091010 Garuda Siap Bersaing dengan Lion

JAKARTA—Maskapai pelat merah, Garuda Indonesia (Garuda) menegaskan siap bersaing dengan PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dalam bisnis perawatan pesawat.

“Garuda dari dulu tidak pernah takut bersaing dengan siapa pun. Kami hanya meminta semua berada dalam playing field yang sama sehingga semua bisa bersaing dengan sehat,” tegas Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Jumat (8/10).

Diungkapkannya, perseroan dalam bisnis perawatan pesawat memiliki unit  anak usaha  PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF) yang selama ini telah memiliki tiga hanggar untuk menjalankan bisnis.

“Sekarang dalam tahap negosiasi dengan Angkasa Pura II untuk menambah satu hanggar lagi. Hal ini untuk mengantisipasi pertumbuhan armada Garuda yang dalam waktu empat tahun mendatang,” jelasnya.

Saat ini GMF memiliki 3 hangar dengan total kapasitas 25 pesawat. Hangar 1 diperuntukkan bagi pesawat berbadan lebar (wide body) dengan kapasitas 4 pesawat. Hangar 2 khusus digunakan untuk melakukan Line Maintenance berkapasitas 8 pesawat. Terakhir, hangar 3 memiliki kapasitas untuk bisa merawat 13 pesawat sekaligus.

Sementara hangar 4 di desain khusus untuk perawatan 16 pesawat berbadan sedang (narrow body) Airbus A320 dan Boeing 737 dengan nilai investasi  50 juta sampai 60 juta dollar AS.

Rencana pembangunan hangar 4 itu menindaklanjuti dikantonginya sertifikat kemampuan merawat pesawat A320 dari European Aviation Safety Agency (EASA). Garuda sendiri saat ini memiliki  74 unit pesawat  dan diakhir 2014 jumlahnya akan bertambah jadi 116 unit.

Selanjutnya Emirsyah menegaskan, pangsa pasar  yang dinikmati oleh pemain lokal untuk perawatan pesawat masih besar karena selama ini jasa tersebut dikuasai oleh pemain asing. “Nilai bisnis dari perawatan pesawat itu sekitar 750 juta dollar AS, hanya sekitar 20 persen yang dinikmati oleh pemain lokal. Jika ada pemain tambahan  pun , kuenya masih besar untuk digarap,” ketusnya.

Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, perseroan mengeluarkan dana sebesar 30-40 juta dollar AS untuk  ekspansi ke bisnis perawatan pesawat dengan  membangun hanggar di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Tahap awal, hangar itu akan digunakan untuk merawat pesawat sendiri yaitu Boeing 737-900ER. Selanjutntya,  hanggar  itu bisa menjadi sentra perawatan pesawat baru di Indonesia Bagian Timur  yang tidak hanya melayani pesawatnya sendiri tetapi juga bisa melayani pesawat maskapai lainnya.

Terbuka
Selanjutnya Emirsyah menegaskan, perseroan juga terbuka untuk bekerjasama dengan maskapai lain dalam mengembangkan bisnis.

“Garuda itu membuka diri untuk bekerjasama dengan siapa saja. Jika dari hitungan bisnis menguntungkan, kami akan senang sekali,” katanya.

Salah satu kerjasama yang terbuka dilakukan adalah dengan Mandala Airlines mengingat maskapai berbasis Low Cost Carrier (LCC) itu sedang mengalami kendala ketersediaan pesawat. Saat ini Mandala hanya memiliki lima pesawat jauh dibawah standar regulasi yakni harus memiliki 10 pesawat dengan komposisi 5 sewa dan 5 milik sendiri.

“Kalau dengan Mandala sejauh ini belum ada proposal yang diberikan atau diajukan. Sebenarnya untuk LCC kami lebih fokus mengembangkan Strategy Unit Business (SBU  Citilink yang akan ditambah dua pesawat dari lima yang ada,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s