151010 Lion Air Akan Tempati Terminal 1B

JAKARTA—Maskapai swasta terbesar, Lion Air, berencana akan menempati sebagian terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta yang ditinggalkan oleh Batavia Air untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggannya.

“Kami akan menempati sebagian terminal 1B mulai bulan depan. Ini bagian dari komitmen untuk melayani pelanggan,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Kamis (14/10).

Ditegaskannya, maskapainya terus akan meningkatkan pelayanan bagi pelanggan, termasuk menerapkan pola barcode untuk keamanan bagasi. “Masalah bagasi ini menjadi perhatian dalam pelayanan karena banyak dikeluhkan oleh pelanggan. Sistem barcode ini bisa mencegah bagasi ketinggalan atau kehilangan,” katanya.

Selain itu, masih berkaitan dengan pelayanan, Edward menjanjikan akan meningkatkan On Time Performance (OTP) maskapai mengingat pelanggan banyak menjadikan maskapainya sebagai alat transportasi. “Sebagai maskapai berbasis Low Cost Carrier (LCC) kami sudah mengatur jadwal keberangkatan dan kedatangan sesuai dengan jam makan pelanggan. Kalau OTP tidak terpenuhi kasihan pelanggan. Namun , masalah OTP ini harus diingat juga ada faktor eksternal yang menentukan seperti kapasitas bandara, kondisi cuaca, dan lainnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Lion menempati sebagian Terminal 1B setelah maskapai Batavia secara resmi memindahkan operasinya mulai 10 Oktober lalu dari terminal 1B ke terminal 1C Bandara Soekarno Hatta .

Kursi Australia
Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay mengungkapkan, kemungkinan Lion Air tidak mendapat alokasi kursi ke Australia karena belum mengajukan permohonan.

“Seingat saya dari usulan yang diajukan Direktorat Angkutan Udara maskapai yang mendapat alokasi adalah Mandala, Sriwijaya, AirAsia dan Garuda Indonesia. Namun Lion tidak dapat karena mereka memang belum mengajukan permohonan. Prinsipnya kan first in first served,” ungkap Herry.

Berdasarkan catatan, berkat direvisinya perjanjian udara Australia dan Indonesia belum lama ini ada 4 ribu kursi tersedia bagi maskapai domestik. Pola pemberian berdasarkan jadwal permohonan yang diberikan alias first in firs served.

Sementara Marketing Manager Indonesia AirAsia Andy Adrian mengaku sudah mengantongi izin untuk membuka rute Darwin-Denpasar dari otoritas penerbangan Australia.

“Kami sudah mengurusnya lebih dulu, karena untuk membuka penerbangan internasional harus mendapat persetujuan kedua pemerintahan. AirAsia menurut saya lebih mudah mendapatankan izin karena sebelumnya sudah memiliki rute Denpasar-Perth dibanding maskapai lain yang baru mau terbang kesana,” jelas Andy.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengaku maskapainya sudah siap untuk menambah frekuensi rute Jakarta-Sydney menjadi setiap hari dan Jakarta-Melbourne menjadi lima kali dalam seminggu.

“Kami harapkan November sudah bisa ditambah frekuensinya. Karena di bulan yang sama dijadwalkan Airbus A330-200 yang kami pesan khusus untuk menambah frekuensi sudah datang. Ditambah satu unit pesawat yang sama pada Maret 2011,” kata Emir.

Berdasarkan catatan, sejumlah maskapai yang sudah mengajukan permohonan membuka rute baru antara lain Batavia Air, Sriwijaya, Indonesia AirAsia dan Garuda Indonesia.

Batavia membidik rute Denpasar-Perth menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi untuk melayani rute Denpasar-Perth satu kali setiap hari. Dengan demikian bisa dihitung jatah kursi yang ingin diperoleh Batavia sebanyak 1.260 kursi per minggu.

Sriwijaya senada dengan Batavia ingin mendapat jatah 1.260 kursi per minggu untuk Jakarta-Perth setiap hari. Sriwijaya berencana menggunakan Boeing 737-800NG berkapasitas 180 kursi.

Angka yang diajukan dua maskapai diatas lebih banyak dari rencana Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia. Garuda ingin menambah frekuensi penerbangan untuk rute Jakarta-Sydney sebanyak 666 kursi dan Jakarta-Melbourne 444 kursi menggunakan Airbus A330-200 berkapasitas 222 kursi. Untuk Jakarta-Sidney Garuda ingin meningkatkan frekuensinya menjadi satu kali penerbangan setiap hari. Sementara Jakarta-Melbourne ingin ditingkatkan jadi lima kali dalam seminggu dari saat ini tiga kali seminggu.

Sementara AirAsia cukup dengan 720 kursi untuk rute Denpasar-Darwin yang dibidiknya mengandalkan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi. AirAsia berencana melayani rute tersebut empat kali dalam seminggu.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s