161010 Pengembangan Bandara Gandeng Maskapai

JAKARTA—Pemerintah membuka kesempatan bagi maskapai untuk ikut mengembangkan bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk mengakali kekurangan dana dalam pembangunannya.

“Pemerintah hanya akan membantu pendanaan sesuai porsinya dan akan lebih mengandalkan pendanaan dari skema private public partnership (PPP). Tetapi kalau ternyata proses tendernya memakan waktu lama, terpaksa digunakan pendanaan dari AP II atau sinergi BUMN,” ungkap Deputi Kementerian BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin di Jakarta, Jum’at (15/10)

Dijelaskannya, dalam skema PPP pun pemerintah lebih senang menggandeng maskapai internasional  untuk  menjadi mitra, sehingga bisa membawa penumpangnya ke Indonesia.

Sayangnya, ia enggan menyebutkan berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan Soekarno-Hatta. “Tugas kita  segera mengurus pembebasan tanah untuk membangun landasan ketiga di Soekarno-Hatta. Termasuk tanah untuk membangun terminal 4 dan 5. Dimana pendanaannya bisa dicari dari pinjaman bilateral,” jelasnya.

Selanjutnya diungkapkan, bandara lain yang akan dikembangkan adalah Ngurah Rai dengan mensinergikan pembangunan Tanjung Benoa. “Rencananya akan dibangun jalan tol menyambungkan pelabuhan Benoa dan Ngurah Rai. Tetapi ini baru dirapatkan besok (Sabtu, 16/10) pagi,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengakui, bandara Ngurah Rai akan dikembangkan untuk menambah dua terminal lagi diatas lahan 129 ribu meter persegi “Bandara ini sudah melayani penumpang 9 juta setiap tahunnya. Padahal kapasitasnya 1,5 juta penumpang setiap tahunnya. Kami akan menggandeng pemerintah setempat untuk pembangunan, selain dana pinjaman 1,25 triliun rupiah,” jelasnya.

Sebelumnya,  Wakil Presiden memimpin rapat keselamatan transportasi udara yang menghasilkan delapan jurus. Salah satu jurus yang ditetapkan adalah meningkatkan kapasitas Soekarno-Hatta dengan cara menambah satu landasan dan dua terminal baru. Pemerintah menargetkan tiga jenis pekerjaan itu bisa dimulai tahun depan untuk mulai digunakan pada 2013.

Selain itu, Pemerintah juga akan memanfaatkan bandara Halim Perdanakusuma untuk mengalihkan kelebihan kapasitas penumpang dan pesawat yang selama ini terpusat di Soekarno-Hatta.

Bandara Soetta   awalnya di desain dengan kapasitas 22 juta penumpang per tahun. Sementara tahun lalu saja jumlah penumpangnya mencapai 37 juta penumpang.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay menjelaskan sampai saat ini tercatat baru PT Lion Mentari Air yang berminat menggunakan bandara tersebut.

“Kalau ada lebih banyak lagi maskapai komersil yang menyatakan minatnya, saya perkirakan tahun depan sudah bisa digunakan. Karena saat ini Halim Perdanakusuma hanya digunakan untuk maskapai carter dan pesawat TNI,” jelasnya.

Padahal menurutnya bandara tersebut memiliki potensi yang cukup untuk melayani penerbangan komersil, karena sanggup di darati oleh pesawat Hercules sampai Boeing 747.

“Tetapi terminal penumpangnya perlu dibesarkan. Termasuk teknologi radar dan sistem TI nya harus diperbaharui. Kementerian Keuangan dan BUMN juga harus mengeluarkan izin penggunaan aset tersebut untuk keperluan komersial. Prinsipnya Kemhub akan mendukung,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Emirsyah Satar mengaku agak sulit menjadikan Halim Perdanakusuma sebagai bandara yang melayani penerbangan berjadwal.

“Di Halim itu aturannya ketat, pesawat yang diizinkan mendarat hanya pesawat berkapasitas di bawah 100 penumpang. Tapi kalau pemerintah sudah menetapkan demikian, itu bukan hal yang mustahil dilakukan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s