141010 DKUPPU Setujui Rating Baru GMF

JAKARTA—Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) selaku otoritas penerbangan sipil di Indonesia menyetujui penambahan rating A-check pesawat B737-NG untuk tiga Line Station milik Garuda Maintenance Facilities (GMF).

Lead Auditor DKUPPU Agus Subagyo mengungkapkan, Line Station yang disetujui berada di  Surabaya, Yogyakarta, dan Ujungpandang. Selain penambahan rating A-check, DKUPPU juga menyetujui penambahan rating Daily Check pesawat B737-NG untuk Line Station Palembang dan Semarang.

“Secara umum hasil audit di lima station GMF cukup bagus. Auditor tidak mendapati temuan yang signifikan karena GMF dinilai telah memenuhi regulasi dan prosedur yang ditentukan otoritas penerbangan sipil Indonesia,” katanya di Jakarta, Rabu (13/10).

Dikatakannya, selain untuk penambahan rating baru, audit ini dilakukan berkaitan dengan perpanjangan Sertifikat Aircraft Maintenance Organization/AMO (Part 145) dan Sertifikat Distributor of Aeronautical Product (Part 57). Sampai saat ini rating DKUPPU yang dimiliki GMF meliputi Airframe, Engine, Radio, Instrument, Accessory, NDT, emergency Equipment, dan Specialized Service. “GMF masih menjadi tolok ukur AMO di Indonesia,” katanya.

VP Quality Assurance & Safety GMF AeroAsia, Fuad Abdullah mengatakan, rating baru menunjukkan  seluruh prosedur kerja di GMF AeroAsia telah memenuhi standar otoritas penerbangan sipil internasional. Hasil audit DKUPPU merupakan penegasan bahwa GMF menempatkan safety sebagai faktor utama dalam menjalankan bisnis perawatan pesawat.

Selepas audit DKUPPU, GMF AeroAsia masih akan menjalani audit tahunan yang dilakukan Federal Aviation Administration (FAA). Audit ini merupakan audit kedua pada tahun 2010 oleh FAA karena GMF AeroAsia tergolong perusahaan perawatan pesawat besar sehingga harus menjalani audit dua kali dalam setahun. “Audit berkesinambungan ini bukti bahwa masalah safety merupakan never ending story,” katanya.

Pada kesempatan lain, Direktur DKUPPU Yurlis Hasibuan  mendesak lebih banyak lagi
maskapai penerbangan membangun hangar perawatan pesawat di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan hangar untuk bengkel pesawat mutlak diperlukan mengingat jumlah pesawat yang didatangkan oleh maskapai nasional jauh lebih banyak dan tidak seimbang dengan perkembangan kapasitas bengkel perawatan pesawat di Indonesia.

“Apalagi ke depan maskapai seperti Lion Air dan Garuda Indonesia sudah memiliki program pengadaan pesawat lima tahun ke depan sampai akhirnya berjumlah seratusan unit. Belum termasuk pengadaan oleh maskapai lain. Makanya pembangunan hangar oleh maskapai kami nilai penting,” katanya.

Dalam catatan Yurlis, saat ini baru segelintir maskapai yang memiliki hangar. Maskapai berjadwal yang memiliki hangar diantaranya PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Metro Batavia di Soekarno-Hatta; PT Sriwijaya Air bekerjasama dengan PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) di lapangan udara Curug; PT Lion Mentari Air dan PT Merpati Nusantara Airlines melalui Merpati Maintenance Facilities di Surabaya; dan PT
Trigana Air Service di Wamena.

Sementara maskapai carter yang memiliki hangar sendiri adalah PT Travira Air, PT Airfast Indonesia, dan PT Indonesia Air Transport (IAT).

Secara terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, tidak tertutup kemungkinan maskapainya akan membangun hangar di kawasan Indonesia bagian barat setelah pengerjaan di Menado terselesaikan. “Itu bisa saja terjadi karena dinamika pasar mengarah kesana,” katanya.[dni]

141010 Mencuri Pasar Melalui LTE

Nama penyedia jaringan Alcatel-Lucent (ALU) boleh berkibar di luar negeri sebagai pemegang 7 kontrak Long Term Evolution (LTE) dari berbagai operator dan mitra 50 uji coba teknologi yang digadang-gadang sebagai generasi keempat layanan data.

