011010 Pengusaha Kapal Minta Angkut Ekspor

JAKARTA–Para pengusaha kapal meminta diberikan jatah untuk mengangkut barang-barang ekspor yang selama ini dikuasai oleh kapal asing.

“Pada 2011 nanti azas Cabotage diterapkan untuk pelayaran angkutan dalam negeri. Tetapi ada potensi yang lebih besar yakni angkutan ekspor yang selama ini hanya dinikmati oleh kapal asing,” ungkap ‎​Kabid Pengembangan Armada Indonesia National Shipowners Association (INSA) Ibnu Wibowo di Jakarta, Kamis (30/9).

Diungkapkannya, selama ini kapal-kapal asing menguasai 95 persen dari angkutan ekspor, sedangkan sisanya oleh kapal lokal. Total ekspor diperkirakan  550 juta ton dengan nilai mencapai 14,6 miliar dollar AS.

Diungkapkannya, untuk bisa menguasai 30 persen pangsa pasar angkutan ekspor, khususnya batu bara,  Indonesia membutuhkan 73 unit kapal  bulk carriers jenis handymax.

Direktur Utama PT Era Indoasia Fortune Paulis A. Djohan  menambahkan,  potensi pangsa muatan ekspor sangat menjanjikan sehingga sektor pelayaran nasional ditantang untuk merebutnya.

Dia menjelaskan selama ini potensi pangsa muatan ekspor dan impor dari Indonesia belum dioptimalkan karena untuk merebutnya dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah. “Kita butuh. political will pemerintah,” katanya.

Dijelaskannya, jika kapal asing dibiarkan mengangkut angkutan ekspor maka pemerintah kehilangan penerimaan dari sisi pajak. “Ini karena konsep pembayarannya Freight on Board (FOB). Konsep ini hanya menguntungkan pembeli,” katanya.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhamad mengakui  instansinya sedang mencari terobosan untuk memperbesar pangsa muatan pelayaran nasional dengan mengincar muatan ekspor.

Menurut Leon, usulan penerapan konsep Domestic Transporter Obligation (DTO) dibahas pemerintah karena memang kini 90 persen  kegiatan pengangkutan ekspor batu bara nasional masih dikuasai oleh kapal berbendera asing.

DTO adalah kebijakan yang mewajibkan eksportir mengalokasikan sebagian barangnya untuk diangkut kapal berbendera Indonesia.

Berdasarkan catatan,
Investasi kapal niaga di dalam negeri sepanjang 5 tahun terakhir meningkat signifikan menyusul penerapan asas cabotage yang menumbuhkan pangsa pelayaran nasional.

Nilai investasi pelaku usaha yang bergerak di sektor pelayaran nasional melalui pengadaan kapal baru maupun bekas itu diperkirakan naik lebih dari 54 persen  dibandingkan dengan catatan pada 2005.

Peningkatan investasi ini terutama ditunjukkan sektor angkutan lepas pantai (off shore) dan angkutan ekspor impor dengan volume muatan mencapai 500 juta ton per tahun.

Besarnya investasi itu dihitung berdasarkan perkiraan nilai pembelian kapal  baik melalui impor maupun pembangunan di dalam negeri yang mencapai 3.268 unit dibandingkan dengan 2005 yang tercatat sebanyak 6.041 unit.

Saat ini jumlahnya sudah mencapai 9.309 unit kapal atau terjadi penambahan sebanyak 3.268  unit kapal.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s