250910 Lion Air Tingkatkan Kualitas Layanan Check-In

JAKARTA—Maskapai swasta nasional terbesar, Lion Air, meningkatkan kualitas layanan check in bagi pelanggannya
dengan menerapkan mobile check in dan Internet web check in mulai dua bulan lalu.

“Mobile check in sudah dijalankan sejak dua bulan lalu di bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan Internet web Check in  akan diterapkan mulai bulan depan,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Jumat
(24/9).

Dijelaskannya, mobile check in adalah sistem pemeriksaan tiket penumpang secara jemput bola dimana petugas Lion Air di bandara akan mendatangi calon penumpang untuk men-scan barcode atau memasukkan kode  tiket ke handheld check in. Konsep ini membuat calon penumpang tidak perlu lagi untuk antri di counter check in. Saat ini terdapat 8
handheld check in dimana investasi untuk satu alat mencapai3 ribu dollar AS.

“Kami rencananya akan menerapkan layanan serupa di bandara-bandara yang padat seperti Medan dan Makassar. Ini
akan menekan keluhan pelanggan terhadap layanan di counter check in manual walau sudah diterapkan standar pelayanan untuk satu pelanggan itu minimal 1,5 menit,” jelasnya.

Sedangkan internet web check in adalah pola yang memungkinkan pelanggan untuk secara real time memesan kursi.
Namun, untuk kursi di baris tertentu seperti deretan depan dan dekat pintu darurat harus melalui konfirmasi petugas.

“Konsep ini sangat praktis. Pelanggan di bandara hanya tinggal menanyakan pintu keberangkatan saja ke petugas,”
jelasnya. Berkaitan dengan kekuatan armada yang dimilikinya, Edward mengungkapkan, pada akhir September ini perseroan akan kedatangan tiga unit Boeing 737-900 ER sehingga pesawat sejenis yang dimiliki menjadi 43 unit.

“Kami juga akan membuka rute baru Yogyakarta-Banjarmasin (PP) pada akhir bulan ini. Sementara anak usaha Wings Air pada awal Oktober ini akan melayani Medan-Silangit (PP) dengan pesawat ATR72-500 sebanyak dua kali seminggu,” katanya.

Direktur Operasional Lion Air Redi Irawan menambahkan, hingga akhir tahun ini jumlah armada ATR72-500 akan
berjumlah 10 unit. “Pada pertengahan tahun depan akan berjumlah 15 unit dari optional 30 unit yang ditawarkan.
Sepertinya kita akan ambil lagi optional 15 unit yang disediakan pabrikan untuk memperkuat armada,” jelasnya.

Edward menjelaskan, agresifnya perseroan menambah armada karena melihat pertumbuhan penumpang angkutan udara yang terus positif setiap tahunnya.

“Kapasitas untuk tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu telah dinaikkan menjadi 40 persen. Inilah salah satu alasan Lion berhasil mengangkut 3 juta penumpang melalui 150 penerbangan pada mudik lalu,” jelasnya.

Diakuinya, secara persentase Lion mengangkut pemudik lumayan dominan yakni 45 persen. Tetapi secara riil pertumbuhan pemudik yang diangkut jika dibandingkan dengan tahun lalu hanya sebesar 3 persen. “Ini karena kapasitas kami tambah terus,”katanya.

Berdasarkan catatan, saat ini armada Lion berjumlah 58 pesawat terdiri atas 40 Boeing 737-900 ER, dua Boeing
747-400, dua  Boeing 737-300, delapan Boeing 737-400, dan enam MD-80. Sedangkan hingga akhir tahun nanti industri penerbangan diperkirakan mengangkut 45 juta penumpang.

AirAsia
Pada kesempatan lain, Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi mengeaskan, maskapainya  akan tetap
memberlakukan kebijakan no fuel surcharge walaupun maskapai-maskapai lain akan meningkatkan fuel surcharge
mereka.

AirAsia mendapat pemasukan tambahan dari produk-produknya seperti Baggage Supersize, AirAsia Insure, AirAsiaGo, AirAsia Courier, Pick a Seat dan AirAsia Megastore. Tahun lalu, pemasukan tambahan untuk semua Grup AirAsia (AirAsia Berhad, Thai AirAsia and Indonesia AirAsia) adalah sebesar RM 603.5 juta, 14,6 persen  dari total pendapatan grup. Sampai semester pertama tahun 2010, pemasukan tambahan dari Grup AirAsia telah mencapai RM 460.9 juta.

Untuk lebih meningkatkan pendapatan, AirAsia telah melakukan perubahan pada websitenya, airasia.com, sehingga dapat menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia. Tahun ini saja, airasia.com telah menarik lebih dari 33 juta pengunjung. Jumlah tersebut membuat website AirAsia menjadi sebuah platform dengan daya jual yang sangat
kuat.

“Meningkatkan fuel surcharge mungkin merupakan solusi yang paling mudah, namun keuntungan yang diperoleh bersifat temporer. Kami lebih mengutamakan keuntungan jangka panjang dengan berpegang teguh pada prinsip kami, yakni menawarkan kursi penerbangan dengan tarif yang terjangkau,”
tandasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s