Namun, di Indonesia perusahaan asal Perancis itu untuk teknologi 3G tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perusahaan sejenis dalam mendapatkan kepercayaan operator.

ALU di Indonesia banyak berkiprah dalam jaringan serat optik  Telkom. Untuk teknologi 2G pun, kreasi ALU tidak begitu banyak diminati oleh operator. Seretnya pembelian perangkat ALU oleh  operator di Indonesia konon karena harga yang diberikan tidak kompetitif.

Namun, ALU tidak menyerah. Harapan akan hadirnya LTE di Indonesia membuat para punggawanya bergairah. Hal ini karena LTE yang menerapkan fully Internet Protocol Based (IP Based) membuat peluang terbuka bagi vendor ini untuk mencuri pasar.

“Kami menyiapkan solusi end to end bagi operator yang ingin mengembangkan LTE. Bahkan, jika operator hanya membeli radio atau transmisi pun kita terbuka. Soalnya standar LTE itu ada interperobiltas sehingga bisa berkomunikasi dengan merek manapun,” ungkap  Chief Technology Officer Regional Unit Asia Selatan dan Tenggara Alcatel Lucent Dirk Wolter di Jakarta, belum lama ini.

Marketing Manager Alcatel-Lucent China Investment  Zhuu Zhenjun menambahkan, perseroan juga  telah mengembangkan ngConnect yaitu program untuk mendorong perkembangan ekosistem LTE diantaranya dengan pengembangan aplikasi.

“Operator dapat berperan sebagai agregator informasi dan menghasilkan user generated content. Banyak aplikasi yang dapat dikembangkan oleh pengembang software aplikasi lokal,” ujarnya.

Adapun jenis aplikasi itu diantaranya komunikasi, game, hiburan, navigasi, Internet dan kendaraan. Selain itu masih ada aplikasi lain yang diperkirakan berkembang di saat LTE digelar seperti aplikasi untuk keselamatan publik, kesehatan, pendidikan dan terutama aplikasi bisnis.

Dirk mengaku, saat ini ALU dalam pembicaraan dengan semua operator lokal untuk melakukan uji coba LTE.  Namun, dalam pengumuman resmi yang dibuat oleh Telkomsel, XL, dan Indosat nama-nama yang diajak bekerjasama masih pemain lama di 3G seperti Huawei, Ericsson, Nokia Siemens Network (NSN), dan ZTE.

Walau pun begitu, Dirk tidak patah arang, bahkan mendorong pemerintah untuk secepatnya menentukan alokasi frekuensi ideal bagi LTE. “Spektrum 700 MHZ dan 2,6 GHZ itu ideal untuk LTE. Untuk low band yang menjangkau area rural bisa dengan 700 MHZ, sementara yang butuh kapasitas tinggi di perkotaan menggunakan 2,6 GHZ dengan alokasi bandwitdh 20 MHz,” katanya.

Saat ini ada beberapa pilihan pita frekuensi yang menuut Alcatel Lucent cocok untuk implementasi LTE, yaitu 700MHz, 1.800 MHz, 2,3 GHz, 2,6 GHz.
Namun band frekuensi tersebut saat ini juga digunakan layanan lain. Di pita 700 MHz misalnya juga digunakan oleh stasiun TV, di 1800 MHz digunakan oleh 5 operator GSM, di 2,3GHz  sebagian digunakan untuk WiMax dan 2,6GHz digunakan oleh operator satelit.

Menurutntya,  LTE sebagai tahapan evolusi teknologi di seluler menjadi kunci pendorong dalam mengejar ketertinggalan tersebut. Hal ini karena Internet broadband di Indonesia masih jauh tertinggal dari rata-rata penetrasi di negara-negara Asia Pasifik meski dari benchmark penetrasi seluler pada 2007 Indonesia sukses melewati indeks di Asia Pasifik

LTE juga menjadi solusi ditengah kondisi margin yang diraih operator saat ini terus berada dalam ‘tekanan’ dari pelanggan seluler yang mengharapkan layanan terjangkau. Ini karena hanya LTE yang sanggup menyediakan kapasitas yang besar namun dengan biaya rendah dan juga pilihan teknologi dari berbagai vendor yang dapat beroperasi satu sama lain.

