141010 Indonesia Harus Maksimalkan Peran di ITU

JAKARTA—Indonesia harus bisa memaksimalkan perannya di International Telecommunication Union (ITU) agar bisa  menjadi negara industri perangkat telekomunikasi bukan hanya sebagai konsumen seperti selama ini.

“Kembali terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Council ITU itu suatu presetasi karena menempati urutan pertama dalam pemilihan. Sekarang tugas pemerintah, menjaga momentum kepercayaan dunia internasional agar bisa menjadi penghasil perangkat telekomunikasi,” ungkap Pengamat Telekomunikasi Johnny Swandi Sjam di Jakarta, Rabu (13/10).

Menurutnya, Indonesia harus memanfaatkan posisi sebagai anggota dewan council ITU untuk  mendapatkan informasi lebih awal mengenai standarisasi teknologi. “Informasi itu harus diolah menjadi peluang. Jangan puas hanya berhasil mempertahakan posisi saja. Kalau itu namanya hanya mencari gengsi saja,” tegasnya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, Indonesia harus bisa menempatkan personal secara aktif di ITU agar bisa menentukan arah teknologi. “Sebenarnya lebih penting menempatkan pejabat di posisi strategis di organisasi itu. Jadi, kita bisa tahu dinamika sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan, Indonesia berhasil mempertahankan posisi sebagai anggota Dewan Council ITU dengan meraih suara terbanyak. “Kita berada di posisi pertama mengalahkan China.  Indonesia sangat berkepentingan sekali untuk kembali terpilih sebagai anggota Dewan Council karena memiliki pasar industri telekomunikasi yang sangat besar, selain tentunya kepentingan atas spektrum frekuensi radio dan orbit satelit,” katanya,

Diungkapkannya, keuntungan menjadi anggota Dewan Council ITU  Indonesia bisa  mengarahkan regulasi-regulasi yang ditetapkan melalui persetujuan Dewan agar kiranya compatible dengan kondisi Indonesia . Contohnya untuk regulasi frekuensi, Indonesia tidak perlu lagi mengubah frekuensi yang ada saat ini dengan demikian akan hemat biaya.

Hal yang sama juga berlaku untuk regulasi terkait dengan standarisasi produk telekomunikasi, dimana Indonesia tidak harus merubah instrumen yang digunakan sehingga dapat mengefisiensikan biaya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s