141010 DKUPPU Setujui Rating Baru GMF

JAKARTA—Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) selaku otoritas penerbangan sipil di Indonesia menyetujui penambahan rating A-check pesawat B737-NG untuk tiga Line Station milik Garuda Maintenance Facilities (GMF).

Lead Auditor DKUPPU Agus Subagyo mengungkapkan, Line Station yang disetujui berada di  Surabaya, Yogyakarta, dan Ujungpandang. Selain penambahan rating A-check, DKUPPU juga menyetujui penambahan rating Daily Check pesawat B737-NG untuk Line Station Palembang dan Semarang.

“Secara umum hasil audit di lima station GMF cukup bagus. Auditor tidak mendapati temuan yang signifikan karena GMF dinilai telah memenuhi regulasi dan prosedur yang ditentukan otoritas penerbangan sipil Indonesia,” katanya di Jakarta, Rabu (13/10).

Dikatakannya, selain untuk penambahan rating baru, audit ini dilakukan berkaitan dengan perpanjangan Sertifikat Aircraft Maintenance Organization/AMO (Part 145) dan Sertifikat Distributor of Aeronautical Product (Part 57). Sampai saat ini rating DKUPPU yang dimiliki GMF meliputi Airframe, Engine, Radio, Instrument, Accessory, NDT, emergency Equipment, dan Specialized Service. “GMF masih menjadi tolok ukur AMO di Indonesia,” katanya.

VP Quality Assurance & Safety GMF AeroAsia, Fuad Abdullah mengatakan, rating baru menunjukkan  seluruh prosedur kerja di GMF AeroAsia telah memenuhi standar otoritas penerbangan sipil internasional. Hasil audit DKUPPU merupakan penegasan bahwa GMF menempatkan safety sebagai faktor utama dalam menjalankan bisnis perawatan pesawat.

Selepas audit DKUPPU, GMF AeroAsia masih akan menjalani audit tahunan yang dilakukan Federal Aviation Administration (FAA). Audit ini merupakan audit kedua pada tahun 2010 oleh FAA karena GMF AeroAsia tergolong perusahaan perawatan pesawat besar sehingga harus menjalani audit dua kali dalam setahun. “Audit berkesinambungan ini bukti bahwa masalah safety merupakan never ending story,” katanya.

Pada kesempatan lain, Direktur DKUPPU Yurlis Hasibuan  mendesak lebih banyak lagi
maskapai penerbangan membangun hangar perawatan pesawat di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan hangar untuk bengkel pesawat mutlak diperlukan mengingat jumlah pesawat yang didatangkan oleh maskapai nasional jauh lebih banyak dan tidak seimbang dengan perkembangan kapasitas bengkel perawatan pesawat di Indonesia.

“Apalagi ke depan maskapai seperti Lion Air dan Garuda Indonesia sudah memiliki program pengadaan pesawat lima tahun ke depan sampai akhirnya berjumlah seratusan unit. Belum termasuk pengadaan oleh maskapai lain. Makanya pembangunan hangar oleh maskapai kami nilai penting,” katanya.

Dalam catatan Yurlis, saat ini baru segelintir maskapai yang memiliki hangar. Maskapai berjadwal yang memiliki hangar diantaranya PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Metro Batavia di Soekarno-Hatta; PT Sriwijaya Air bekerjasama dengan PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) di lapangan udara Curug; PT Lion Mentari Air dan PT Merpati Nusantara Airlines melalui Merpati Maintenance Facilities di Surabaya; dan PT
Trigana Air Service di Wamena.

Sementara maskapai carter yang memiliki hangar sendiri adalah PT Travira Air, PT Airfast Indonesia, dan PT Indonesia Air Transport (IAT).

Secara terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, tidak tertutup kemungkinan maskapainya akan membangun hangar di kawasan Indonesia bagian barat setelah pengerjaan di Menado terselesaikan. “Itu bisa saja terjadi karena dinamika pasar mengarah kesana,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s