Sementara Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono mengatakan pihaknya masih akan menentukan waktu yang tepat untuk menggelar LTE dan memiliki wewenang untuk mengontrak vendor.  “Teknologi tidak mungkin mengendalikan bisnis tetapi kami akan investasi untuk teknologi-teknologi baru,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, Pengamat Telematika Raherman Rahanan mengatakan, tidak ada teknologi yang unggul satu sama lain jika pemilihan segmen tepat. “Semua teknologi ada kelemahannya.LTE ekosistem belum terbentuk sehingga skala ekonomis tidak ideal. 3G memiliki keunggulan di jangkauan dan skala ekonomis. Jadi, semua tergantung pilihan operator, pelanggan tidak peduli dengan teknologi yang penting kualitas layanan,” tegasnya.

141010 Mencari Model Tarif Ideal Bagi Data

Industri telekomunikasi global belum lama ini dihebohkan oleh kasus pengembalian dana milik  konsumen oleh Verizon  Wireless sebesar  90 juta dollar AS. Pemicunya, operator terbesar di Amerika Serikat ini melakukan kesalahan dalam menagih penggunaan layanan data milik 15 juta pelanggannya.

Verizon terbukti salah melakukan penagihan selama beberapa tahun, dimana pelanggan yang sebenarnya tidak menggunakan layanan paket data, tetapi ditagihkan untuk jasa tersebut. Akhirnya ratusan komplain dari pelanggan melayang ke operator tersebut dan  terjadilah refund dengan total jumlah yang membelalakkan mata tersebut.

Kasus yang dialami oleh Verizon ini juga pernah terjadi di Indonesia tahun lalu dengan Telkomsel melalui produk data TelkomselFlash. Kala itu, Telkomsel salah melakukan pemotongan bandwitdh dari pelanggannya sehingga menimbulkan protes. Setelah didesak oleh  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), operator ini mengembalikan kuota yang disunat.

VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo menegaskan, perseroan mendapatkan pelajaran penting dalam kasus yang dialaminya tahun lalu sehingga melakukan review secara periodik terhadap penawaran paket data yang dilakukan.

“Sekarang kami memiliki billing system yang lebih mumpuni. Jika ada keluhan, secepatnya terdeteksi dan dilakukan pengembalian berupa bandwitdh atau pulsa,” katanya  di Jakarta, belum lama ini.

Gideon boleh sesumbar, namun temuan terbaru dari Anggota Komite BRTI Heru Sutadi lumayan mengejutkan. “Kami mendapatkan masukan dari konsumen tentang kesalahan penghitungan  sistem penagihan dari Telkomsel. Pelanggan KartuHalo yang seharusnya ditagih untuk  kelebihan kuota  1 rupiah per  kb  ditagih 5 rupiah per kb,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan,  terdapat 3 paket bulanan pilihan paket internet unlimited Telkomsel Flash menggunakan kartu Halo, yaitu paket bulanan basic dengan tarif 125 ribu rupiah per bulan, kuota 500 MB dan kelebihan kuota satu rupiah per  kb.  Selain itu, ada juga paket advance 225 ribu rupiah per  bulan dengan kuota 1,2 GB dan kelebihan kuota satu rupiah per  kb serta paket pro dengan tarif  400 ribu rupiah  per bulan, kuota 3 GB kelebihan kuota satu rupiah per  kb.

Heru mengaku  sudah meminta manajemen Telkomsel untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan konsumen yang bersangkutan. Apabila ternyata Telkomsel belum menyelesaikannya, maka menurut Heru akan dilakukan proses lebih lanjut berupa pemanggilan manajemen Telkomsel ke BRTI.

