191010 Indonesia Enggan Menjadi Obyek

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjanji akan mengoptimalkan posisinya sebagai anggota Dewan Council International Telecommunication Union (ITU) dengan mengutamakan kepentingan dalam negeri untuk mengembangkan teknologi komunikasi.

“Posisi anggota Dewan Council yang kita raih dengan suara terbanyak di Mexico dalam ITU tidak akan disia-siakan. Kita tidak akan menjadi  obyek aturan internasional tetapi menjadi subyek dari setiap regulasi yang dikeluarkan. Utamanya kepentingan dalam negeri harus dilindungi,” tegas Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin (18/10).

Dijelaskannya,salah satu kepentingan yang harus dilindungi masalah slot orbit satelit dimana banyak kepentingan bermain disana. “Kedaulatan kita di angkasa harus dijaga dari kemungkinan slot hilang. Apalagi ini sumber daya terbatas,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, Indonesia harus mewaspadai kehilangan hak pengelolaan filing satelit S-Band di slot orbit 107,7o BT  karena Satelit Indostar II akan berpindah ke 108,8o BT.  Indostar II sendiri selama ini menumpang pada satelit Protostar 2 yang kemudian dijual ke SES SA asal Prancis.

Berkaitan dengan setahun menjalankan tugas Menkominfo, Tifatul mengungkapkan, salah satu tugasnya yang telah diselesaikan adalah dalam program desa berdering. “Sekarang 25.900 desa sudah  berdering. Pada akhir 2010 ada  31. 000 ribu desa yang berdering. Pada akhir Juli 2011, 35 ribu desa akan berdering sesuai program Universal Service Obligation (USO),” katanya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto mengungkapkan,sebagai salah satu pemenang tender Desa berdering ditawarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan 10 persen dari 35 ribu desa berdering menjadi desa pintar (memiliki akses internet.”Desanya bisa bagian dari wilayah dimenangkan atau baru,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto mengungkapkan,  tender untuk pengadaan jasa Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMMLIK) senilai 210,99 miliar rupiah  dengan jangka waktu empat tahun tendernya telah dibuka oleh  Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP).

“Tahap prakualifikasi mulai  13-21 Oktober 2010.  SIMMLIK dilaksanakan untuk mengintegrasikan dan memonitor setiap Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Peserta tender terbuka, baik itu pemenang PLIK atau di luarnya,” jelasnya.

Diungkapkannya, pemerintah akan memilih pemenang yang menaawarkan  teknologi netral, kualitas layanan, kemampuan filterisasi serta keamanan. dengan prioritas produk dalam negeri dan memperhatikan biaya operasional.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s