161010 Edward Sirait : Terus Meningkatkan Diri

Kiprah PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dalam kurun dua tahun terakhir ini lumayan  menghentak langit nusantara.

Pada 2009, maskapai berbasis Low Cost Carrier (LCC) ini  ditasbihkan sebagai pengangkut  penumpang domestik terbanyak  dengan  13,3 juta penumpang atau 30,7 persen dari seluruh jumlah penumpang yang diangkut sepanjang 2009 sebanyak 43,5 juta penumpang. Angka itu melesat 44,4 persen dibandingkan 2008 dimana  Lion Air  mengangkut 9,21 juta penumpang.

Pada musim mudik 2010 pun,  Lion Air  berhasil menguasai pasar dengan mengangkut 3 juta penumpang atau menguasai 45 persen pangsa pasar peak season itu. Sedangkan   setiap harinya,  Lion Air  melayani penerbangan sebanyak 390 kali penerbangan ke seluruh Indonesia dengan  mengangkut 62 ribu penumpang. Pada 2010 ini   diharapkan mampu mengangkut 20 juta penumpang dengan kekuatan armada saat ini berjumlah 64 pesawat.

“Perusahaan terus meningkatkan diri untuk melayani pelanggan. Jika statistik menunjukkan adanya peningkatan penumpang yang diangkut, itu menunjukkan keinginan Lion Air  untuk terus mengubah diri menjadi lebih baik dalam melayani pelanggan diapresiasi masyarakat,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Pria beranak tiga ini mengungkapkan, dalam meningkatkan kemampuan, prioritas pertama yang dilakukan adalah menaikkan kapasitas dengan terus mendatangkan pesawat baru. Alhasil, secara kapasitas jika dibandingkan tahun lalu terjadi peningkatan sebesar 40 persen.

Selain itu untuk layanan yang langsung dirasakan pelanggan juga terus ditingkatkan terutama masalah penanganan bagasi, check in, dan On Time Performance (OTP). “Masalah bagasi ini menjadi prioritas karena langsung dirasakan oleh penumpang. Tak lama lagi akan diterapkan sistem barcode layaknya di meja check in untuk menekan kehilangan,” katanya.

Sedangkan untuk pelaporan diterapkan sistem mobile check in berupa  sistem pemeriksaan tiket penumpang secara jemput bola dimana petugas Lion Air di bandara akan mendatangi calon penumpang untuk men-scan barcode atau memasukkan kode  tiket ke handheld check in. Konsep ini membuat calon penumpang tidak perlu lagi untuk antri di counter check in.  Waktu antrian pun mampu  ditekan dari 15 menjadi 7 menit.

“Kalau untuk OTP kita terus tingkatkan, tetapi harus diingat masalah ini banyak tergantung faktor eksternal seperti cuaca, kepadatan bandara, dan lainnya,” katanya.

Sementara untuk menunjang performa armada, Pria yang hobi berolahraga ini mengungkapkan, sedang membangun hanggar pesawat di  Menado   dengan tanah seluas 12 Ha dengan kapasitas  maksimum menampung 2 pesawat Boeing 737-900ER yang menelan investasi 30-40 juta dollar AS. Rencananya, fasilitas tersebut akan melayani armada sendiri dan dikembangkan menjadi unit bisnis tersendiri.

Komitmen
Dijelaskannya, langkah serius dilakukan Lion Air tak lebih sebagai  wujud komitmen dari  manajemen untuk berbisnis di industri penerbangan. “Industri ini profilnya semua tinggi. Mulai dari dinamika, teknologi, modal, resiko, biaya, dan regulasi. Tetapi marginnya kecil,” katanya.

Hal ini karena  maskapai  ibarat pemilik pipa besar yang mengalirkan air dimana semuanya hanya menumpang lewat di saluran tersebut. “Semuanya kita bayar untuk operasional mulai dari  avtur, sewa pesawat, dan lainnya. Airnya boleh besar, tetapi yang mampu jadi keuntungan hanya beberapa galon, puluhan galon lainnya terbuang saja. Semua pelaku usaha yang ingin bermain di industri penerbangan harus menyadari hal itu agar tidak melakukan kalkulasi yang salah,” katanya.

Ditegaskannya, walau Lion Air agresif dalam meningkatkan kapasitas dan layanan, tetapi jalur LCC tetap menjadi pilihan karena kebutuhan dari masyarakat itu adalah alat transportasi.

“Masyarakat Indonesia belum memiliki perilaku merencanakan perjalanan jauh hari. Di Indonesia biasanya jika ingin berpergian itu mendadak. Kalau sudah begini tinggal kita pintar-pintar menawarkan harga dan pilihan jadwal terbang yang tidak memberatkan pengguna,” katanya.

Dikatakannya, Lion Air sendiri memiliki prioritas dalam berbisnis  menjaga tingkat isian minimum tercapai di setiap rute agar operasional sehari-hari tidak rugi. Strategi supply create demand dengan  menurunkan tarif untuk mengubah paradigma masyarakat tentang angkutan udara  menjadi andalan dari Lion Air.

“Strategi ini jangan dianggap perang harga oleh maskapai untuk bertahan. Dalam menentukan harga pun harus cerdik karena perubahan sangat cepat ibarat pasar saham. Masalah harga ini menjadi penting karena   bagian dari memicu munculnya kebutuhan di satu daerah untuk angkutan udara. Setelah kebutuhan itu muncul, tentu nanti ada revisi tarif baru. Namanya orang berbisnis,” jelasnya.

Edward yang memiliki pengalaman hampir satu dekade di  bisnis penerbangan menyakni pertumbuhan dari transportasi udara akan sangat ditentukan oleh kondisi makro ekonomi nasional.

“Masyarakat menggunakan angkutan udara itu tergantung daya beli. Beda lima ribu rupiah saja bisa batal beli tiket. Inilah kenapa dalam berkecimpung di bisnis ini membutuhkan komitmen berinvestasi dengan menjiwai kalau industri ini memiliki profil yang tinggi seperti saya ungkapkan sebelumnya,” tegasnya.

Sedangkan untuk para pekerja yang ingin mengabdi di industri penerbangan, Lelaki yang sangat mencintai keluarganya ini   mengatakan dibutuhkan tiga pirnsip dalam bekerja. Pertama, sadar fungsi. Kedua, komitmen dengan sesuatu yang disepakati. Ketiga tulus dalam bekerja.

“Di bisnis jasa ini tiga hal itu harus diyakini dan dijalankan. Jika tidak sadar fungsi, kurang dalam berkomitmen dan tidak tulus, maka yang terjadi ego tidak bisa ditekan dan akhirnya malah mereka yang melayani malah minta dilayani,” katanya.

Pria yang akrab disapa Edo ini mencontohkan dirinya yang sebelumnya mengurus keuangan dan dua tahun lalu ditambah beban tugas sebagai juru bicara perusahaan. “Saya jalani dengan sungguh-sungguh sesuai fungsinya. Saya percaya segala sesuatu yang kita kerjakan selalu ada yang menilai. Apalagi Tuhan sudah mengatakan hidup di dunia ini adalah untuk terus belajar dan bekerja,” katanya berbagi kiat sukses. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s