Data Kecepatan Tinggi

JAKARTA—Penerapan inovasi Software Define Radio (SDR) dinilai tidak ideal bagi operator jika ingin menawarkan data kecepatan tinggi bagi pelanggannya.

SDR adalah inovasi yang digunakan oleh operator dimana dua teknologi data yakni Long Term evolution (LTE) dan 3G bisa dijalankan bersamaan. Di Indonesia,  tiga  operator, Telkomsel, Indosat, dan XL rencananya akan mengembangkan inovasi ini untuk mengadopsi LTE mulai tahun depan sembari menunggu regulasi yang jelas tentang teknologi 4G itu.

“SDR memang jalan keluar yang memungkinkan dilakukan oleh satu operator jika LTE belum bisa dijalankan karena terkendala regulasi atau keterbatasan frekuensi. Tetapi itu bukan solusi karena LTE tetap memiliki standar kecepatan yang ingin dirasakan oleh pelanggan,” ungkap  Chief Technology Officer Regional Unit Asia Selatan dan Tenggara Alcatel-Lucent Dirk Wolter di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan catatan, LTE  memberikan tingkat kapasitas downlink sedikitnya 100 Mbps, dan uplink paling sedikit 50 Mbps dan RAW round-trip kurang dari 10 ins.

Menurutnya, jika operator mengandalkan SDR dengan bandwitdh yang dimiliki hanya 10 MHz akan susah memberikan kecepatan ideal karena lebar pita sangat terbatas. “Jika pun satu  kanal didedikasikan untuk LTE, tetap saja kecepatannya terbatas kala pengguna yang menduduki satu site banyak. LTE saja idealnya memiliki lebar pita 20 MHz,” jelasnya.

Disarankannya, ketimbang melakukan hal itu, operator lebih serius menggarap LTE sembari berharap pemerintah mengeluarkan regulasi untuk kepastian investasi. “Untuk spektrum bisa di 700 MHz, 2,3 GHz, dan 2,6 GHz. Di luar negeri umumnya untuk area rural menggunakan 700 MHz, sementara area urban di 2,5 GHz,” jelasnya.

Diakuinya, untuk Indonesia tantangan penggunaan spektrum ini sangat berat karena di 700 MHz migrasi TV analog ke digital belum berjalan mulus, sementara di 2,5 GHz ditempati oleh operator TV kabel.

“Padahal LTE bisa menjadi solusi bagi ketertinggalan Indonesia mengejar penetrasi broadband dan solusi dari rendahnya margin operator dari data,” jelasnya.

Sementara itu,  Praktisi Telematika Raherman Rahanan mengakui  implementasi SDR langkah yang bijak bagi operator sebelum melangkah ke LTE karena nantinya untuk pindah ke LTE hanya  menambah  module  tanpa perlu  menginstal unit radio yang baru secara total

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Haryono mengungkapkan, SDR tetap akan dipasang dan dijalankan mulai tahun depan, khususnya mengatasi kepadatan trafik data di area padat. “Kami terpaksa menunda uji coba LTE di outdoor karena belum ada regulasi yang jelas. SDR solusi yang tepat karena bisa digunakan di spektrum eksisting 3G yakni 2,1 GHz,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s