181010 Peningkatan Keselamatan Kereta Api Harus Sinergis

JAKARTA—Peningkatan keselamatan untuk moda transportasi kereta api harus berjalan sinergis antara peningkatan sarana dan prasarana.

“Sinergi yang baik harus dilakukan antara regulator dan operator jika keselamatan ingin lebih ditingkatkan,” ungkap Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Ignasius Jonan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, hal-hal yang perlu dilakukan oleh operator dalam rangka meningkatkan keselamatan adalah menambah alat keselamatan pada sarana yang ada, meningkatkan disiplin awak kereta api secara rutin dan berkesinambungan, peninjauan kembali proses kerja yang lebih efektif, dan peremajaan sarana yang dipercepat.

Sementara dari sisi regulator diperlukan secepatnya menyusun  petunjuk pelaksana (juklak) tentang keselamatan, sertifikasi kelayakan prasarana, sertifikasi kelayakan sarana, dan sertifikasi SDM yang baik dan independen.

Berikutnya,  perbaikan prasarana yang menyeluruh dalam rangka menghindari kelalaian manusia. “Terakhir, menyusun juklak tentang IMO, PSO dan TAC sesuai best practise di dunia,” katanya.

Vice President Public Relations PT KA Sugeng Priyono menambahkan, untuk alat keselamatan perseroan berencana memasang alat Automatic Train Stop (ATS) dalam waktu dekat. “Alat ini bisa membuat kereta api berhenti jika melanggar persinyalan,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mendesak secepatnya dibentuk direktorat keselamatan jika perhatian kepada faktor itu demikian besar. “Usulan pembentukan direktorat ini sudah dilakukan oleh Kemenhub. Tetapi masih menggantung di kantor Menpan untuk pengesahan. Lembaga ini harus diperkuat jika ingin bicara keselamatan,” jelasnya.

Danang pun meminta regulator dan operator lebih banyak berinvestasi kepada teknologi informasi untuk menunjang keselamatan seperti menerapkan onboard surveillance system. “Selama ini komunikasi untuk menentukan keberadaan pemerintah masih menggunakan radio. Ini sudah kuno sekali,” katanya.

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan mengungkapkan,  pemerintah Indonesia akan mengajukan pinjaman ke KfW Deuchts Bank Jerman untuk mengadakan sebanyak 160 unit atau 40 set kereta seharga  2,3 triliun rupiah. Kereta tersebut direncanakan akan didatangkan hingga tahun 2014 mendatangkan.

“Langkah ini antisipasi  agar saat ada pelarangan impor kereta bekas diberlakukan kita sudah siap. Paling tidak hingga 2014 nanti kita sudah memiliki cukup kereta. Kita akan memesan keretanya ke PT Inka (Industri Kereta Api),” kata Tundjung.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s