181010 Pemisahan ATS Turunkan Pendapatan AP I

JAKARTA—Pemisahan usaha Air Traffic Services (ATS) dairi pengelola bandara mulai Januari 2011 diyakini akan menurunkan pendapatan dari PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sebesar  30-40 persen.

“Pemisahan itu tentu memangkas pendapatan perseroan karena selama ini bisnis non aero hanya menyumbangkan pendapatan 20 persen dan Passenger Service Charge (PSC) 40-50 persen,” ungkap    Direktur Utama AP I Tommy Soetomo di Jakarta,  akhir pekan lalu.

Menurutnya, kondisi ini terbalik dengan  bandara-bandara lain di seluruh dunia pada umumnya memiliki kontribusi pendapatan 40-60 persen  dari bisnis non aero, seperti dari
terminal kargo, parkir, maupun advertising.

Untuk mengakali adanya potensi pendapatan yang hilang, manajemen API mulai  tahun depan  mengembangkan bisnis non aero di 13 bandara yang dikelolanya seperti mencari  pendapatan dari parkir, papan reklame, penyewaan kios ritel, dan terminal kargo.

“AP I akan membentuk anak perusahaan yang khusus bergerak di bidang kargo dan logistik, serta properti dan perhotelan. Nantinya di Bandara Juanda Surabaya dan Ngurah Rai akan kami bangun kawasan perhotelan dan terminal kargo yang diurus anak usaha. Tetapi berapa besar biayanya, masih dihitung tim,” kata Tommy..

Selain merambah bisnis hotel, AP II juga akan menambah kapasitas terminal di lima bandara sehingga bisa menampung lebih banyak lagi penumpang yang hilir mudik dari bandara tersebut. Tujuannya tidak lain untuk menggenjot pendapatan PSC. Lima bandara tersebut adalah Ngurah Rai Denpasar, Sepinggan Balikpapan, Adi Sutjipto Jogjakarta, Juanda Surabaya, dan Ahmad Yani Semarang.

“Untuk pengembangan terminal, AP I membutuhkan dana sekitar  4
triliun rupiah  untuk mengembangkan lima bandara itu dalam waktu dua tahun ke depan. Untuk Ngurah Rai dananya sekitar  2 triliun rupiah . Dimana Rp 1,25 triliun akan dicari dari pinjaman dan sisanya dari kas internal,” jelas Tommy.

Berdasarkan catatan, Kementerian BUMN menargetkan AP I bisa mengantongi pendapatan  2,361 triliun rupiah  dengan laba bersih sekitar 500 miliar rupiah. Sementara hingga  kuartal III 2010 perseroan sudah berhasil mengantongi pendapatan  1,79 triliun rupiah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s