081010 Transformasi Tingkatkan Kepercayaan Investor Pada Telkom

JAKARTA–Strategi transformasi dari perusahaan berbasis telekomunikasi menjadi Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment (Time) berhasil meningkatkan kepercayaan investor kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

“Secara kontribusi ke total pendapatan bisnis IME masih kecil, baru sekitar 7 persen bagi total pendapatan perseroan. Tetapi secara nilai perusahaan di mata investor, signifikan menaikkan,” ungkap Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Kamis (7/10).

Diungkapkannya, anak usaha yang bermain di IME seperti Sigma Cipta Caraka dan AdMedika belum lama ini berhasil menggandeng Himbara dan Pegadaian denggan nilai proyek hampir 100 miliar rupiah. “Semua itu berkat Telkom bertransformasi. Tidak mungkin stakeholder di industri itu memberikan proyek jika perseroan tidak bertransformasi. Ini membuktikan Telkom sudah berada di jalur yang benar,” jelasnya.

Langkah lain yang dilakukan Telkom untuk membesarkan bisnis IME adalah mendorong anak usaha Mojopia sebagai pemilik situs Plasa.com untuk menggandeng situs lelang internasional e-Bay agar bisa meningkatkan volume e-commerce di Indonesia.

“Ini bagian dari strategi mengembalikan investasi sebesar 2 juta dollar AS yang telah dibenamkan ke Plasa.com selain tentunya mengisi jalur konektivitas yang telah dibangun oleh Telkom dengan konten,” jelasnya.

CEO Mojopia Shinta Dhanuwardoyo mengungkapkan, kerjasama yang dilakukan oleh Plasa.com dengan E-bay berbentuk Cross Border Trading yang memungkinkan pengusaha kecil memiliki akses global.

“Nantinya semua pengusaha yang mau listing di e-Bay harus melewati Plasa.com. Kami menargetkan pada tahun depan dari kerjasama ini ada transaksi sebesar 20 miliar rupiah dari Plasa.com,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, Telkom pada semester I 2010 membukukan laba bersih 6,003 triliun rupiah atau  turun 0,7 persen dibanding periode sama sebelumnya 6,043 triliun rupiah. Sedangkan  pendapatan  hanya naik lima persen dari 32,61 triliun rupiah menjadi  39,87 triliun rupiah. Sementara nilai kapitalisasi pasar mencapai 21 miliar dollar AS.

Plasa.com sendiri pada tahun pertama ditargetkan meraih iklan dari online sebesar 5 miliar rupiah dan mobile advertising sekitar 19,5 miliar rupiah. Saat ini pengguna Plasa.com sebanyak 550 ribu unit dengan Page View 1,5 juta per bulan dengan merchant 1.500 dan barang yang diperdagangkan 25 ribu item.

Pada tahun lalu nilai transaksi online di Indonesia mencapai 35 triliun rupiah, sedangkan secara global 172,9 miliar dollar AS. E-Bay sendiri mencatat ada kenaikan sebesar 65 persen per tahun produk Indonesia yang dijual secara global.

Sosialisasi
Sementara itu, berkaitan dengan penolakan yang dilakukan Serikat Karyawan Telkom (Sekar) terhadap konsolidasi unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) Flexi dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebagai pemilik merek dagang Esia, Rinaldi berjanji akan melakukan sosialisasi dengan karyawannya.

“Saya belum tahu tentang penolakan itu. Tetapi kita akan berikan pengertian dan sosialisasi kepada karyawan. Agar bisa melihat masalah secara menyeluruh,” katanya.

Ditegaskannya, sejauh ini belum ada perkembangan berarti dari negosiasi dengan BTEL, bahkan sepertinya hingga akhir tahun ini masalah itu belum selesai.

Secara terpisah, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Karyawan Telkom, Wisnu Adhi Wuryanto menolak keras rencana penggabungan unit usaha Fixed Wireless Access (FWA), Flexi dengan Esia dari Bakrie Telecom.

“Sikap penolakan  harus diambil, karena penggabungan ini berpotensi digugat banyak pihak karena melanggar persaingan usaha di sektor telekomunikasi,” tegasnya.

Menurut dia, pelanggaran persaingan usaha tersebut pernah disuarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan penggabungan ini akan merugikan masyarakat karena perusahaan hasil penggabungan ini dapat mempermainkan tarif FWA. “Apalagi, penggabungan Flexi – Esia akan menguasai lebih 90 persen pangsa pasar FWA. Kalau ini terjadi, masyarakat bisa menjadi korban monopoli kedua perusahaan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya,  saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan penggabungan Flexi dengan Esia atau dengan perusahaan manapun karena performa kinerja yang ada.

Ia menilai penggabungan kedua operator CDMA tersebut kental nuansa politis, baik dilihat dari posisi Esia sebagai anak perusahaan Group Bakrie maupun dihubungkan dengan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Telkom yang mengagendakan penggantian Direksi Telkom dalam waktu dekat.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s