Mencari Model
Gideon mengatakan untuk tarif layanan data memang sedang dicari bentuk ideal ke pelanggan. Terdapat dua model penagihan yang lazim dikenakan oleh operator yakni berbasis kilobyte atau unlimited. “Di Indonesia belum bisa diterapkan tarif berbasis kualitas layanan karena masyarakat belum aware. Pengguna masih sensitif dengan harga. Tetapi untuk pelanggan korporasi, harga tidak dipedulikan yang penting kualitas,” katanya.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengakui, penawaran tarif data yang ideal lebih sulit ketimbang untuk suara dan data. “Data itu memang tricky. Jika di suara dan SMS diberiakn bonus tidak semuanya digunakan oleh pengguna. Berbeda dengan data, ditawarkan unlimited, jaringan bisa diokupansi seharian sehingga menganggu layanan. Kondisi ini membuat  2-3 persen pelanggan bisa menguasai jaringan,” jelasnya.

Hal itu tentunya membuat operator harus berhitung karena biaya untuk menyelenggarakan layanan data tidak murah. Belum lagi, kontribusi layanan data belum signifikan, saat ini baru berkontribusi 7 persen bagi total pendapatan dengan EBITDA margin 20-25 persen. Bandingkan dengan suara dan SMS yang memiliki EBITDA margin hampir 50 persen dengan sumbangan ke pendapatan 89 persen.

“Solusi yang sedang dikembangkan adalah Fair Usage Policy (FUP). Konsep ini  dengan menawarkan tarif dalam kisaran kecepatan dan kuota teretentu. Jika pun ditawarkan unlimited, biasanya kecepatan akan menurun jika kuotanya habis,” jelasnya.

Direktur Jaringan XL Dian Siswarini menambahkan, untuk menjamin jaringan tidak kebobolan pun perseroan menetapkan standar keamanan. “Data ini berbasis Internet Protocol (IP). Komunikasi bisa datang dari mana saja dan mencoba membobol FUP. Kami secara berkala melakukan tes penetrasi untuk menjaga FUP berjalan,” katanya.

Head Of Multimedia Smart Telecom Ruby Hermanto mengungkapkan  tren di dunia  untuk mobile broadband  menuju quota based dan meninggalkan unlimited. Selain itu operator  juga berupaya operator membangun jaringan wifi untuk mengurangi beban mobile broadbandnya.

“Di Indonesia untuk data belum ada perang tarif karena operator masih berhitung biaya produksi dan kemampuan jaringan. Pola unlimited pun tetap menjadi andalan selagi jaringan masih dalam proses peningkatan mutu.  Jika pun ada operator banting tarif, itu hanya upaya untuk bertahan hidup,” katanya.

Sementara Direktur Utama Bakrie Connectivity  Erik Meijer mengatakan, pentarifan  unlimited tidak bisa bertahan lama, apalagi dengan tarif semurah yang berlaku di Indonesia dan  penggunaan bandwidth oleh konsumen yg semakin meningkat cepat. “Di negara barat paket unlimited bisa seharga ratusan dollar AS sebulan; disini cuma 20 dollar atau kurang. Ini tidak wajar. Saat ini kita mengandalkan FUP saja untuk mengontrol pemakian dan kualitas jaringan,” katanya.

Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya  menegaskan, operator tak bisa melawan keinginan pelanggan. “Masyarakat suka dengan pola  flat payment, operator hanya bisa mengimbangi dengan  kontrol per aplikasi, per URL, per IP address  dan  bandwitdh management, “ jelasnya.

Pada kesempatan lain, Praktisi Telematika Raherman Rahanan mengatakan,  pelanggan  menggemari pentarifan flat-fee  karena ingin  mengontrol pengeluarannya. “Banyak operator belum siap menerapkan pola ini tetapi memaksakan diri. Akirnya kejadian salah penagihan. Sistem ini idealnya jika  sudah menerapkan Online Charging System (OCS) atau PCRF,” katanya.

Sedangkan Heru meminta, operator harus melakukan edukasi ke pelanggan untuk penggunaan layanan data agar jaringannya tidak terokupansi secara sia-sia.

