250910 AP II Akan Bangun Terminal Kargo di Soetta

JAKARTA—PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II akan membangun terminal kargo baru di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk mengantisipasi lonjakan bisnis kargo udara.

“Investasi yang dibutuhkan untuk membangun terminal itu sekitar 900 miliar rupiah dengan daya tamping satu juta ton per tahun. Rencananya pembangunan dimulai pertengahan tahun depan setelah grand design pengembangan bandara Soetta disetujui oleh Kementrian Perhubungan dan BUMN,” ungkap Direktur Utama AP II Tri S Sunoko di Jakarta, Jumat (24/9).

Dijelaskannya, perseroan memutuskan membangun terminal kargo baru untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan kargo yang setiap tahun naik rata-rata 10 persen di bandara tersebut.

Fasilitas pergudangan di Soekarno-Hatta dibangun 1984 dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Sementara tahun lalu realisasi kargo yang melewati bandara itu sudah 433.180 ton. Tahun ini dengan proyeksi moderat saja jumlahnya bisa mencapai 586.736 ton.

Tujuan pengiriman kargo domestik dari Soekarno-Hatta paling banyak menuju daerah Sumatera sebanyak 39 persen, Jawa 22 persen, Kalimantan 15 persen, dan Nusa Tenggara 12 persen.

“Pendanaan dari pembangunan ini
bisa dari kas internal atau melalui pinjaman, nanti dipastikan lagi. Sementara lokasinya kemungkinan besar di seberang kantor pusat Garuda Maintenance Facilities (GMF), disana ada lahan 50 hektare yang bisa dikembangkan,”jelasnya.

Tri memastikan, terminal kargo itu akan memiliki standar internasional. Dimana seluruh layanan akan dilakukan secara otomatis menggunakan transhipment facilities yang modern, tidak manual seperti saat ini.

Proses ekspor-impor melalui terminal tersebut juga akan dipercepat, menurut studi JICA proses keluar masuk kargo di Soekarno-Hatta masih sekitar 5,5 hari.

“Pungutan-pungutan dipastikan juga akan dipangkas, karena tidak ada lagi pertemuan fisik antara petugas dengan konsumen. Selain itu, perlu diupayakan membuka akses jalan khusus untuk Soekarno-Hatta tidak hanya melalui tol Sediatmo yang digunakan untuk umum. Karena itu kami juga perlu bicara dengan Kementerian PU, Jasa Marga dan Pemda,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s