051010 Butuh Investasi Besar untuk Double Track

JAKARTA—Pemerintah mengungkapkan membutuhkan dana yang besar untuk mewujudkan pembangunan jalur ganda (Doble track) Jakarta-Surabaya hingga 2014 nanti.

“Diperkirakan dibutuhkan dana sebesar 9 triliun rupiah untuk merealisasikan rencanan tersebut. Saat ini baru baru sebagian dari perlintasan Jakarta-Surabaya sepanjang 780 kilometer yang sudah memiliki double track,” ungkap  Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) Tundjung Inderawan di Jakarta, Senin (4/10).

Diungkapkannya, untuk mengatasi kendala pendanaan proyek diselesaikan secara parsial. “Salah satu solusi adalah melalui  pinjaman,” katanya.

Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Nugroho Indrio menjelaskan, saat ini baru sedikit lintas kereta api yang sudah memiliki fasilitas double track. Diantaranya Jakarta-Cirebon, serta Kutoarjo-Jogjakarta-Solo. Sementara lintas yang hanya memiliki fasilitas single track lebih banyak seperti Cirebon-Kroya-Purwokerto-Kutoarjo, Solo-Madiun-Surabaya, Cirebon-Pekalongan-Semarang dan Surabaya.

“Pada tahun depan  Pemerintah akan meresmikan double track sebagian lintas Cirebon-Kroya dari pendanaan APBN. Dari 150 kilometer panjang lintas tersebut, 50 kilometer diantaranya sedang dikerjakan double track. Tapi saya tidak hapal nilai proyeknya berapa. Sehingga pemerintah memang masih membutuhkan banyak dana untuk proyek double track tersebut,” kata Nugroho.

Nugroho menambahkan, saat ini pemerintah tengah menjajaki pinjaman dari JICA, Jepang untuk membiayai pembangunan double track Cirebon-Kroya-Jogjakarta-Solo. Feasibility study tengah dirampungkan untuk mengetahui kebutuhan proyek tersebut. Sekedar informasi, biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu kilometer rel kereta api sekitar  20 miliar rupiah di luar pembebasan tanah.

Angkutan Barang
Sementara itu, Direktur Komersial PT Kereta Api (PT KA) Sulistyo Wimbo Hardjito PT Kereta Api (Persero) mengungkapkan,  tengah menjajaki kontrak angkutan kontainer dengan PT Java Petroleum Transport (JPT), cucu usaha dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

“Kami akan mengangkut 1.500 kontainer per bulan dari Kalimas, Surabaya ke Pasoso, Tanjung Priok. Diharapkan pekerjaan tersebut bisa dimulai 1 November 2010. Namun, jangka waktu kontraknya belum tahu karena saya belum dapat kepastian dari sana,” katanya.

Diungkapkannya, untuk dapat menjalankan kontrak tersebut PTKA sudah mendatangkan 70 gerbong kereta pengangkut barang tanpa atap dan dinding samping (PPCW).  Harga per unit PPCW diperkirakan sekitar 450 juta rupiah .

Harga per unit PPCW ini sesuai dengan patokan harga tender pengadaan barang PTKA.

Berdasarkan catatan,  pertengahan tahun ini PTKA membuka tender pengadaan 1.200 gerbong PPCW dengan bujet  540 miliar rupiah. Serta 1.200 unit gerbong kereta pengangkut batu bara dengan dua gandar (KKBW) dengan mematok bujet  720 miliar rupiah  atau  600 juta rupiah per unit.

“70 unit PPCW yang datang tahun ini merupakan pengadaan tersendiri. Diluar tender pengadaan yang 1.200 itu,” kata Vice President Public Relations PTKA Sugeng Priyono.

Pada 23 Juni lalu PTKA mendapatkan komitmen dari 10 bank yang tertarik untuk memberikan pinjaman sebesar  5,26 triliun rupiah  untuk mengadakan lokomotif dan gerbong sampai 2013.

PT KA  berencana mengadakan 100 lokomotif penarik gerbong barang di Pulau Jawa dan 44 lokomotif serupa di Pulau Sumatera. Untuk mengadakan lokomotif, dana yang dibutuhkan sebesar  4 triliun.

Tahun ini PTKA menargetkan pendapatan dari angkutan barang 2,13 triliun rupiah  dengan volume angkut 23,91 juta ton. Sementara pada 2009, PTKA membukukan pendapatan dari angkutan barang sebesar  1,7 triliun rupiah  dengan realisasi volume angkutan 20,72 juta ton.

Komoditas utama yang akan diangkut selama tahun ini antara lain bubur kayu, batu bara, bahan bakar minyak, pupuk, peti kemas, parcel, baja, lateks, minyak sawit, minyak sawit cair, air minum, dan pasir kuarsa. Saat ini pendapatan dari angkutan batubara di Sumatera milik PT Bukit Asam Tbk masih dominan yaitu  1,19 triliun rupiah dengan realisasi angkutan 11,14 juta ton per tahun.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s