“Perilaku masyarakat itu kalau ditawarkan tarif unlimited benar-benar digunakan tanpa pertimbangan. Padahal untuk mobile broadband itu ada manajemen radio dimana ada sistem antrian untuk menggunakan frekuensi. Kalau tidak ada edukasi, rezim berbasis mendapatkan pengalaman yang sama dengan tarif kompetitif sulit terwujud,” ketusnya.[dni]

141010 Dua Operator Revisi Program BlackBerry

JAKARTA—Dua operator besar, Telkomsel dan XL, merevisi program BlackBerry untuk meningkatkan kualitas layanan dan jumlah pelanggan.

XL Axiata melakukan terobosan baru pada layanan Blackberry internasionalnya dengan  tidak mengenakan biaya data roaming. Sementara Telkomsel  menggelar BlackBerry Unlimited bulanan seharga  90 ribu rupiah  mulai 16 Oktober 2010 untuk pemakaian di bulan pertama bagi pelanggan baru.

Direktur Komersial XL Joy Wahjudi mengungkapkan, untuk menggelar layanan baru tersebut perseroan menggandeng  operator M1 (Singapura), Celcom (Malaysia), SmarTone  (Hongkong), Softbank (Jepang), Dialog  (SriLanka), Robi  (Bangladesh), dan Hello (Kamboja).

“Pertumbuhan pelanggan Blackberry di Indonesia sangat cepat, XL terus berupaya menghadirkan layanan menarik termasuk layanan roaming gratis biaya roaming di 7 negara itu , ” kata Joy  di Jakarta, Rabu (13/10).

Diungkapkannya, jumlah pelanggan XL saat ini mencapai sekitar  600 ribu pelanggan aktif dengan  dukungan bandwidth secara langsung ke Research In Motion (RIM) mencapai 800 mbps.

“Pelanggan baru XL Blackberry One bulanan secara otomatis bisa menikmati fasilitas gratis internasional roaming selama 3 hari pertama yang berlaku di tujuh negara setelah mengaktifkan layanan  99 ribu rupiah per bulan,” kata Joy.

Fasilitas yang diklaim pertama di dunia ini berlaku selama 3 hari pertama di negara tujuan serta untuk maksimal 3 kali kunjungan di negara tujuan dalam jangka waktu 30 hari atau sebulan. Sehingga dalam sebulan ada masa 9 hari ‘gratisan’ roaming internasional. Bila pelanggan memasuki hari ke-4 akan dikenai tarif roaming normal. Dengan mendaftarkan BB Bulan ke 568. Setelah registrasi otomatis akan aktif 24 jam.

“Kita sudah tiga tahun, bermain di Blackberry dan ini adalah kebutuhan para pelanggan, kecenderungan orang ke luar negeri sangat tinggi, 50 ribu pengguna XL keluar negeri tiap bulannya,” kata Joy.

Sementara VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengungkapkan, penawaran baru dilakukan untuk mencapai 1,2 juta pengguna BlackBerry pada akhir tahun. ”Saat ini kami memiliki 700 ribu pelanggan aktif dengan kapasitas bandwitdh1,2 Gbps,” katanya.

Dijelaskannya, untuk mengaktivasi paket murah ini, cukup akses *363#, lalu pilih Paket BlackBerry Unlimited bulanan. Setelah dikenakan  90 ribu rupiah  di bulan pertama, pelanggan hanya perlu mengeluarkan biaya  99 ribu rupiah  per bulan untuk bulan-bulan selanjutnya.[dni]

141010 Indonesia Harus Maksimalkan Peran di ITU

JAKARTA—Indonesia harus bisa memaksimalkan perannya di International Telecommunication Union (ITU) agar bisa  menjadi negara industri perangkat telekomunikasi bukan hanya sebagai konsumen seperti selama ini.

“Kembali terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Council ITU itu suatu presetasi karena menempati urutan pertama dalam pemilihan. Sekarang tugas pemerintah, menjaga momentum kepercayaan dunia internasional agar bisa menjadi penghasil perangkat telekomunikasi,” ungkap Pengamat Telekomunikasi Johnny Swandi Sjam di Jakarta, Rabu (13/10).

