191010 Tiga Perusahaan Berpeluang Tangani Listrik Soekarno-Hatta

JAKARTA—Tiga perusahaan berpeluang untuk menangani jaringan listrik milik PT Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dalam rangka menjamin layanan di fasilitas publik tersebut.

“Tiga perusahaan itu adalah PT Bona Dupang Soaloon, PT Analum Jior, dan PT Bayu Sukses Pratama,” ujar Chief of Auction Komite Lelang AP II Agus Haryadi, di Jakarta,  Senin (18/10).

Diungkapkannya,  lelang yang dilakukan perseroan  sudah memasuki tahap
prakualifikasi. Dimana berdasarkan hasil evaluasi dokumen penawaran sampul I, ada tiga peserta yang lulus dan berhak mengikuti pembukaan penawaran sampul II dan e-Auction untuk pekerjaan penyempurnaan jaringan listrik main power station (MPS) di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, AP II  bersama PT PLN (Persero) tengah melakukan penggantian instalasi kabel tua secara menyeluruh. Sampai kabel tersebut selesai diganti, untuk sementara pasokan arus listrik di runway yang sempat bermasalah pada 6 Agustus lalu menggunakan kabel darurat melalui unit kabel berjalan (UKB) PLN.

AP II juga rutin melakukan uji kehandalan sistem back up dengan melakukan simulasi pemadaman listrik dan resetting antara pukul 24.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Menurutnya proses uji kehandalan ini sudah diinfokan kepada maskapai dan tenant disana.Selain itu, perseroan juga menaikkan status suplai tenaga cadangan (back up) pada fasilitas penerangan umum dan pendingin ruangan (AC) di seluruh area terminal. Langkah tersebut diambil perseroan menyusul sering terjadinya gangguan pasokan arus listrik pada fasilitas-fasillitas bandara yang tergolong non-prioritas.

Hanggar GMF
Pada kesempatan lain, Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengungkapkan, pembangunan hanggar keempat milik  PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia
(GMF) kemungkinan tidak jadi pada kuartal keempat 2010 karena ahrus menunggu dulu grand design pengembangan bandara Soetta.

“Kami pertimbangkan lagi pembangunan hangar tersebut. Karena seperti diketahui kami sedang merancang grand design pengembangan Soekarno-Hatta. Jadi tidak mungkin membangun hangar itu di akhir tahun, karena preliminary design nya baru selesai Desember. Lalu detail design baru selesai April 2011,” kata Tri.

Seperti diketahui GMF juga berencana menggandeng AP II untuk membangun hangar senilai 50 juta sampai 60 juta dollar AS.  Saat ini GMF memiliki 3 hangar dengan total kapasitas 25 pesawat. Hangar 1 diperuntukkan bagi pesawat berbadan lebar (wide body) dengan kapasitas 4 pesawat. Hangar 2 khusus digunakan untuk melakukan Line Maintenance berkapasitas 8 pesawat. Terakhir, hangar 3 memiliki kapasitas untuk bisa merawat 13 pesawat sekaligus. Sementara hangar 4 di desain khusus untuk perawatan 16 pesawat berbadan sedang (narrow body) Airbus A320 dan Boeing 737

Bandara Soekarno-Hatta di desain dengan kapasitas 22 juta penumpang per tahun, terdiri dari  kapasitas terminal 1 dan 2 sebanyak 18 juta penumpang dan terminal 3 sebanyak 4 juta penumpang. Tahun lalu jumlah penumpang Soekarno-Hatta mencapai 37 juta penumpang. Sementara sampai Semester I 2010 jumlah penumpang yang terbang dari dan menuju bandara tersebut 20,76 juta penumpang.

“Hasil rapat di kantor Wakil Presiden, pemerintah meminta kami mempercepat penyelesaian pengembangan Soekarno-Hatta menjadi 2013. Tadinya di paparan saya pada 2015. Tetapi akan kami kejar, asalkan sesuai kesepakatan sisi air side seperti pembangunan runway dibiayai pemerintah. Sementara ground side yaitu pembangunan terminal dan fasilitas lainnya akan kami lakukan dengan investor lainnya,” kata
Tri.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s