Menurutnya, Indonesia harus memanfaatkan posisi sebagai anggota dewan council ITU untuk  mendapatkan informasi lebih awal mengenai standarisasi teknologi. “Informasi itu harus diolah menjadi peluang. Jangan puas hanya berhasil mempertahakan posisi saja. Kalau itu namanya hanya mencari gengsi saja,” tegasnya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, Indonesia harus bisa menempatkan personal secara aktif di ITU agar bisa menentukan arah teknologi. “Sebenarnya lebih penting menempatkan pejabat di posisi strategis di organisasi itu. Jadi, kita bisa tahu dinamika sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan, Indonesia berhasil mempertahankan posisi sebagai anggota Dewan Council ITU dengan meraih suara terbanyak. “Kita berada di posisi pertama mengalahkan China.  Indonesia sangat berkepentingan sekali untuk kembali terpilih sebagai anggota Dewan Council karena memiliki pasar industri telekomunikasi yang sangat besar, selain tentunya kepentingan atas spektrum frekuensi radio dan orbit satelit,” katanya,

Diungkapkannya, keuntungan menjadi anggota Dewan Council ITU  Indonesia bisa  mengarahkan regulasi-regulasi yang ditetapkan melalui persetujuan Dewan agar kiranya compatible dengan kondisi Indonesia . Contohnya untuk regulasi frekuensi, Indonesia tidak perlu lagi mengubah frekuensi yang ada saat ini dengan demikian akan hemat biaya.

Hal yang sama juga berlaku untuk regulasi terkait dengan standarisasi produk telekomunikasi, dimana Indonesia tidak harus merubah instrumen yang digunakan sehingga dapat mengefisiensikan biaya.[dni]

131010 Percepat Pemberantasan Perangkat Lunak Bajakan

JAKARTA–Indonesia diminta untuk mempercepat pemberantasan penjualan perangkat lunak (software) bajakan untuk menyelamatkan perekonomian dan pendapatan negara.

“Tingkat pembajakan software di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Survei terbaru tingkat pembajakan software 86 persen pada tahun lalu. Artinya setiap 100 software yang di-install pengguna, 86 diantaranya bajakan,” ungkap  Juru bicara Business Software Alliance, Donny A Sheyoputra di Jakarta, Selasa (12/10).

Menurutnya, tingginya angka pembajakan itu membuat semakin naik potensi kehilangan pendapatan bagi negara dari 544 juta dollar AS pada 2008 menjadi 886 juta dollar AS pada 2009.

“Indonesia harus mempercepat pemberantasan pembajakan perangkat lunak. Tidak bisa mengharapkan penurunan di kisaran single digit. Survei terbaru mengatakan penurunan tingkat pembajakan di angka 10 persen itu signifikan mendorong perekonomian dan pendapatan negara,” tegasnya.

Dijelaskannya, bila penurunan tingkat pembajakan software sebesar 10 persen dalam waktu 4 tahun (2010-2013) maka diprediksi menghasilkan pertambahan GDP lebih kurang 2,4 miliar dollar AS. Sedangkan tenaga kerja yang dihasilkan sekitar 1.884 orang dan menambah pendapatan pajak sebesar 124 juta dollar AS.

Namun, jika proses pemberantasan dipercepat dalam rentang waktu dua tahun, maka bisa menghasilkan pendapatan 3,2 miliar dollar AS dan mencetak 1.884 tenaga kerja. Sedangkan pendapatan pajak yang diraup sekitar 162 juta dollar AS.

“Pemerintah harus mulai sadar industri software merupakan intrumen ekonomi kreatif yang mampu menumbuhkan dan meningkatkan daya saing perekonomian. Pembajakan adalah musuh utamanya dan harus diberantas,” tegasnya.

Disarakankannya, lima langkah kongkrit harus diambil untuk menekan tingkat pembajakan software. Kelima hal itu adalah meningkatkan kesadaran publik untuk menghargai hak cipta, melaksanakan ketentuan WIPO Copyright Treaty, menciptakan mekanisme penegakan hukum yang kuat dan bekerja sesuai standar TRIP’s, peningkatan kualitas aparat penegak hukum, dan memberikan contoh dari pemerintah menggunakan software berlisensi.[Dni]

131010 Garuda Mulai Layani Kloter Haji

JAKARTA–Maskapai nasional,PT Garuda Indonesia (Persero) atau Garuda secara bertahap mulai menerbangkan kelompok terbang (kloter) jemaah Haji mulai hari ini.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengungkapkan, maskapainya akan menerbangkan  306 kelompok terbang (kloter) dari 10 pintu embarkasi.

Sepuluh embarkasi itu adalah   Banda Aceh 4.157 jemaah (13 kloter), Padang 7.704 jemaah (22 kloter), Palembang 7.548 jemaah (21 klotera), Jakarta 23.062 jemaah (49 kloter), Solo 33.492 jemaah (88 kloter), Surabaya 8.645 jemaah (19 kloter), Banjarmasin 5.380 jemaah (16 kloter), Balikpapan 5.624 jemaah (16 klotera), Makassar 15.680 jemaah (44 kloter), dan Medan 8.330 jemaah (19 kloter).

“Secara total Garuda  akan menerbangkan 119.622 jemaah atau meningkat  2,4 persen sekitar  2.833 jemaah dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 116.789 jemaah. Hari ini kami menerbangkan kloter pertama asal embarkasi Jakarta, berbarengan dengan empat embarkasi lain Surabaya, Solo, Padang dan Palembang. Atau sebanyak 3.910 jemaah dari 10 kloter,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/10).

Dijelaskannya, jemaah haji asal Jakarta dan Surabaya diterbangkan langsung ke Madinah. Sementara tiga embarkasi lainnya diterbangkan ke Jeddah. Selain dari lima embarkasi tersebut, hari ini BUMN penerbangan itu juga akan menerbangkan kloter kedua dari Medan dan Banda Aceh serta kloter ketiga Makassar.

Selanjutnya diungkapkan, untuk melayani jemaah Haji,  Garuda   menyewa 14 pesawat dari enam lessor dari total 15 pesawat yang digunakan untuk melayani penerbangan haji tahun ini. Armada itu terdiri dari empat Boeing 747, satu Boeing 767, enam Airbus A330-300 dan tiga Airbus A330-200. Sementara satu unit pesawat milik perseroan yang digunakan adalah Airbus A330-200.

“Semua pesawat berusia antara 2-3 tahun. Dimana pengadaannya dilakukan melalui tender terbuka. Sementara kapasitas kursi setiap jenis pesawat berbeda-beda, mulai dari 325 kursi untuk Boeing 767 sampai 455 kursi untuk Boeing 747. Pemenang tender pesawat haji tahun ini adalah HiFly, Thomson Airways, Air Transat, Monarch, Pullmantur, dan Thomascook,” jelasnya.

Sementara, Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari mengatakan, dalam pelayanan haji banyak pihak terkait menentukan kualitas layanan. Misalnya, Garuda telah menerbangkan jemaah tepat waktu,  namun saat pemulangan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Internasional Riyadh, kondisi sama bisa saja tidak terjadi.

“Untuk fase pemberangkatan, ontime departure kami targetkan diatas 90 persen. Namun, fase pemulangannya itu yang tidak bisa diprediksi karena tergantung dari ketersediaan gate yang diatur oleh otoritas penerbangan setempat,” keluh Ari.

Emir mengaku maskapainya sempat meminta dua dedicated gate khusus untuk digunakan Garuda Indonesia. Mengingat jemaah haji asal Indonesia merupakan yang terbanyak dibandingkan jemaah dari negara lain. Sehingga perlu mendapat perlakuan khusus.

“Disana itu ada 13 gate, kami sempat minta dua gate khusus Garuda tetapi tidak diberikan. Sehingga harap maklum jika terjadi keterlambatan penerbangan dari sana,” tegas Emir.

Berdasarkan catatan, pelaksanaan penerbangan musim haji tahun ini dimulai 11 Oktober sampai 11 November 2010 untuk fase pemberangkatan.

Sementara fase pemulangan dimulai 21 November-20 Desember 2010. Garuda sewa 14 pesawat untuk terbangkan haji tahun ini.[dni]